Polisi Pengintimidasi Satpam Bundaran HI Ternyata Sedang BKO di Kemendagri, Propam Dalami Kasus

Kanama Amar
Senin, 3 Agustus 2026 22:33:42

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Perkembangan baru terungkap dalam kasus dugaan intimidasi terhadap petugas keamanan (satpam) proyek MRT di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Tiga anggota Polda Jawa Barat yang terlibat dalam insiden tersebut diketahui sedang menjalankan tugas Bawah Kendali Operasi (BKO) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) saat peristiwa terjadi. Senin (03/08/2026).

Informasi itu disampaikan kuasa hukum satpam korban intimidasi, Fiktor Harefa (27), yakni Wiradarma Harefa, usai kliennya memenuhi panggilan pemeriksaan oleh penyidik Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Jawa Barat di Mapolsek Metro Menteng.

"Dalam surat panggilan yang kami terima, di situ mereka (tiga anggota Polda Jabar pengintimidasi Fiktor) itu ditempatkan untuk tugas khusus di salah satu kementerian, Kementerian Dalam Negeri," ungkap Wira kepada wartawan.

Baca: Kasus Korupsi Motor Listrik BGN Memasuki Babak Baru, Lima Tersangka Segera Disidang

Meski demikian, Wira mengaku tidak mengetahui secara rinci tugas yang sedang dijalankan ketiga anggota polisi tersebut selama berada di Jakarta.

"Tidak dijelaskan, kami tadi tidak bertanya. Tapi intinya sedang berdinas di salah satu kementerian gitu ya, berdasarkan surat kami baca surat panggilan ya," ucapnya.

Baca: Bareskrim Bekuk Buron Impor HP Bekas Ilegal Senilai Rp253 Miliar

Kasus ini bermula dari insiden di pelican crossing Bundaran HI pada Rabu (23/07/2026). Tiga anggota kepolisian yang bertugas di Polda Jawa Barat melintas dengan mobil Toyota Alphard hitam dan menerobos lampu penyeberangan.

Saat mendapat teguran dari Fiktor yang sedang bertugas sebagai satpam proyek MRT, ketiganya justru diduga melakukan intimidasi hingga terjadi adu mulut di lokasi.

Pengemudi mobil diketahui merupakan Brigadir Raka Putra Wibawa. Selain menerobos pelican crossing, kendaraan yang dikendarainya juga menggunakan pelat nomor palsu D 1828 XHQ yang diduga dipasang untuk menghindari kebijakan ganjil genap di Jakarta.

Baca: Pengamat Soroti Kasus Narkoba Tiga Anggota DPRD Jatim dari Gerindra

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya kemudian memastikan bahwa Toyota Alphard tersebut bukan kendaraan dinas Polri, melainkan milik seorang warga sipil di Jakarta.

"Identitas nomor kendaraan asli B 97 ELI. (Pemilik Alphard-nya) masyarakat biasa, bukan anggota Polri, bukan pejabat," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani.

Baca: KPK Geledah Kementerian ATR/BPN, Bidik Bukti Kasus Suap HGB Summarecon

Hasil penelusuran kepolisian menyebut mobil tersebut dipinjam oleh ketiga anggota Polda Jawa Barat selama mereka bertugas di Jakarta. Mereka kemudian memasang pelat nomor asal Bandung yang tidak sesuai dengan identitas kendaraan.

"Orang Jakarta, dipinjam sama orang Bandung menggunakan pelat Bandung dia bawa gitu," kata Ojo.

Atas pelanggaran yang dilakukan, Brigadir Raka sebagai pengemudi telah dikenai sanksi tilang dengan denda sebesar Rp1 juta. Sementara itu, ketiga anggota Polda Jawa Barat tersebut kini menjalani penempatan khusus (patsus) di Propam Polda Jawa Barat sembari menunggu proses sidang kode etik profesi terkait dugaan pelanggaran disiplin dan perilaku mereka saat insiden di Bundaran HI. (SM)



Terkait
Wamenag Desak Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras Diusut Tuntas
Wamenag Desak Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras Diusut Tuntas
Waksabi Perkuat Pengawasan Lapas Pekanbaru, Kalapas Tek
Satresnarkoba Polres Bengkalis Gagalkan Peredaran 8 Kg
KUHP berlaku 2 Januari 2026, Salah satunya Pelaku Hubun
Lainnya
Ganjar Minta Gerindra Fokus Rakyat Sebelum Bicara Pilpres 2029
Ganjar Minta Gerindra Fokus Rakyat Sebelum Bicara Pilpres 2029
SPR Langgak Latih UMKM Binaan Dalam Pengelolaan Limbah
Polres Karimun Imbau Warga Perpanjang SIM Seminggu Sebe
Aniaya Kepala Sekolah, Siswa SMA di Riau jadi Tersangka
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Hukum
MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Buntut Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Buntut Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Syahrul Aidi: Investasi Asing Harus Sejalan Kepentingan
Pesantren Kampar Desak Propam Periksa Dugaan Intimidasi
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I