Unsoed Hormati Proses Hukum, Tunggu Kejelasan KPK Usai Rektor Kena OTT

Kanama
Jumat, 21 Agustus 2026 13:33:29

KANALSUMATERA.com - Purwokerto – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) akhirnya memberikan tanggapan terkait operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyeret Rektor Unsoed Akhmad Sodiq bersama sejumlah pejabat kampus.

Pihak universitas menyatakan masih menunggu penjelasan resmi KPK mengenai perkara yang tengah diperiksa, termasuk status hukum para pihak yang diamankan dalam operasi pada Kamis (20/08/2026).

Juru Bicara Unsoed Edi Santoso mengatakan kampus belum dapat mengambil sikap lebih jauh karena informasi mengenai perkara tersebut belum disampaikan secara lengkap oleh KPK.

Baca: Dirjenpas Mashudi Mundur, Polemik Lapas Cibinong Berujung Pergantian Pimpinan

"Kita tunggu kejelasan dulu, jadi sementara belum ada sikap apa-apa. Tentu kita akan menghormati semua proses hukum, tetapi tentang seperti apa, mari kita tunggu dari KPK," ucap Edi, Jumat (21/08/2026).

Menurut Edi, Unsoed tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Namun, pihak kampus masih belum mengetahui secara pasti perkara yang menjadi dasar pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat universitas.

Baca: KPK Temukan Rekening Penampungan Setoran Saat Geledah BPN Jatim

"KPK sedang melakukan proses pemeriksaan, tetapi kami sendiri belum tahu sesungguhnya kasus apa dan orang-orang yang kemudian dibawa ke sana itu status hukumnya seperti apa," katanya.

Rektor dan Sejumlah Wakil Rektor Diamankan

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan 14 orang dari lokasi berbeda, yakni Purwokerto dan Jakarta. Salah satu pihak yang diamankan adalah Rektor Unsoed Akhmad Sodiq.

Baca: Lima Pejabat Lapas Cibinong Dinonaktifkan, Kalapas Ikut Diperiksa

Selain rektor, sejumlah wakil rektor juga disebut ikut terjaring dalam operasi tersebut. Mereka antara lain Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Noor Farid, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof Norman Arie Prayogo, serta Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Kuat Puji Prayitno.

KPK sebelumnya menyampaikan bahwa operasi tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan suap atau gratifikasi dalam proses penerimaan mahasiswa baru, termasuk di Fakultas Kedokteran Unsoed.

Baca: Kasus Chromebook, Hukuman Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun Penjara

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan terdapat dugaan transaksi bernilai ratusan juta rupiah dalam proses penerimaan mahasiswa.

"Terkait dengan dugaan penerimaan yang dilakukan oleh penyelenggara negara di lingkungan Unsoed atau Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto ini diduga terkait dengan penerimaan mahasiswa di antaranya di Fakultas Kedokteran," urainya.

"Memang ada sejumlah uang bernilai ratusan juta untuk bisa masuk sebagai mahasiswa di Fakultas Kedokteran di sana," lanjut Budi.

Baca: Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai

KPK Amankan Uang Ratusan Juta

Dalam rangkaian OTT tersebut, penyidik KPK juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai.

Baca: Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta Tegakkan Hukum Tanpa Pandang Bulu

"Adapun barang bukti yang diamankan, di antaranya uang tunai sejumlah ratusan juta rupiah," ucapnya.

Meski demikian, status hukum 14 orang yang diamankan masih menunggu hasil pemeriksaan KPK. Berdasarkan ketentuan hukum acara pidana, KPK memiliki waktu untuk menentukan status pihak-pihak yang diamankan setelah pemeriksaan awal.

Sementara itu, Unsoed memilih menunggu keterangan resmi KPK sebelum menentukan langkah selanjutnya. Kampus memastikan proses hukum akan dihormati sembari menunggu kejelasan mengenai konstruksi perkara dan status para pihak yang diperiksa.

Baca: KPK Telusuri Selisih 2.000 SGD dari Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut

Perkembangan kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut pimpinan perguruan tinggi negeri dan dugaan praktik suap dalam proses penerimaan mahasiswa baru. (SM)



Terkait
Rumah Kadis PUPR Bengkulu Digeledah, KPK Sita Uang Rp4 Miliar
Rumah Kadis PUPR Bengkulu Digeledah, KPK Sita Uang Rp4 Miliar
Bongkar Mafia BBM Subsidi di Rohil, Polda Riau Tangkap
225 Hektare Lahan Petani Dikuasai Agrinas, Warga Bengka
Bupati Kampar Fasilitasi Penyelesaian Konflik Desa Koto
Lainnya
Bupati Kasmarni Serahkan Bantuan Penampung Air Hujan di desa Buruk Bakul
Bupati Kasmarni Serahkan Bantuan Penampung Air Hujan di desa Buruk Bakul
Perusahaan di Tambang Berjanji Bantu Beasiswa dan Pendi
Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Syahrul Aidi Sampaikan Baha
Persoalkan Rekam Jejak, BPN Prabowo Tolak Najwa Shihab
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Pendidikan
UB Perkuat Pendidikan Tinggi Timor-Leste, Gandeng Dua Kementerian
UB Perkuat Pendidikan Tinggi Timor-Leste, Gandeng Dua Kementerian
Asesmen Akreditasi Dimulai, Prodi S1 Kewirausahaan Univ
Di Hadapan 700 Penerima Beasiswa BPDP, Syahrul Aidi Ung
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Kriminal
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi, Ada Latihan Menembak
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi, Ada Latihan Menembak
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Presenter TVRI Papua Barat Tewas, Polisi Tetapkan Dua T
Hukum
Densus 88 Tangkap 12 Tersangka Terorisme di 6 Provinsi, Ini Perannya
Densus 88 Tangkap 12 Tersangka Terorisme di 6 Provinsi, Ini Perannya
WNA China Diduga Curi Barang di Pesawat, Imigrasi Soett
Pengamat Soroti Kasus Narkoba Tiga Anggota DPRD Jatim d
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar