BNN Bongkar Persenjataan Bandar Narkoba Kampung Bahari untuk Hadapi Aparat

Kanama
Jumat, 14 Agustus 2026 16:34:38

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap fakta mengejutkan dalam pengembangan kasus jaringan narkoba di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sejumlah bandar besar di kawasan tersebut diduga telah menyiapkan senjata api ilegal untuk menghadapi petugas saat dilakukan penindakan. Jumat (14/08/2026).

Direktur Penindakan dan Pengejaran Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan, mengatakan persenjataan tersebut ditemukan dalam pengembangan kasus terhadap MR alias Bos Gendut, salah satu bandar besar yang selama ini menjadi buronan.

"Para bandar besar di Kampung Bahari sudah mempersiapkan diri dengan membeli senjata senjata secara ilegal untuk melawan petugas," ujar Roy.

Baca: Sebelum Jual Konten Asusila, Dua Pria di Bogor Ternyata Sempat Menganggur

Menurut Roy, informasi mengenai kepemilikan senjata itu diperoleh setelah BNN melakukan penangkapan terhadap MR. Pria tersebut sebelumnya diburu terkait kasus kepemilikan sekitar 98 kilogram sabu yang diungkap pada November 2025.

MR ditangkap BNN pada Rabu (12/08/2026) malam ketika sedang berada di sebuah klinik kecantikan di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat. Penangkapan itu kemudian dikembangkan dengan penggeledahan sejumlah lokasi di Kampung Bahari.

Baca: Polda Metro Bongkar Pabrik Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Dalam operasi tersebut, petugas BNN mendapat perlawanan dari sejumlah loyalis jaringan MR. Aparat yang didukung personel Brimob Polda Metro Jaya kemudian melakukan pengamanan untuk mengendalikan situasi.

Dari penggeledahan, BNN mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain narkotika jenis ganja atau gorila, senjata api, peluru, senjata tajam jenis samurai, telepon seluler, serta kendaraan.

"Selain penggeledahan di rumah Bos Gendut tim juga melakukan penggeledahan ke rumah bandar besar Kampung Bahari, yaitu Arif alias Lopes dan Kimmul. Berdasarkan informasinya, mereka semua memiliki senjata api," kata Roy.

Baca: DPO Dua Tahun Ditangkap, Polda Riau Bongkar Dugaan Pemodal Kayu Ilegal di Kampar

BNN juga menemukan indikasi adanya narkotika dan senjata api di rumah MR. Barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas jaringan tersebut antara lain sabu sekitar 1 kilogram, ekstasi, vape, uang tunai, serta senjata Glock.

"Jadi tadi pagi itu adalah kegiatan penggeledahan rumah Bos Gendut karena berdasarkan keterangan Bos G di rumahnya masih ada narkoba jenis sabu 1 kilogram, ekstasi, vape, uang tunai, dan senjata Glock," imbuhnya.

Baca: KPK Telusuri Selisih 2.000 SGD dari Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut

Selain perkara narkotika, BNN mengembangkan penyidikan terhadap dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan MR. Penyidik menyita uang tunai sekitar Rp1,277 miliar dan sejumlah aset dengan nilai hampir Rp40 miliar.

Nilai aset yang diamankan tersebut mencapai sekitar Rp39,95 miliar. Sejumlah kendaraan juga turut disita dalam pengembangan perkara.

BNN masih mendalami jaringan narkoba yang dikendalikan MR karena diduga memiliki cakupan antarprovinsi. Aparat juga masih memburu sejumlah pihak lain yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut.

Baca: Polisi Pengintimidasi Satpam Bundaran HI Ternyata Sedang BKO di Kemendagri, Propam Dalami Kasus

Penangkapan MR dan pengungkapan kepemilikan senjata api ilegal menjadi bagian dari upaya BNN membongkar jaringan narkoba di Kampung Bahari secara lebih luas. Perlawanan loyalis serta dugaan persiapan persenjataan menunjukkan aparat menghadapi jaringan yang memiliki sumber daya dan struktur cukup kuat. (SM)



Terkait
Bongkar Mafia BBM Subsidi di Rohil, Polda Riau Tangkap 3 Tersangka dan Sita Dua Truk Tangki
Bongkar Mafia BBM Subsidi di Rohil, Polda Riau Tangkap 3 Tersangka dan Sita Dua Truk Tangki
Pemprov Riau dan Komnas HAM Bahas Sengketa Lahan di Roh
Operasi Patuh 2026 Digelar 8–21 Juni, Korlantas Polri
PETI Ilegal Makin Marak, Ratusan Hektar Sawah Terancam
Lainnya
Bupati Kampar Bahas Strategi Sawit Bersama GAPKI, Perkuat Sinergi Berbasis Data dengan BPS
Bupati Kampar Bahas Strategi Sawit Bersama GAPKI, Perkuat Sinergi Berbasis Data dengan BPS
Rilis BPS Angka Kemiskinan di Riau: Tertinggi Pelalawan
Nama Sandiaga Uno Disebut di Bursa Calon Ketua Umum PPP
Wanita Ini Kritis, Setelah Iseng Jadikan Jus Buah Sebag
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Kriminal
Presenter TVRI Papua Barat Tewas, Polisi Tetapkan Dua Tersangka Penganiayaan
Presenter TVRI Papua Barat Tewas, Polisi Tetapkan Dua Tersangka Penganiayaan
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen