KPK Telusuri Selisih 2.000 SGD dari Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut

Kanama Amar
Rabu, 12 Agustus 2026 09:08:28

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih mengusut keberadaan uang senilai 2.000 dollar Singapura (SGD) yang menjadi selisih dalam amplop yang dikaitkan dengan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Rabu (12/08/2026).

Persoalan tersebut muncul setelah KPK menemukan fakta bahwa uang yang terkumpul dari para petani melalui koperasi unit desa (KUD) di Kabupaten Kuansing mencapai 14.000 SGD. Namun, uang yang kemudian ditemukan dan disita penyidik hanya berjumlah 12.000 SGD.

Plh Direktur Penyidikan KPK Ahmad Taufik Husein mengatakan penyidik masih menelusuri ke mana selisih 2.000 SGD tersebut.

Baca: Direktur Travelina Indonesia Ditangkap, Polisi Usut Dugaan Penelantaran 64 Jemaah Umrah

“Untuk Menhut, betul kita sudah menemukan 14.000 SGD hasil pengumpulan dari para petani-petani KUD di Kabupaten Kuansing. Tetapi kemudian ada perbedaan jumlah 12.000 SGD yang kita sita,” kata Ahmad Taufik Husein di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (10/08/2026).

Menurut Taufik, penyidik belum dapat memastikan posisi uang yang belum ditemukan tersebut. Penelusuran dilakukan dengan mencocokkan keterangan para pihak dan rangkaian peristiwa sebelum operasi tangkap tangan (OTT).

Baca: Bos Tambang Akui Serahkan Rp1 Miliar untuk Atur LHP Ombudsman, Fakta Baru Terungkap di Sidang

“Jadi, masih ditelusuri 2.000 SGD itu ada di pihak mana,” ujar dia.

KPK Cocokkan Jumlah Uang dalam Amplop

KPK juga telah meminta keterangan mengenai asal-usul uang yang dikumpulkan dari anggota KUD di Kuansing. Berdasarkan penelusuran penyidik, para petani membenarkan bahwa dana yang berasal dari Sisa Hasil Usaha (SHU) anggota KUD berjumlah 14.000 SGD.

Baca: Hukuman Mati Koruptor Kembali Mengemuka, Yusril Tegaskan Sudah Diatur dalam UU Tipikor

Meski demikian, penyidik masih mendalami apakah uang yang dibawa dalam amplop oleh Suhardiman ketika bertemu Raja Juli memang berjumlah 14.000 SGD atau sudah berubah sebelum akhirnya dikembalikan.

“Kemudian ada peristiwa di luar yang sebelum peristiwa tertangkap tangan terjadi kan ada proses pengembalian. Nah, ini yang kita sedang cross-check apakah kemudian betul-betul amplop yang dibawa oleh Bupati Kuansing itu 14.000 atau 12.000 (dollar Singapura),” ucap dia.

Baca: Diduga Buang Puntung Rokok, Pria di Inhu Diamankan usai 5 Hektare Lahan HPK Terbakar

KPK turut mendalami rangkaian pertemuan antara Suhardiman dan Raja Juli sebelum OTT. Penyidik disebut menemukan adanya sejumlah pertemuan yang berlangsung sebelum pertemuan pada 2 Juni 2026.

Raja Juli Hindari Pertanyaan soal Selisih 2.000 SGD

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memilih tidak memberikan penjelasan mengenai selisih uang tersebut ketika ditanya wartawan.

Baca: Puluhan Karyawan Gugat PT Bina Karya, Perusahaan Pengembang IKN Terancam Sengketa Hubungan Kerja

Saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (11/8/2026), Raja Juli justru mengarahkan pembicaraan pada isu reforma agraria.

“Kita ngomongin reforma agraria hari ini,” ujar Raja Juli.

Baca: KPK Dalami Korupsi PUPR Riau, Enam Saksi Kembali Diperiksa

Ketika kembali dimintai klarifikasi, Raja Juli hanya menyampaikan permintaan maaf sebelum masuk ke mobil.

“Maaf," katanya.

Kasus ini menjadi bagian dari penyidikan KPK terkait dugaan korupsi yang menyeret Suhardiman Amby. Uang yang dikumpulkan dari petani KUD tersebut tengah didalami kaitannya dengan pengurusan rekomendasi atau persoalan kawasan hutan di Kabupaten Kuansing.

Baca: BASMI Desak Kejati Riau Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Smartboard Rp5 Miliar

Hingga kini, keberadaan 2.000 SGD yang menjadi selisih antara dana yang disebut terkumpul dan uang yang disita KPK masih menjadi bagian dari penelusuran penyidik. (SM)

Terkait
Warga Bengkalis Datangi Inspektorat Tagih Kejelasan Laporan Eks Kades Darul Aman atas Sejumlah Kasus
Warga Bengkalis Datangi Inspektorat Tagih Kejelasan Laporan Eks Kades Darul Aman atas Sejumlah Kasus
225 Hektare Lahan Petani Dikuasai Agrinas, Warga Bengka
Diduga 225 Hektare Lahan Kelompok Masuk Kawasan Kelolaa
Masyarakat Adat Rantau Kasai Tidak Terima Disebut Penja
Lainnya
Tenda Haji di Mina Siap, Menhaj Klaim Hemat Rp 180 M
Tenda Haji di Mina Siap, Menhaj Klaim Hemat Rp 180 M
Alumni Pesantren Darussalam akan Padati Gedung Mahligai
Keberadaan PKBM Rumah Kerlip Kampar, Dari Desa Menuju P
Ini Empat Jenis Sayuran yang Ampuh Melawan Kanker
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Hukum
KPK Telusuri Selisih 2.000 SGD dari Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut
KPK Telusuri Selisih 2.000 SGD dari Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut
Kejagung Periksa Sekretaris Kepala BGN, Kasus Dugaan Ko
Bareskrim Tangkap 3 Wanita di Pekanbaru, 10 Kg Sabu Sen
Olahraga
Bupati Kampar Buka Turnamen Bulutangkis Korpri, 80 Tim Ramaikan HUT Riau dan RI
Bupati Kampar Buka Turnamen Bulutangkis Korpri, 80 Tim Ramaikan HUT Riau dan RI
Wabup Misharti Buka Seleksi PORSENIJAR PGRI Kampar 2026
Bonus Rp27 Miliar Tak Kunjung Cair, Atlet dan Pelatih R
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Global
Eksodus Tenaga Ahli dari Israel Meningkat, Sektor Teknologi dan Kesehatan Terancam Kehilangan SDM
Eksodus Tenaga Ahli dari Israel Meningkat, Sektor Teknologi dan Kesehatan Terancam Kehilangan SDM
Turki Tegaskan Pakta Pertahanan Mekkah Bukan untuk Meng
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal D