Kasus Chromebook, Hukuman Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun Penjara

Kanama
Kamis, 24 September 2026 19:19:20

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengubah hukuman mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim dalam perkara korupsi pengadaan Chromebook. Dalam putusan banding yang dibacakan Kamis (24/09/2026), hukuman penjara Nadiem dipangkas dari 10 tahun menjadi 9 tahun.

Majelis hakim Pengadilan Tinggi Jakarta tetap menyatakan Nadiem bersalah dalam perkara pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) untuk program digitalisasi pendidikan di lingkungan Kemendikbudristek.

Dalam amar putusannya, hakim menyatakan tidak terdapat alasan pembenar maupun alasan pemaaf terhadap Nadiem.

Baca: Hasto PDIP Sebut Dugaan Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Cs Sejak Pilpres 2024 Mengarah ke Makar

"Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Nadiem Anwar Makarim oleh karena itu dengan pidana penjara selama 9 tahun," ujar hakim saat membacakan putusan.

Selain hukuman penjara, majelis hakim juga menjatuhkan denda sebesar Rp1 miliar. Jika denda tersebut tidak dibayarkan, hukuman tersebut diganti dengan pidana penjara selama 140 hari.

Baca: MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Buntut Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Perubahan juga terjadi pada kewajiban pembayaran uang pengganti. Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menurunkan nilai uang pengganti dari sekitar Rp809 miliar menjadi Rp548,76 miliar.

Hakim menyatakan uang pengganti tersebut berkaitan dengan upaya pemulihan kerugian keuangan negara dalam perkara tersebut.

"Membayar uang pengganti sebesar Rp 548.761.031.950,86 (Rp 548 miliar)," kata hakim.

Baca: Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 Miliar

Apabila uang pengganti tidak dibayarkan, harta benda Nadiem dapat dirampas dan dilelang. Jika hasilnya tidak mencukupi, kewajiban tersebut diganti dengan pidana penjara selama enam tahun.

Kerugian Negara Rp1,5 Triliun

Baca: Tong Biru Berisi Rp 934 Juta Jadi Barang Bukti OTT Bupati Klaten, KPK Ungkap Asal Uang

Majelis hakim banding menyatakan perkara tersebut menimbulkan kerugian keuangan negara sekitar Rp1,5 triliun. Dalam pertimbangannya, hakim menyebut kerugian negara mencapai Rp1.567.888.662.716,74.

Majelis hakim juga menyatakan pertimbangan hukum pada tingkat pertama yang dinilai sesuai dengan fakta hukum dan penerapan hukum tetap dipertahankan sebagai bagian dari putusan banding.

"Pertimbangan majelis hakim tingkat pertama telah mempertimbangkan perkara a quo secara tepat, baik dalam penilaian terhadap pembuktian dan penerapan hukum," ujar hakim saat membacakan putusan.

Baca: KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus Suap HGB Bogor, Ada Fahd A Rafiq dan Bos Summarecon

Perkara ini berkaitan dengan pengadaan perangkat teknologi berupa laptop Chromebook dan CDM dalam program digitalisasi pendidikan pada 2019-2022.

Sebelumnya, Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada Nadiem. Putusan tersebut kemudian diajukan banding hingga Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengubah sebagian hukuman.

Baca: Pakar Hukum Dorong RUU Perampasan Aset Gunakan Istilah Pemulihan Demi Kepastian Hukum

Kejagung Pelajari Putusan

Setelah putusan banding dibacakan, Kejaksaan Agung menyatakan akan mempelajari terlebih dahulu salinan putusan sebelum menentukan langkah hukum selanjutnya.

Kapuspenkum Kejagung Anang Supriatna mengatakan pihaknya menghormati putusan Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Baca: Hukuman Mati Koruptor Kembali Mengemuka, Yusril Tegaskan Sudah Diatur dalam UU Tipikor

"Tim JPU akan mempelajari putusan tersebut setelah salinan putusan kami terima," kata Anang.

Dengan putusan banding tersebut, hukuman Nadiem menjadi sembilan tahun penjara. Sementara denda tetap Rp1 miliar dengan subsider 140 hari dan uang pengganti ditetapkan sekitar Rp548,76 miliar dengan subsider enam tahun penjara. (SM)



Terkait
KPK Buka Peluang Banding Usai Vonis 2 Tahun Abdul Wahid, Putusan Jadi Sorotan
KPK Buka Peluang Banding Usai Vonis 2 Tahun Abdul Wahid, Putusan Jadi Sorotan
LBH FSBSI Riau Soroti Vendor dan KSO PT. Agrinas, Desak
Diduga 225 Hektare Lahan Kelompok Masuk Kawasan Kelolaa
Dugaan Penipuan oleh Oknum KNES, DPRD Riau Sarankan Ang
Lainnya
Gowes Silaturahmi Kampar 2026, Ribuan Peserta Jelajahi Wisata dan Kuliner Lokal
Gowes Silaturahmi Kampar 2026, Ribuan Peserta Jelajahi Wisata dan Kuliner Lokal
Nasib 2.400 PPPK Paruh Waktu di Riau Masih Menunggu Kep
Kemenkeu Pangkas 16 Belanja Kementerian/Lembaga, Ini Da
DPRD Pekanbaru Gelar Paripurna Ranperda Ketertiban Umum
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Kriminal
Eks Napiter Diduga Jadi Otak Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Polisi Tangkap Buronan
Eks Napiter Diduga Jadi Otak Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Polisi Tangkap Buronan
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desa
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan,
Nasional
Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Suyudi Turut Mendampingi
Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Suyudi Turut Mendampingi
Pramono Anung Tegaskan Jakarta Tidak Siaga 1, Pengeraha
Mike Johnson Mundur dari Pimpinan Partai Republik Usai
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat