Pria di Pelalawan Bunuh Wanita, Kematian Korban Direkayasa Seolah Bunuh Diri

Kanama
Jumat, 14 Agustus 2026 17:53:55

KANALSUMATERA.com - PEKANBARU — Kasus kematian seorang perempuan berinisial SS (46) di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, terungkap sebagai pembunuhan. Polisi menangkap Jamal alias Udin (27), yang diduga sengaja merekayasa tempat kejadian perkara agar kematian korban terlihat seperti bunuh diri.

Korban ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakan Jamal di Jalan Markisa, Gang Mangga, Kelurahan Pangkalan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci, pada Rabu (12/08/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.

Kapolsek Pangkalan Kerinci Kompol Shilton mengatakan Jamal sempat membuat skenario dengan berpura-pura baru tiba di rumah dan mendapati pintu kontrakan terkunci.

Baca: Masinis KA Anggrek Jadi Tersangka, Polisi Soroti Pengereman 263 Meter Sebelum Tabrakan KRL

"Saat itu Jamal pulang ke rumahnya dan menemukan pintu rumahnya terkunci, kemudian dia seolah-olah memanggil-manggil korban SS yang ada di dalam kontrakan sambil menggedor-gedor pintu," kata Kompol Shilton dalam keterangannya, Jumat (14/08/2026).

Aksi tersebut kemudian menarik perhatian tetangga. Salah seorang saksi berinisial P bahkan menghubungi Jamal melalui WhatsApp dan menyarankan agar pintu didobrak karena khawatir korban mengalami sesuatu.

Baca: Modus Investasi Proyek, Polisi Ungkap Kerugian Korban Capai Rp7,1 Miliar

"Saksi mengirim chat WA kepada Jamal, bilang 'Dobrak aja pintunya, Om, mana tahu pingsan'," imbuhnya.

Jamal kemudian mencongkel bagian jendela. Saat saksi mendatangi kontrakan, korban sudah terlihat tergeletak di ruangan depan.

"Pada saat itu, Saksi P melihat korban telah terbaring di ruangan depan dengan mata terbelalak. Saksi kemudian bertanya kepada Jamal 'Pingsan, Om?'," jelasnya.

Baca: Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Jamal lalu berpura-pura memeriksa kondisi korban dan menyatakan SS telah meninggal. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada ketua RT hingga polisi datang ke lokasi.

"Selanjutnya Jamal melaporkan kejadian tersebut kepada Pak RT dan tetangga sekitar rumah. Kemudian Ketua RT menghubungi 110 dan melaporkan kejadian tersebut," ungkapnya.

Baca: Polisi Dalami Dugaan Dana Kelompok Anarko Berkedok Kegiatan Sosial

Polisi Bongkar Skenario Bunuh Diri

Penyelidikan Unit Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci menemukan sejumlah kejanggalan. Polisi akhirnya memastikan SS bukan meninggal karena bunuh diri, melainkan menjadi korban pembunuhan.

"Hasil penyelidikan kami, pelaku ini membuat sandiwara seakan-akan korban ini stres bunuh diri akibat masalah dengan suaminya," imbuhnya.

Baca: Kasus Rektor Unsoed Jadi Sorotan, Komisi X DPR Dorong Evaluasi Sistem Penerimaan Maba

Hubungan Jamal dan korban diketahui bermula dari pertemanan saat keduanya pernah bekerja di sebuah rumah makan. Sehari sebelum korban ditemukan meninggal, SS datang ke tempat kerja Jamal dan meminta izin menggunakan rumah kontrakannya untuk beristirahat setelah bertengkar dengan suaminya.

"Korban ini datang menemui pelaku di tempat kerjanya. Korban bilang ke pelaku 'Pinjam dulu kunci rumahmu lah, Kakak mau istirahat. Kakak bertengkar sama abangmu (suami korban)'. Dikasihlah kunci itu ke korban saat itu," ungkapnya.

Baca: Polda Metro Bongkar Pabrik Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Menurut polisi, pembunuhan terjadi setelah keduanya terlibat cekcok. Jamal disebut mengajak korban berhubungan badan, tetapi ajakan tersebut ditolak.

"Korban lagi galau, berantem sama suaminya, kemudian si pelaku habis memakai narkoba dan mengajak korban berhubungan badan, tetapi korban menolak. Sehingga akhirnya pelaku emosional dan mencekik korban hingga tewas," katanya.

Setelah kejadian, Jamal meninggalkan korban dan bermalam di tempat pencucian motor tempatnya bekerja. Ia kemudian kembali ke rumah kontrakan pada Rabu siang bersama seorang temannya.

Baca: KPK Sita Rp764 Juta dalam OTT Unsoed, Uang Tunai Rp665 Juta Diamankan

Untuk menghilangkan jejak, Jamal diduga mengunci rumah dari luar sebelum keluar melalui jendela. Kunci kemudian dilemparkan ke dalam rumah sehingga kondisi tersebut seolah-olah menunjukkan pintu terkunci dari dalam.

"Jadi saat dia pergi dari kontrakan itu, dia mengunci rumah kontrakan dari luar. Setelah itu dia keluar melalui jendela dan kunci dilempar ke dalam kontrakan. Jadi seakan-akan korban terkunci dari dalam," jelasnya.

Baca: Mantan Menteri Sri Lanka Ditangkap, Diduga Terlibat Pencurian Batu Keramat Raja

Polisi juga menemukan keterangan Jamal berubah-ubah selama pemeriksaan. Alibinya disebut tidak sesuai dengan keterangan saksi dan rekaman CCTV.

"Pelaku waktu kita amankan pertama kali keterangannya selalu berubah-ubah. Alibinya banyak bertolak belakang dengan para saksi lain dan alat bukti CCTV yang kita punya. Tapi setelah keluar hasil autopsi Biddokes Polda Riau, Kamis pagi kemarin, pelaku sudah tidak bisa mengelak lagi," pungkasnya.

Jamal kini diamankan di Polsek Pangkalan Kerinci untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut. Polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa pembunuhan tersebut. (SM)



Terkait
Polda Riau Geledah Kantor PUPR Rohil, Usut Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Rp31,6 Miliar
Polda Riau Geledah Kantor PUPR Rohil, Usut Dugaan Korupsi Proyek Jembatan Rp31,6 Miliar
Waksabi Perkuat Pengawasan Lapas Pekanbaru, Kalapas Tek
Diduga 225 Hektare Lahan Kelompok Masuk Kawasan Kelolaa
Tim Gabungan Razia Angkutan Barang Besar-Besaran di Pek
Lainnya
Humas PT MAN: Penting Jaga Kebersihan Untuk Cegah Penyebaran Virus Covid-19
Humas PT MAN: Penting Jaga Kebersihan Untuk Cegah Penyebaran Virus Covid-19
Dua Kader Partai Perindo Terpilih Jadi Anggota DPRD Kab
Jika Kekerasan Suku Uighur Berkaitan dengan Islam, PBNU
Tersangka Kasus Mafia Bola Bakal Bertambah Pekan Depan
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Kriminal
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Riau Tangani Barang Bukti DNA
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Riau Tangani Barang Bukti DNA
Presenter TVRI Papua Barat Tewas, Polisi Tetapkan Dua T
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar
Politik
Prabowo Lantik Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Ini Susunan Barunya
Prabowo Lantik Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Ini Susunan Barunya
APMI Siapkan Pemimpin Muda, Dorong Inovasi dan Kepeduli
Hakim MK Singgung Munkar-Nakir Saat Hasyim Asy’ari Be
Hukum
Pengamat Soroti Kasus Narkoba Tiga Anggota DPRD Jatim dari Gerindra
Pengamat Soroti Kasus Narkoba Tiga Anggota DPRD Jatim dari Gerindra
Dirjenpas Mashudi Mundur, Polemik Lapas Cibinong Beruju
Korupsi MBG Masuk Babak Baru, Dadan Hindayana Segera Di
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Nasional
Prabowo Lantik Budi Gunawan Jadi Wantimpres, PDIP: Selamat Bekerja
Prabowo Lantik Budi Gunawan Jadi Wantimpres, PDIP: Selamat Bekerja
Syahrul Aidi Sambut Menlu Baru, BKSAP DPR Siap Berkolab
Arsip Pendidikan Gibran Tak Ditemukan di KBRI Singapura