Pria di Pelalawan Bunuh Wanita, Kematian Korban Direkayasa Seolah Bunuh Diri
KANALSUMATERA.com - PEKANBARU — Kasus kematian seorang perempuan berinisial SS (46) di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, terungkap sebagai pembunuhan. Polisi menangkap Jamal alias Udin (27), yang diduga sengaja merekayasa tempat kejadian perkara agar kematian korban terlihat seperti bunuh diri.
Korban ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakan Jamal di Jalan Markisa, Gang Mangga, Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci, pada Rabu (12/08/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.
Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Shilton mengatakan Jamal sempat membuat skenario dengan berpura-pura baru tiba di rumah dan mendapati pintu kontrakan terkunci.
Baca: Polres Bengkalis Sita 28,9 Kg Sabu dan 122.629 Ekstasi, Empat Kurir Ditangkap
"Saat itu Jamal pulang ke rumahnya dan menemukan pintu rumahnya terkunci, kemudian dia seolah-olah memanggil-manggil korban SS yang ada di dalam kontrakan sambil menggedor-gedor pintu," kata Kompol Shilton dalam keterangannya, Jumat (14/08/2026).
Aksi tersebut kemudian menarik perhatian tetangga. Salah seorang saksi berinisial P bahkan menghubungi Jamal melalui WhatsApp dan menyarankan agar pintu didobrak karena khawatir korban mengalami sesuatu.
Baca: Wamenag Desak Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras Diusut Tuntas
"Saksi mengirim chat WA kepada Jamal, bilang 'Dobrak aja pintunya, Om, mana tahu pingsan'," imbuhnya.
Jamal kemudian mencongkel bagian jendela. Saat saksi mendatangi kontrakan, korban sudah terlihat tergeletak di ruangan depan.
"Pada saat itu, Saksi P melihat korban telah terbaring di ruangan depan dengan mata terbelalak. Saksi kemudian bertanya kepada Jamal 'Pingsan, Om?'," jelasnya.
Baca: Kurir Sabu 1 Kg Ditangkap di Bandara Pekanbaru, Disembunyikan dalam Celana Jeans
Jamal lalu berpura-pura memeriksa kondisi korban dan menyatakan SS telah meninggal. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada ketua RT hingga polisi datang ke lokasi.
"Selanjutnya Jamal melaporkan kejadian tersebut kepada Pak RT dan tetangga sekitar rumah. Kemudian Ketua RT menghubungi 110 dan melaporkan kejadian tersebut," ungkapnya.
Baca: Hukuman Mati Koruptor Kembali Mengemuka, Yusril Tegaskan Sudah Diatur dalam UU Tipikor
Polisi Bongkar Skenario Bunuh Diri
Penyelidikan Unit Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci menemukan sejumlah kejanggalan. Polisi akhirnya memastikan SS bukan meninggal karena bunuh diri, melainkan menjadi korban pembunuhan.
"Hasil penyelidikan kami, pelaku ini membuat sandiwara seakan-akan korban ini stres bunuh diri akibat masalah dengan suaminya," imbuhnya.
Baca: Eksepsi Dibacakan, Tim Hukum Rida K Liamsi Nilai Dakwaan Kasus PT Riau Pos Kabur dan Keliru
Hubungan Jamal dan korban diketahui bermula dari pertemanan saat keduanya pernah bekerja di sebuah rumah makan. Sehari sebelum korban ditemukan meninggal, SS datang ke tempat kerja Jamal dan meminta izin menggunakan rumah kontrakannya untuk beristirahat setelah bertengkar dengan suaminya.
"Korban ini datang menemui pelaku di tempat kerjanya. Korban bilang ke pelaku 'Pinjam dulu kunci rumahmu lah, Kakak mau istirahat. Kakak bertengkar sama abangmu (suami korban)'. Dikasihlah kunci itu ke korban saat itu," ungkapnya.
Baca: Tiga Pelaku Pembalakan Liar di Suaka Margasatwa Kerumutan Riau Diciduk, Ratusan Kayu Ilegal Disita
Menurut polisi, pembunuhan terjadi setelah keduanya terlibat cekcok. Jamal disebut mengajak korban berhubungan badan, tetapi ajakan tersebut ditolak.
"Korban lagi galau, berantem sama suaminya, kemudian si pelaku habis memakai narkoba dan mengajak korban berhubungan badan, tetapi korban menolak. Sehingga akhirnya pelaku emosional dan mencekik korban hingga tewas," katanya.
Setelah kejadian, Jamal meninggalkan korban dan bermalam di tempat pencucian motor tempatnya bekerja. Ia kemudian kembali ke rumah kontrakan pada Rabu siang bersama seorang temannya.
Baca: Kejati Riau Terima 4 SPDP Korupsi Jembatan Air Hitam Rohil, 10 Jaksa Kawal Penyidikan
Untuk menghilangkan jejak, Jamal diduga mengunci rumah dari luar sebelum keluar melalui jendela. Kunci kemudian dilemparkan ke dalam rumah sehingga kondisi tersebut seolah-olah menunjukkan pintu terkunci dari dalam.
"Jadi saat dia pergi dari kontrakan itu, dia mengunci rumah kontrakan dari luar. Setelah itu dia keluar melalui jendela dan kunci dilempar ke dalam kontrakan. Jadi seakan-akan korban terkunci dari dalam," jelasnya.
Baca: Bongkar Mafia BBM Subsidi di Rohil, Polda Riau Tangkap 3 Tersangka dan Sita Dua Truk Tangki
Polisi juga menemukan keterangan Jamal berubah-ubah selama pemeriksaan. Alibinya disebut tidak sesuai dengan keterangan saksi dan rekaman CCTV.
"Pelaku waktu kita amankan pertama kali keterangannya selalu berubah-ubah. Alibinya banyak bertolak belakang dengan para saksi lain dan alat bukti CCTV yang kita punya. Tapi setelah keluar hasil autopsi Biddokes Polda Riau, Kamis pagi kemarin, pelaku sudah tidak bisa mengelak lagi," pungkasnya.
Jamal kini diamankan di Polsek Pangkalan Kerinci untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa pembunuhan tersebut. (SM)
