KPK Buka Peluang Banding Usai Vonis 2 Tahun Abdul Wahid, Putusan Jadi Sorotan

Kanama Amar
Sabtu, 1 Agustus 2026 21:18:13

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Pekanbaru yang menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara kepada Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid. Meski vonis tersebut jauh lebih ringan dibanding tuntutan jaksa, KPK menegaskan masih akan mempelajari putusan secara menyeluruh sebelum menentukan langkah hukum berikutnya. Jumat (31/07/2026).

Dalam perkara tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK sebelumnya menuntut Abdul Wahid dengan pidana 8 tahun 6 bulan penjara. Namun, majelis hakim memutuskan hukuman 2 tahun penjara disertai denda Rp200 juta subsider 80 hari kurungan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan lembaganya tetap menghormati putusan yang telah dibacakan majelis hakim. Menurutnya, aspek penting dari putusan tersebut adalah pengakuan hakim terhadap pembuktian yang diajukan jaksa selama proses persidangan.

Baca: MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Buntut Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

"KPK menghormati putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dalam perkara dengan terdakwa Abdul Wahid," ujar Budi saat dihubungi melalui pesan tertulis.

"Kami juga mengapresiasi majelis yang telah menyatakan Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana didakwakan Jaksa Penuntut Umum KPK," sambungnya.

Baca: Tong Biru Berisi Rp 934 Juta Jadi Barang Bukti OTT Bupati Klaten, KPK Ungkap Asal Uang

Budi menjelaskan, tim jaksa masih memiliki waktu untuk mempelajari secara rinci pertimbangan hukum yang digunakan majelis hakim sebelum menentukan apakah akan menerima putusan, mengajukan banding, atau menyatakan pikir-pikir.

Sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), JPU KPK diberi waktu selama tujuh hari sejak putusan dibacakan untuk menentukan sikap hukum atas vonis tersebut.

KPK menegaskan setiap keputusan yang diambil nantinya akan berlandaskan pertimbangan hukum yang objektif, menyeluruh, dan mengedepankan kepentingan penegakan hukum serta rasa keadilan.

Baca: Golkar Respons Fahd A Rafiq Kena OTT KPK, Tunggu Kejelasan Kasus

"Karena itu, kami mengajak seluruh pihak untuk menghormati proses hukum yang masih berlangsung hingga sikap resmi JPU KPK ditetapkan," ucap dia.

Dalam amar putusan, Abdul Wahid dijatuhi pidana penjara selama dua tahun, denda Rp200 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti kurungan selama 80 hari. Selain itu, hakim juga menghukum terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp1,45 miliar, dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan.

Baca: Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai

Majelis hakim turut menetapkan masa penahanan yang telah dijalani Abdul Wahid dikurangkan dari pidana yang dijatuhkan. Terdakwa juga tetap berada dalam tahanan serta diwajibkan membayar biaya perkara sebesar Rp10 ribu.

Meski demikian, putusan tersebut belum berkekuatan hukum tetap karena Abdul Wahid telah menyatakan mengajukan upaya hukum banding.

Usai sidang, Abdul Wahid menyampaikan keberatannya terhadap putusan hakim dan menilai dirinya tidak memperoleh keadilan.

Baca: Tiga Pelaku Pembalakan Liar di Suaka Margasatwa Kerumutan Riau Diciduk, Ratusan Kayu Ilegal Disita

"Kita sama-sama mendengarkan putusan hakim. Namun, dari keputusan hakim itu tidak ada pertimbangan yang meringankan bagi saya," ucap Abdul Wahid usai sidang.

"Mudah-mudahan saya mendapat keadilan dan saya akan terus cari keadilan. Saya merasa tak bersalah dalam hal ini dan tidak pernah saya lakukan, tapi memang betul-betul direkayasa. Saya merasa bahwa ini penuh dengan rekayasa," lanjutnya. (SM)



Terkait
Kasus Jembatan Air Hitam Rohil Memanas, Polda Riau Periksa 39 Saksi dan Sita 104 Dokumen Penting
Kasus Jembatan Air Hitam Rohil Memanas, Polda Riau Periksa 39 Saksi dan Sita 104 Dokumen Penting
Diduga Buang Puntung Rokok, Pria di Inhu Diamankan usai
Respon Laporan Masyarakat, Satpol PP Kampar Turun Ke lo
160 Juta Batang Rokok Ilegal di Pekanbaru Senilai Rp 39
Lainnya
SPAM Pekanbaru-Kampar Diresmikan, Mawardi Tombang: Berdayakan Pekerja Lokal
SPAM Pekanbaru-Kampar Diresmikan, Mawardi Tombang: Berdayakan Pekerja Lokal
PT Timah Antisipasi Pencemaran Laut Imbas Tenggelamnya
Tinggal 61 Hari Lagi Menuju Pilpres, Prabowo Ingatkan B
Polres Siak Lumpuhkan Dua Rampok Bersenjata Api
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Hukum
GEMA Keadilan Riau Desak Polda Usut Tuntas 22 Kasus Mafia BBM Bersubsidi
GEMA Keadilan Riau Desak Polda Usut Tuntas 22 Kasus Mafia BBM Bersubsidi
MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo Buntut P
Syahrul Aidi: Investasi Asing Harus Sejalan Kepentingan
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik