Sengketa Lahan Sawit di Bengkalis, Koperasi BBDM Minta Penetapan Tapal Batas Sebelum Panen

Mawardi Tombang Amar
Senin, 3 Agustus 2026 21:20:36

KANALSUMATERA.com - BENGKALIS – Sengketa lahan sawit di Bengkalis antara Koperasi BBDM dan Medang Kampai Maju Jaya dihentikan sementara. Polisi minta penetapan tapal batas sebelum panen.

Sengketa lahan kelapa sawit antara Koperasi Produsen Bukit Batu Darul Makmur (BBDM) dan Koperasi Medang Kampai Maju Jaya di Kabupaten Bengkalis memicu penghentian sementara aktivitas panen. Keputusan ini diambil setelah dilakukan mediasi oleh Kepolisian Resor Bengkalis melalui Polsek Siak Kecil, Senin (3/8/2026), guna mencegah potensi konflik di lapangan.

Penghentian aktivitas panen dilakukan menyusul adanya perbedaan pendapat terkait batas areal yang belum ditetapkan secara resmi. Aparat kepolisian bersama TNI turun langsung untuk memastikan situasi tetap kondusif serta menghindari bentrokan antara kedua pihak yang bersengketa.

Mediasi yang dipimpin Kanit Intel Polsek Siak Kecil, Gus Irawan, menekankan pentingnya menahan diri dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan persoalan hukum. Kedua belah pihak diminta menunggu proses penetapan tapal batas secara resmi sebelum melanjutkan kegiatan di lapangan.

Baca: Kejati Riau Terima 4 SPDP Korupsi Jembatan Air Hitam Rohil, 10 Jaksa Kawal Penyidikan

Perwakilan Ketua Koperasi BBDM, Rojunel Jasa, menegaskan pihaknya tidak menolak penugasan yang diberikan oleh PT Agrinas Palma Nusantara kepada Koperasi Medang Kampai Maju Jaya. Namun, ia menilai pemanenan tidak seharusnya dilakukan sebelum batas areal dipastikan melalui proses pemetaan bersama.

"Kami meminta agar penentuan batas dilakukan secara resmi dengan pemetaan menggunakan titik koordinat yang jelas, bukan melalui pengukuran sepihak. Kami siap duduk bersama dengan Koperasi Medang Kampai Maju Jaya dan pihak Agrinas untuk menyelesaikan persoalan ini secepatnya," ujar Rojunel.

Menurutnya, kejelasan batas lahan sangat penting mengingat Koperasi BBDM masih memiliki tanggung jawab terhadap karyawan, petugas keamanan, fasilitas operasional, hingga kewajiban administrasi dan keuangan yang harus diselesaikan.

"Kami tidak menghalangi pekerjaan siapa pun. Yang kami minta hanya kepastian batas lahan sehingga semua pihak memiliki dasar yang jelas dalam bekerja," katanya.

Baca: Rumah Kadis PUPR Bengkulu Digeledah, KPK Sita Uang Rp4 Miliar

Rojunel juga membantah tudingan bahwa lahan yang dikelola merupakan kebun ilegal. Ia menegaskan selama ini koperasi tetap menjalankan kewajiban perpajakan kepada negara.

“Selama ini kami membayar pajak kepada negara. Jadi tidak benar jika lahan yang kami kelola diklaim sebagai lahan ilegal. Kami berharap negara hadir memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi anggota koperasi,”pungkasnya

Sementara itu, Manajer Lapangan Koperasi Medang Kampai Maju Jaya, Subakti, menyampaikan bahwa pihaknya berada di lokasi berdasarkan surat penugasan dari PT Agrinas Palma Nusantara.

"Kami menjalankan tugas sesuai surat penugasan. Namun di lapangan masih terdapat persoalan batas areal yang belum disepakati bersama," ujar Subakti.

Baca: BASMI Desak Kejati Riau Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Smartboard Rp5 Miliar

Ia mengakui bahwa kegiatan panen dihentikan setelah adanya keberatan dari Koperasi BBDM yang meminta penundaan hingga batas areal dipastikan secara resmi melalui pemetaan oleh pihak berwenang.

Subakti menilai solusi terbaik dalam sengketa ini adalah melalui musyawarah bersama yang melibatkan kedua koperasi dan PT Agrinas Palma Nusantara.

Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian menegaskan tidak memiliki kewenangan untuk menentukan kepemilikan maupun batas lahan. Peran aparat hanya sebatas menjaga keamanan dan mencegah potensi tindak pidana.

Gusirawan mengingatkan agar tidak ada aktivitas panen di areal yang belum memiliki kejelasan batas karena berisiko menimbulkan konsekuensi hukum.

Baca: Pemprov Riau dan Komnas HAM Bahas Sengketa Lahan di Rohul-Kampar, Fokus Penyelesaian Konflik Agraria

Polisi juga meminta agar penentuan batas dilakukan melalui pemetaan dan koordinat GPS guna menghindari kesalahan pengambilan hasil kebun serta meminimalisir konflik.

"Kami hanya melakukan mediasi agar tidak terjadi bentrokan. Apabila muncul tindakan yang melanggar hukum, tentu akan ada konsekuensi hukum yang berlaku. Karena itu, kami mengimbau semua pihak menjaga situasi tetap kondusif sambil menunggu penyelesaian batas areal secara resmi," tegas Gusirawan.

Rencananya, pertemuan lanjutan antara pimpinan Koperasi BBDM, Koperasi Medang Kampai Maju Jaya, dan PT Agrinas Palma Nusantara akan digelar di Pekanbaru untuk mencari solusi atas sengketa batas areal tersebut.

Hingga penetapan tapal batas dilakukan, seluruh pihak sepakat mengedepankan dialog dan menahan diri demi menjaga keamanan serta mencegah konflik berkepanjangan di lapangan. (Andi)

Terkait
Operasi Patuh 2026 Digelar 8–21 Juni, Korlantas Polri Incar Pelanggar Plat Nomor dan ETLE
Operasi Patuh 2026 Digelar 8–21 Juni, Korlantas Polri Incar Pelanggar Plat Nomor dan ETLE
Akibat Terkena Puntung Rokok saat Berkendara, Mahasiswa
Galian C Ilegal Kembali Digerebek Polda Riau, Kali ini
160 Juta Batang Rokok Ilegal di Pekanbaru Senilai Rp 39
Lainnya
Walikota Rudi Berharap Batam Kembali Juara di STQ VIII Tingkat Kota Batam Tahun 2021
Walikota Rudi Berharap Batam Kembali Juara di STQ VIII Tingkat Kota Batam Tahun 2021
Pelajar Al Jamiyatul Washliyah Minta Kepala Sekolah Dip
Kawanan Monyet Jangan Dipolitisir, Menurut Forum Petani
Bengkulu Kembangkan Destinasi Wisata Kebun Kopi
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Budaya
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan Budaya di Siak Kecil Bengkalis
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Lifestyle
RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi CAT BKN Segera Dibuka
RSUD Arifin Achmad Rekrut 94 Tenaga Kesehatan, Seleksi CAT BKN Segera Dibuka
RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Layanan Katastropik, Kanker d
Kemenkes Siapkan RSUP Pekanbaru Jadi Pusat Medical Tour
Hukum
Polisi Pengintimidasi Satpam Bundaran HI Ternyata Sedang BKO di Kemendagri, Propam Dalami Kasus
Polisi Pengintimidasi Satpam Bundaran HI Ternyata Sedang BKO di Kemendagri, Propam Dalami Kasus
Sengketa Lahan Sawit di Bengkalis, Koperasi BBDM Minta
KPK Buka Peluang Banding Usai Vonis 2 Tahun Abdul Wahid
Global
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal Dipungut Biaya 20 Persen
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal Dipungut Biaya 20 Persen
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembuny
Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Kham
Politik
Sudaryono Tegaskan SD Rusak Tak Terkait MBG, Sebut Perbandingan dengan Dapur SPPG Tidak Fair
Sudaryono Tegaskan SD Rusak Tak Terkait MBG, Sebut Perbandingan dengan Dapur SPPG Tidak Fair
Fraksi PKS DPRD Se-Riau Sampaikan Aspirasi ke Fraksi 
Hendry Munief Serap Aspirasi Komunitas MTB FORBIS Riau,
Olahraga
Wabup Misharti Buka Seleksi PORSENIJAR PGRI Kampar 2026, Dorong Sportivitas Guru
Wabup Misharti Buka Seleksi PORSENIJAR PGRI Kampar 2026, Dorong Sportivitas Guru
Bonus Rp27 Miliar Tak Kunjung Cair, Atlet dan Pelatih R
Pekanbaru Juara Umum O2SN Riau 2026, Borong 12 Medali d