Direktur Travelina Indonesia Ditangkap, Polisi Usut Dugaan Penelantaran 64 Jemaah Umrah

Kanama Amar
Senin, 10 Agustus 2026 12:05:31

KANALSUMATERA.com - KENDARI – Polisi menangkap Direktur PT Travelina Indonesia berinisial Wi (48) dalam kasus dugaan penipuan dan penelantaran jemaah umrah asal Sulawesi Tenggara. Penangkapan tersebut menjadi perkembangan terbaru setelah puluhan jemaah sebelumnya dilaporkan tidak mendapatkan layanan perjalanan sesuai yang dijanjikan. Senin (10/08/2026).

Wi ditangkap Unit II Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Kendari di kediamannya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (06/08/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau mengatakan tersangka kemudian dibawa ke Kendari untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca: Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, Polisi Amankan 24 Orang dan Sita Narkoba

“Wi diamankan di kediamannya di Jalan Pelita Abdul Majid, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Selanjutnya, tersangka dibawa ke Polresta Kendari untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” tegas Kasat Reskrim Polresta Kendari, Kompol Welliwanto Malau, Sabtu (08/08/2026).

Perkara tersebut berkaitan dengan dugaan penelantaran 64 jemaah yang menggunakan layanan Travelina Indonesia melalui cabang Kendari.

Baca: Pengamat Soroti Kasus Narkoba Tiga Anggota DPRD Jatim dari Gerindra

Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 jemaah diduga terlantar di Arab Saudi karena tidak memperoleh layanan sebagaimana mestinya. Sementara 34 jemaah lainnya tertahan di Jakarta dan tidak kunjung diberangkatkan ke Tanah Suci.

Kasus ini sebelumnya dilaporkan para korban kepada Polresta Kendari pada Februari 2026. Polisi kemudian melakukan penyelidikan terhadap proses pendaftaran hingga pemberangkatan jemaah.

Dijerat Pasal Berlapis

Baca: Polisi Dalami Dugaan Dana Kelompok Anarko Berkedok Kegiatan Sosial

Dalam penanganan perkara ini, penyidik menerapkan sejumlah pasal terkait penyelenggaraan ibadah haji dan umrah serta dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Wi disangkakan melanggar Pasal 122 juncto Pasal 115 dan/atau Pasal 124 juncto Pasal 117 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 mengenai penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Baca: BNN Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Narkotika Cair di Perairan Kepri

Selain itu, penyidik juga menerapkan Pasal 492 dan/atau Pasal 486 juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Saat ini Wi telah diterbangkan ke Kendari. Polisi masih mendalami seluruh rangkaian proses pemberangkatan untuk mengungkap dugaan pelanggaran sekaligus menelusuri kerugian yang dialami para jemaah.

Polisi Sebelumnya Tangkap Tersangka Lain

Baca: KPK Periksa Guru Besar UIN Riau, Seleksi Jabatan Pemkab Kuansing Didalami

Kasus Travelina Indonesia ini sebelumnya juga menyeret seorang pria berinisial AK (26). Ia telah ditahan polisi sejak penyidikan perkara tersebut berjalan pada Maret 2026.

AK diduga menghimpun calon jemaah dengan mengatasnamakan PT Travelina Indonesia yang berbasis di Jakarta. Polisi menyebut terdapat 144 orang yang menjadi korban, terdiri atas 64 jemaah umrah dan 80 calon jemaah.

Baca: Diduga Buang Puntung Rokok, Pria di Inhu Diamankan usai 5 Hektare Lahan HPK Terbakar

Total kerugian dalam perkara tersebut ditaksir mencapai Rp1,8 miliar. Para korban sebelumnya dijadwalkan berangkat umrah pada Maret 2026, tetapi keberangkatan mereka batal terlaksana.

Kapolresta Kendari Kombes Pol Edwin L. Sengka menyebut AK diduga menggunakan nama perusahaan perjalanan resmi untuk menghimpun dana dari calon jemaah.

“Tersangka AK menggunakan modus operandi seolah-olah sebagai perwakilan resmi Travelina di Kendari. Namun, uang setoran dari jemaah masuk ke rekening pribadi tersangka, bukan ke rekening perusahaan,” kata Edwin.

Baca: Polisi Pengintimidasi Satpam Bundaran HI Ternyata Sedang BKO di Kemendagri, Propam Dalami Kasus

Polisi Dalami Dugaan Skema “Dokumen Terbang”

Penyidik juga mendalami dugaan penggunaan sistem yang disebut “dokumen terbang”. Polisi menduga pola tersebut menyerupai skema ponzi, yakni dana dari jemaah yang baru mendaftar digunakan untuk membiayai keberangkatan jemaah sebelumnya.

Baca: Sengketa Lahan Sawit di Bengkalis, Koperasi BBDM Minta Penetapan Tapal Batas Sebelum Panen

Sistem tersebut diduga mengalami masalah ketika terjadi kenaikan biaya pada periode tertentu. Kondisi itu kemudian menyebabkan sejumlah jemaah tidak dapat diberangkatkan sesuai jadwal.

“Motif utamanya adalah untuk memperoleh keuntungan ekonomi pribadi melalui penghimpunan dana jemaah tersebut. Kami juga menyita barang bukti berupa spanduk travel, paspor jemaah, kuitansi pendaftaran, hingga tiket pesawat yang sudah hangus,” tegas Edwin.

Polisi masih melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut, termasuk menelusuri aliran dana, proses pemberangkatan, serta pihak-pihak yang diduga terkait dengan kasus penelantaran jemaah umrah tersebut. (SM)



Terkait
Rumah Kadis PUPR Bengkulu Digeledah, KPK Sita Uang Rp4 Miliar
Rumah Kadis PUPR Bengkulu Digeledah, KPK Sita Uang Rp4 Miliar
Pemprov Riau dan Komnas HAM Bahas Sengketa Lahan di Roh
Diduga 225 Hektare Lahan Kelompok Masuk Kawasan Kelolaa
Tim Gabungan Razia Angkutan Barang Besar-Besaran di Pek
Lainnya
Polri Limpahkan Berkas Perkara Tahap I Kasus RS Ummi Bogor
Polri Limpahkan Berkas Perkara Tahap I Kasus RS Ummi Bogor
Baru Siap Dibangun Tahun 2018, TPI di Desa Muara Siberu
Kapal Feri Singapura Kandas Di Batam
Pemprov Babel Gandeng ITB Kembangkan UMKM
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D