Galian C Ilegal Kembali Digerebek Polda Riau, Kali ini di Tapung: Sejumlah Alat Berat Diamankan

Mawardi Tombang
Minggu, 18 Januari 2026 05:02:16

KANALSUMATERA.com - Kampar - Polda Riau melalui Polres Kampar kembali membongkar tambang ilegal yang merusak lingkungan. Tindakan ini diperlukan untuk menegakkan peraturan yang ada hingga perlindungan lingkungan dari tangan jahil.

Setelah tambang sirtu ilegal di Kecamatan Tambang, kini giliran tambang Galian C disikat oleh jajaran Polres Kampar dan Kodim 0313/Kampar. Operasi yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Kampar AKP Gian Wiatma tersebut berlangsung di Desa Pancuran Gading, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, pada Sabtu (17/1/2026) siang.

Dalam pengungkapan ini, TNI dan Polri menangkap tiga orang tersangka dan menyita alat berat. Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang mengatakan operasi ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberantas praktik penambangan tanpa izin yang merugikan negara.

"Penindakan ini adalah bukti nyata sinergitas TNI dan Polri di Kabupaten Kampar dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menegakkan aturan. Kami tidak akan menoleransi aktivitas penambangan tanpa izin sah yang merugikan negara dan merusak ekosistem," kata Boby dalam keterangannya yang dikutip dari Detik.

Baca: Ruben Onsu Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Investasi, Polisi Siapkan Pemeriksaan

Boby menambahkan penegakan hukum ini juga sejalan dengan program Green Policing yang diusung Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. Boby menegaskan pihaknya tidak akan segan-segan menindak penambang ilegal yang merusak lingkungan. "Siapa pun yang melakukan penambangan ilegal akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.

Boby menjelaskan operasi ini bermula dari informasi masyarakat terkait adanya aktivitas penambangan pengurugan tanah yang tidak berizin, yang terletak di KM 18 Desa Pancuran Gading, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Mendapatkan informasi tersebut, tim gabungan Satreskrim Polres Kampar dan Kodim 0313/Kampar bergerak ke lokasi.

"Setibanya di lokasi, anggota melihat ada dua unit ekskavator yang sedang bekerja, berikut operatornya kami amankan," tegas Boby.

Dalam Dua penggerebekan, operator alat berat yakni JS (41) dan PS (50) langsung diamankan. Selain itu, petugas juga mengamankan pria inisial N (38) yang bertugas selaku pengawas lapangan.

Baca: Tiga Pelaku Pembalakan Liar di Suaka Margasatwa Kerumutan Riau Diciduk, Ratusan Kayu Ilegal Disita

"Total ada tiga orang yang kami tangkap, yakni dua operator dan satu orang pengawas," imbuhnya.

Selain mengamankan para tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti guna kepentingan penyidikan, antara lain: 1 unit alat berat ekskavator merk Komatsu warna kuning, 1 unit alat berat ekskavator merk Liugong warna kuning, dan 1 unit ponsel merk Samsung A16 yang berisi riwayat percakapan transaksi dengan pembeli tanah urug.

Para tersangka kini telah ditahan di Mapolres Kampar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Mereka dijerat dengan Pasal 158 jo Pasal 35 UU RI Nomor 3 Tahun 2020 tentang perubahan atas UU RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba), serta Jo Pasal 21 KUHPidana.

Langkah selanjutnya, pihak Polres Kampar akan melakukan koordinasi dengan ahli pertambangan serta mempercepat pelimpahan berkas perkara tahap I ke Kejaksaan. Penindakan ini diharapkan dapat memberikan efek jera terhadap para pelaku perusakan lingkungan dan penambang ilegal di wilayah hukum Kabupaten Kampar.

Terkait
Sengketa Lahan Sawit di Bengkalis, Koperasi BBDM Minta Penetapan Tapal Batas Sebelum Panen
Sengketa Lahan Sawit di Bengkalis, Koperasi BBDM Minta Penetapan Tapal Batas Sebelum Panen
Bongkar Mafia BBM Subsidi di Rohil, Polda Riau Tangkap
Respon Laporan Masyarakat, Satpol PP Kampar Turun Ke lo
Adanya Dugaan Klaim Fiktif BPJS Kesehatan, Polda Kepri
Lainnya
Usai Pimpin KNPI, Abu Nazar Dipercaya Pimpin Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam Kampar
Usai Pimpin KNPI, Abu Nazar Dipercaya Pimpin Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam Kampar
PLN Jangan Sampai Rampok Uang Rakyat Melalui Tagihan Li
Siti Zuhro: Lembaga Survei Harus Laporkan ke Publik Sia
Upacara HUT KORPRI dan PGRI di Kecamatan Kampa Berlangs
Ekonomi
Kanada Balas Tarif AS 50 Persen, Mark Carney Siapkan Perlawanan Dolar demi Dolar
Kanada Balas Tarif AS 50 Persen, Mark Carney Siapkan Perlawanan Dolar demi Dolar
Karmila Sari Dorong UMKM Pekanbaru Inovatif dan Manfaat
BI Bali Perluas Pasar UMKM Wastra dan Kerajinan Lewat K
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Nasional
Desa Adat Sade Lombok Dilalap Api, Ratusan Bangunan Rumah Sasak Tinggal Puing
Desa Adat Sade Lombok Dilalap Api, Ratusan Bangunan Rumah Sasak Tinggal Puing
Polda Riau Turunkan Tim Medis dan Trauma Healing untuk
Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla, Riau Jadi Wilayah
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Global
HNW Desak Tekanan Internasional Diperkuat Usai Israel Tolak Proposal Damai BoP
HNW Desak Tekanan Internasional Diperkuat Usai Israel Tolak Proposal Damai BoP
Kevin Lamour Dipecat FIFA Usai Kritik Proyek Gianni Inf
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Milik Teheran, Bantah