Mantan Menteri Sri Lanka Ditangkap, Diduga Terlibat Pencurian Batu Keramat Raja
KANALSUMATERA.com - JAKARTA — Mantan Menteri Sri Lanka, Keheliya Rambukwella, ditangkap karena diduga terlibat dalam pencurian benda bersejarah berupa batu granit keramat yang berada di kompleks Istana Veera Parakrama Narendrasinghe. Rabu ,(19/08/2026).
Penangkapan Rambukwella dilakukan di tengah penyelidikan lembaga antikorupsi Sri Lanka terhadap dugaan pencurian benda bersejarah yang terjadi pada Desember 2022. Batu tersebut dikenal sebagai moonstone atau batu bulan, yakni batu berbentuk bundar dengan ukiran yang menjadi bagian dari pijakan simbolis di pintu masuk istana.
Berdasarkan keterangan Komisi Investigasi Dugaan Penyuapan atau Korupsi (CIABOC), Rambukwella diduga ikut membantu proses pemindahan batu tersebut ketika masih menjabat sebagai menteri.
Baca: Pria di Pelalawan Bunuh Wanita, Kematian Korban Direkayasa Seolah Bunuh Diri
"Dia bersekongkol, membantu, dan memfasilitasi pencurian tersebut saat ia masih menjabat sebagai menteri," ungkap CIABOC.
Batu keramat tersebut diketahui memiliki nilai sejarah karena berkaitan dengan peninggalan Raja Veera Parakrama Narendrasinghe, penguasa Sinhala yang memerintah hingga 1739. Benda itu menjadi bagian dari struktur bersejarah di kawasan istana.
Baca: Wamenag Desak Kasus Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras Diusut Tuntas
Selain dugaan pencurian benda bersejarah, Rambukwella juga menghadapi perkara lain. CIABOC menyebut mantan menteri tersebut didakwa atas dugaan penggunaan dana negara untuk mempekerjakan enam orang yang disebut digunakan untuk kepentingan bisnis pribadinya.
Terseret Skandal Obat Rumah Sakit
Nama Rambukwella sebelumnya juga muncul dalam perkara pengadaan obat-obatan di Sri Lanka. Saat menjabat sebagai Menteri Kesehatan, ia tersangkut kasus pembelian obat yang diduga palsu untuk rumah sakit pemerintah.
Baca: Direktur Travelina Indonesia Ditangkap, Polisi Usut Dugaan Penelantaran 64 Jemaah Umrah
Dalam persidangan kasus tersebut, kepolisian menyampaikan bahwa Rambukwella diduga menyetujui pembelian obat kanker yang seharusnya digunakan untuk menyelamatkan pasien. Namun, obat yang dibeli tersebut disebut hanya berisi air.
Sejumlah pejabat senior Kementerian Kesehatan Sri Lanka turut didakwa dalam perkara pengadaan obat tersebut.
Baca: Kejati Riau Terima 4 SPDP Korupsi Jembatan Air Hitam Rohil, 10 Jaksa Kawal Penyidikan
Kasus ini berlangsung setelah Sri Lanka mengalami krisis ekonomi dan kekurangan obat-obatan secara serius. Kondisi tersebut terjadi setelah negara itu gagal memenuhi kewajiban pembayaran utang luar negeri senilai sekitar 46 miliar dolar AS pada April 2022 dan kemudian menyatakan kebangkrutan.
Penangkapan Rambukwella kini menambah panjang persoalan hukum yang dihadapinya. Selain perkara dugaan penyalahgunaan dana dan skandal pengadaan obat, ia juga diperiksa terkait dugaan keterlibatan dalam hilangnya batu keramat yang merupakan bagian dari warisan sejarah Sri Lanka. (SM)
