Polisi Dalami Dugaan Dana Kelompok Anarko Berkedok Kegiatan Sosial

Kanama
Kamis, 27 Agustus 2026 20:12:23

KANALSUMATERA.com - Jakarta — Polda Metro Jaya tengah mendalami dugaan penggalangan dana yang dilakukan kelompok yang disebut terafiliasi dengan jaringan anarko untuk mendukung upaya menunggangi aksi penyampaian pendapat di sekitar Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis (27/08/2026).

Polisi menemukan indikasi bahwa penggalangan dana tersebut dikemas melalui kegiatan sosial. Namun, penyidik menduga dana yang terkumpul justru diarahkan untuk kepentingan yang berpotensi melanggar hukum.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Immanudin mengatakan pihaknya masih menelusuri pola penggalangan dana tersebut, termasuk dugaan penyimpangan penggunaannya.

Baca: Lima Pejabat Lapas Cibinong Dinonaktifkan, Kalapas Ikut Diperiksa

"Ini yang kita lakukan pendalaman. Karena kami menemukan ada indikasi membalut dengan kegiatan sosial, tapi kemudian penggunaannya digunakan untuk hal yang melawan hukum," kata Iman, Kamis (27/08/2026).

Menurut Iman, penyidik menemukan adanya ketidaksesuaian antara kegiatan sosial yang diklaim dengan dugaan pemanfaatan dana di lapangan. Karena itu, polisi melakukan pendalaman khusus untuk mengetahui tujuan sebenarnya dari penggalangan tersebut.

Baca: Modus Investasi Proyek, Polisi Ungkap Kerugian Korban Capai Rp7,1 Miliar

"Nah inilah yang makanya kami lakukan apa pendalaman khusus yang tadi itu. Karena kami juga cukup menarik ketika ditemukan seperti ada penggalangan dana untuk kegiatan sosial ,namun ternyata kegiatannya adalah bukan untuk kegiatan sosial. Nah itu yang kami dalami," ungkapnya.

Konsolidasi Sebelum Aksi di DPR

Polda Metro Jaya sebelumnya mengungkap adanya konsolidasi kelompok yang diduga terafiliasi dengan anarko untuk menunggangi aksi penyampaian aspirasi di kawasan DPR/MPR.

Baca: Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai

Konsolidasi tersebut disebut berlangsung secara bertahap. Polisi mengidentifikasi adanya penguatan narasi, pengumpulan donasi, mobilisasi massa hingga persiapan sejumlah sarana.

"Konsolidasi tersebut berlangsung secara bertahap dan menunjukkan adanya proses penguatan narasi, pengumpulan donasi, mobilisasi, serta persiapan sarana yang diduga akan digunakan di dalam penggunaan penunggangan aksi tersebut," kata Iman.

Baca: Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

Salah satu isu yang disebut berkembang dalam konsolidasi tersebut adalah RUU Perampasan Aset. Kelompok itu juga diduga menyebarkan sejumlah flyer yang dinilai provokatif melalui media sosial serta mengajak elemen lain untuk memperluas penyebaran isu dan mobilisasi massa.

"Dalam hal penggalangan donasi, diduga ada indikasi upaya-upaya menerima dana baik langsung, maupun tidak langsung," katanya.

Polisi Amankan 65 Orang

Baca: UIN Jakarta dan Sekolah Islam Pamulang Memanas, Sengketa Pengelolaan Berujung Ketegangan

Dalam rangkaian penindakan tersebut, Satgas Penegakan Hukum Polda Metro Jaya mengamankan 65 orang yang diduga terkait dengan upaya menunggangi aksi di DPR/MPR. Dua orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Polisi juga menyita sejumlah barang yang diduga dipersiapkan untuk mengganggu keamanan selama aksi. Barang bukti yang disebut antara lain 39 senjata tajam, dua airsoft gun, gotri, jeriken bahan bakar, serta botol kaca yang dilengkapi sumbu.

Baca: KPK Ungkap Uang Gratifikasi Rektor Unsoed Dipakai Beli Tiga Bidang Tanah

Polda Metro Jaya menegaskan penyampaian pendapat di muka umum tetap merupakan hak masyarakat. Namun, aparat menyatakan akan mengambil tindakan terhadap pihak yang menggunakan aksi sebagai sarana melakukan kekerasan atau mengganggu ketertiban.

"Penyampaian aspirasi masyarakat harus disampaikan melalui ruang keselamatan dah harus mendapat perlindungan dan potensi-potensi kekerasan harus dicegah sedini mungkin, sehingga demokrasi memberikan ruang bagi perbedaan pendapat, tetapi tidak memberikan ruang bagi kekerasan," tegas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.

Polisi masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap aliran dana, pihak yang terlibat dalam penggalangan, serta tujuan penggunaan dana tersebut. (SM)



Terkait
Sidang Praperadilan Lodewyk Memanas, Eks Waka BGN Tegaskan Tak Pernah Intervensi Pengadaan
Sidang Praperadilan Lodewyk Memanas, Eks Waka BGN Tegaskan Tak Pernah Intervensi Pengadaan
Bos Tambang Akui Serahkan Rp1 Miliar untuk Atur LHP Omb
KKP Pastikan Investasi di KITB Tetap Berjalan, Penyegel
Galian C Ilegal Kembali Digerebek Polda Riau, Kali ini
Lainnya
15 Srikandi Polisi Militer Kawal Kirab Bendera Pusaka dari Monas Menuju Istana
15 Srikandi Polisi Militer Kawal Kirab Bendera Pusaka dari Monas Menuju Istana
Direktur SMK Kemendikbud Puji Keberadaan SMK Muhammadiy
Mobil Avanza Terjun ke Jurang di Wilayah Objek Wisata S
Pakai Dana Pribadi, 60 Kepala SMK di Bandar Lampung Pel
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan