Respon Laporan Masyarakat, Satpol PP Kampar Turun Ke lokasi Tambang Galian C Empat Balai
KANALSUMATERA.com - Kuok - Warga Desa Empat Balai merasa resah dengan kehadiran Galian C ilegal yang beroperasi di desa mereka. Mereka spontan melaporkan aktifitas ilegal tersebut ke Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kampar beberapa hari yang lalu
Mendapat laporan warga, tim Yustisi dari Satpol PP Kabupaten Kampar, bersama BKO (Bawah Kendali Operasi) dari Polri dan TNI langsung turun ke lokasi Tambang Galian C tersebut, Selasa (10/2/2026) siang.
Tim yang turun pada kesempatan tersebut dipimpin oleh Plt. Kasatpol PP Kampar Zulfikar,S.Ag, M.Si diwakili Kabid Gada Rahmat Fajri,S.STP,M.Si melalui Kepala Seksi Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kampar, Zulhendri, SE.
Setiba di lokasi, terlihat memang tidak ada lagi aktivitas galian. Namum di lokasi, masih terlihat tiga unit alat berat ekskavator, masyarakat setempat serta salah seorang pengawas Galian C, bapak Apen.
Dalam kesempatan itu, Apen menyebut bahwa pemilik kegiatan Galian C tersebut adalah bapak Rade yang tinggal di Kota Pekanbaru. Dimana, usaha Galian C ini baru beroperasi lebih kurang satu minggu.
Baca: Tim Gabungan Razia Angkutan Barang Besar-Besaran di Pekanbaru: Targetkan ODOL dan Surat Kendaraan
Sementara itu Kasi PPNS Satpol PP Kampar Julhendri, selaku pimpinan tim menyampaikan agar tambang ini untuk ditinjau ulang, sebab ini telah menimbulkan konflik ditengah masyarakat.
Disaksikan juga Kepala Desa Empat BalaI Abdi Syukri, melalui Apen selaku pengawas tim diminta untuk menyampaikan kepada pemilik usaha, agar nantinya dapat hadir di Kantor Satpol PP Kampar Bidang Penegakan Perda.
"Hal ini perlu dilakukan, agar pihak pengusaha untuk meninjau ulang kembali Galian C ini. Sebab, dengan adanya operasi Galian C ini telah akan menimbulkan dampak lingkungan sekitar, serta konflik dengan masyarakat." terang Julhendri.
Untuk itu, Pemda Kampar melalui Satpol PP kampar, hadir dalam menyelesaikan konflik ditengah masyarakat. Karena menurut laporan warga, dengan adanya Tambang Galian C yang tidak jauh dari persawahan, ini mengakibatkan pengairan dan irigasi persawahan masyarakat menjadi kering.
