Pakar Hukum Dorong RUU Perampasan Aset Gunakan Istilah Pemulihan Demi Kepastian Hukum

Kanama Amar
Kamis, 6 Agustus 2026 23:10:26

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset kembali menjadi sorotan. Guru Besar Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Yehezkiel Minggus Tiranda, mengusulkan agar penggunaan istilah dalam regulasi tersebut dikaji ulang dengan mempertimbangkan frasa pemulihan aset yang dinilai lebih mencerminkan pendekatan restoratif. Kamis (06/08/2026).

Menurut Yehezkiel, istilah pemulihan aset dianggap lebih tepat dibandingkan perampasan aset, karena memiliki makna yang lebih berorientasi pada pengembalian hak dan kepentingan pihak yang dirugikan, termasuk negara.

"Kalau saya me-refer usulan RDPU kemarin, kenapa bukan pemulihan aset? Kenapa harus perampasan aset? Saya lebih prefer dengan terminologi itu (pemulihan aset)," kata Yehezkiel dalam keterangannya.

Baca: Jokowi Pilih Pengadilan untuk Uji Polemik Ijazah, PSI Tegaskan Bukti Harus Diuji

Ia menjelaskan bahwa istilah perampasan aset memang menunjukkan ketegasan dalam penegakan hukum. Namun, dari sisi komunikasi publik, penggunaan istilah tersebut dinilai dapat memunculkan persepsi yang lebih represif dibandingkan pendekatan pemulihan.

“Dari sisi kesan publik, istilah perampasan itu represif. Tapi kalau pakai istilah pemulihan, itu memang lebih humanis,” ujarnya.

Baca: Kepala BNPB Kristomei Sianturi Janji Benahi Internal, Tegaskan Tak Intervensi Kasus KPK

Yehezkiel menambahkan, secara konseptual terdapat perbedaan mendasar antara kedua istilah tersebut. Perampasan aset lebih menitikberatkan pada tindakan terhadap pelaku, sedangkan pemulihan aset berfokus pada pengembalian kerugian yang dialami korban atau negara akibat tindak pidana.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya harmonisasi terminologi dengan praktik hukum internasional. Menurutnya, United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) menggunakan konsep asset recovery yang lebih dekat dengan istilah pemulihan aset dibandingkan perampasan aset.

"Kalau kita pakai istilah perampasan, ini memang model Amerika. Tapi kalau istilah UNCAC itu aset recovery. Tinggal kita pilih mana yang lebih memudahkan kerja sama internasional," ucap dia.

Baca: Bareskrim Bekuk Buron Impor HP Bekas Ilegal Senilai Rp253 Miliar

Tak hanya membahas nomenklatur, Yehezkiel menilai substansi lain dalam RUU Perampasan Aset juga perlu mendapat perhatian serius. Ia menyebut ketentuan peralihan dan ketentuan penutup menjadi bagian penting yang harus disusun secara cermat agar tidak memicu persoalan hukum di kemudian hari.

Menurutnya, banyak undang-undang yang kemudian diuji di Mahkamah Konstitusi karena lemahnya pengaturan pada bagian tersebut. Oleh sebab itu, penyusunan regulasi harus dilakukan dengan mempertimbangkan kepastian hukum serta kelancaran implementasi aturan.

Baca: Korupsi MBG Masuk Babak Baru, Dadan Hindayana Segera Disidang, TNI Aktif Jadi Tersangka

“Segala hal bisa kita atur secara halus dalam ketentuan ketentuan dan ketentuan penutup,” kata dia.

Di sisi lain, Yehezkiel memahami bahwa pembahasan RUU Perampasan Aset tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa karena menyangkut kepentingan yang luas dan memiliki dampak terhadap berbagai pihak.

“Saya memahami suasana kebatinan di DPR mewakili yang takut dan yang berani. Ini kondisi psikologis sehingga harus benar-benar menempatkan posisi yang pas dan kita harus hati-hati dalam membawa RUU ini,” tutur dia.

Baca: KPK Temukan Rekening Penampungan Setoran Saat Geledah BPN Jatim

Pembahasan RUU Perampasan Aset hingga kini masih menjadi perhatian publik karena diharapkan mampu memperkuat upaya pemberantasan korupsi sekaligus memberikan kepastian hukum dalam proses pengembalian aset hasil tindak pidana. (SM)



Terkait
KPK Sita Rp764 Juta dalam OTT Unsoed, Uang Tunai Rp665 Juta Diamankan
KPK Sita Rp764 Juta dalam OTT Unsoed, Uang Tunai Rp665 Juta Diamankan
KPK Buka Peluang Banding Usai Vonis 2 Tahun Abdul Wahid
Adanya Dugaan Klaim Fiktif BPJS Kesehatan, Polda Kepri
Awal Tahun 2026, Kalapas Bagansiapiapi Tegaskan Warga B
Lainnya
Dana Pendidikan Prancis Melimpah, Kekurangan Guru Picu Gelombang Protes
Dana Pendidikan Prancis Melimpah, Kekurangan Guru Picu Gelombang Protes
STIE Bangkinang Gelar Tes Masuk Camaba Gelombang I TA 2
Dishub Pekanbaru Siapkan Dokumen Sayembara Ulang Pengel
Komisi I DPRD Pekanbaru Terima Aspirasi Warga Perumahan
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Nasional
Pramono Anung Tegaskan Jakarta Tidak Siaga 1, Pengerahan Prajurit TNI Jadi Sorotan
Pramono Anung Tegaskan Jakarta Tidak Siaga 1, Pengerahan Prajurit TNI Jadi Sorotan
Mike Johnson Mundur dari Pimpinan Partai Republik Usai
Jokowi Bersaksi di Sidang Roy Suryo, 6.770 Personel TNI
Politik
SBY Soroti Politik Indonesia yang Kian Memanas, Minta Prabowo Kembalikan Etika Kekuasaan
SBY Soroti Politik Indonesia yang Kian Memanas, Minta Prabowo Kembalikan Etika Kekuasaan
Polemik Ijazah Gibran Memanas, PAN, Gerindra, PKB hingg
Andi Arief Bantah AHY Incar Kursi Wapres, Demokrat Pili
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar