Pengamat Sebut Ada Kejanggalan Vonis 2 Tahun Penyiram Novel Baswedan

Mawardi Tombang
Jumat, 17 Juli 2020 21:14:45

KANALSUMATERA.com, Jakarta - Direktur Legal Culture Institute, M. Rizqi Azmi, kecewa atas putusan Hakim yang memutuskan untuk menghukum penyerang Novel Baswedan dengan air KERAS beberapa waktu lalu yang hanya 2 tahun penjara. Ia mengatakan kewibawaan hukum hilang dalam vonis tersebut, pasalnya banyak kejanggalan yang muncul dalam proses di pengadilan.

Rizqi menuturkan sejak awal tuntutan 1 tahun dari jaksa terhadap Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis memberi sinyal bahwa vonis yang bakal dijatuhkan hakim tidak akan jauh berbeda. "Karena jaksa sudah memberikan frame dalam logika hukum publik bahwasanya actus reus (kejadian tindak pidana) dan mens rea (sikap kebatinan) dalam kejadian ini bukan hal yang luar biasa," katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (17/7/2020).

Meski hakim memberi vonis di atas tuntutan jaksa, yakni 2 tahun untuk Rahmat Kadir Mahulette dan 1 tahun 6 bulan bagi Ronny Bugis, ia menilai tidak ada yang luar biasa. "Karena melihat konstruksi vonis tetap berpatokan kepada pasal 353 ayat 2 juncto pasal 55 ayat 1 sesuai arah mata angin tuntutan," tutur Rizqi.

Kejanggalan ketiga, menurut Rizqi, tidak ada pemaknaan ultra petita dalam putusan hakim karena vonis 2 tahun masih di bawah hukuman yang dijatuhkan pasal 353 ayat 2, yaitu maksimal 7 tahun. Hakim dianggap tidak berani memutuskan dengan dakwaan primer pasal 355 ayat 1 yaitu Penganiayaan berat yang dilakukan dengan direncanakan terlebih dahulu dengan ancaman pidana penjara paling lama dua belas tahun. "Inilah kelemahan dan basa basi seakan-akan meredam tuntutan publik dan kebutuhan terpidana," ujar dia

Baca: Mirwansyah Menangkan Gugatan Banding Putri Indah di PTA Pekanbaru

Rizqi menuturkan sebagai bahan eksaminasi hukum, hakim sejatinya percaya bahwa kasus ini adalah kasus yang berat dan perlu pendalaman seperti kasus Munir dan Marsinah. Namun dalam putusannya hakim tidak mengambil delik penganiayaan berat dengan perencanaan.

Selain itu, Rizqi menilai hakim terbebani untuk memutuskan secara adil dan menggunakan ultra petita. Ia menduga ada banyak tekanan di luar meja hijau yang menjadi pertimbangan para hakim di kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan.

"Fiat Justitia Ruat Caelum (tegakan keadilan meski langit akan runtuh) seharusnya adagium inilah yang harus di pertahankan hakim sehingga kemandirian hakim bisa teruji lepas dari segala campur tangan dan kepentingan kekuasaan," kata Rizqi.

Terkait
Resah Karena Kelakuan LSM, Apdesi Kampar Menghadap ke Kejaksaan dan Polres Kampar
Resah Karena Kelakuan LSM, Apdesi Kampar Menghadap ke Kejaksaan dan Polres Kampar
Pimpinan Bank Mandiri Taspen di Langsa Rampas HP Wartaw
Waduh, Ini Kasus Pidana Yang Dominan Huni Lapas di Beng
LeCI: Kasus Wahyu Setiawan Dapat Berujung Pembubaran Pa
Lainnya
Inyiak, brand lokal yang
Inyiak, brand lokal yang "bertaruh" pada kreativitas
Mabes Polri Benarkan Anggotanya di Daerah Lakukan Surve
Malaysia Batalkan Proyek KA Cina
KPK OTT Bupati Pakpak Bharat Sumut
Lifestyle
Ikatan Jurnalis Kampar Bagikan Bingkisan Lebaran Untuk Anggota
Ikatan Jurnalis Kampar Bagikan Bingkisan Lebaran Untuk Anggota
YBM PLN UIP Sumbagteng Kembali Salurkan 775 Paket Semba
KPDC 04 Duri Serahkan APD Ke Permata Hati Duri
Global
GKSB DPR RI Dukung Langkah Fatah dan Hamas Bersatu Lawan Israel
GKSB DPR RI Dukung Langkah Fatah dan Hamas Bersatu Lawan Israel
Terkait Aneksasi Israel di Tepi Barat, Senayan Akan Amb
Tan Sri Muhyiddin Yassin, Pria Keturunan Jawa-Bugis Dit
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Pariwara
Pemkab Pelalawan Lakukan Berbagai Inovasi Untuk Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat
Pemkab Pelalawan Lakukan Berbagai Inovasi Untuk Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat
Pemkab Pelalawan Garis Terdepan Memutus Mata Rantai Cov
Putus Mata Rantai Covid-19, Pemkab Rohul Lakukan Penyem
Olahraga
Fanatisme Supporter Indonesia Buat Bojan Hodak Terpana
Fanatisme Supporter Indonesia Buat Bojan Hodak Terpana
Stadion Jakabaring Palembang Disiapkan Jadi Tuan Rumah
Diduga Menghina Islam, Game Remi Indonesia Dikecam Neti
Entertainment
Tunggu ya , Serial Televisi Star Wars Segera Diproduksi
Tunggu ya , Serial Televisi Star Wars Segera Diproduksi
Ustadz Abdul Somad di Medan: Ngeri-ngeri Sedap Juga Kur
Peserta BPJS Kesehatan Kabupaten Solok Apresiasi Pelaya
Budaya
Labuhanhaji Gelar Karnaval Pawai Adat Meriahkan HUT RI
Labuhanhaji Gelar Karnaval Pawai Adat Meriahkan HUT RI
Jambore BKMT Kecamatan Bukit Raya, Mulai dari Berzanji,
Upaya Dongkrak Citra Wisata Kota Tua Muntok Bangka Bara