Waksabi Perkuat Pengawasan Lapas Pekanbaru, Kalapas Tekankan Pembinaan Humanis dan Disiplin
KANALSUMATERA.com - PEKANBARU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru terus memperkuat pengawasan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan terhadap warga binaan melalui program Waktunya Sapa Warga Binaan (Waksabi). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, bersama jajaran pejabat struktural dengan meninjau blok hunian, Senin (13/07/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Kalapas bersama rombongan menyusuri sejumlah kamar hunian untuk memastikan situasi di dalam lapas tetap aman, tertib, dan kondusif. Pemeriksaan juga difokuskan pada kebersihan lingkungan, kelayakan sarana dan prasarana, serta kondisi keamanan di setiap blok hunian.
Baca: 225 Hektare Lahan Petani Dikuasai Agrinas, Warga Bengkalis Minta Penjelasan Hukum
Yuniarto menegaskan bahwa terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang sehat tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga membutuhkan komitmen dan kesadaran warga binaan dalam menjaga kebersihan, disiplin, serta mematuhi seluruh aturan yang berlaku.
"Kami ingin memastikan seluruh proses pembinaan berjalan optimal, dengan lingkungan yang bersih dan aman. Warga binaan juga harus memiliki kesadaran untuk berubah dan menjalani masa pidana dengan baik," ujar Yuniarto.
Baca: Diduga 225 Hektare Lahan Kelompok Masuk Kawasan Kelolaan Agrinas, Petani Minta Kejelasan
Program Waksabi juga merupakan bagian dari implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026 yang berfokus pada penguatan keamanan, peningkatan kualitas pelayanan, serta pembinaan yang berorientasi pada perubahan perilaku warga binaan.
Tak hanya melakukan pengawasan, Kalapas juga membuka ruang komunikasi secara langsung dengan warga binaan melalui dialog terbuka. Berbagai aspirasi, keluhan, hingga kebutuhan yang disampaikan menjadi bahan evaluasi dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan di Lapas Kelas IIA Pekanbaru.
Baca: “Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!
Dengan pendekatan yang humanis, Yuniarto turut memberikan motivasi kepada warga binaan agar tetap semangat mengikuti seluruh program pembinaan sebagai bekal untuk kembali ke tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pidana.
Melalui program Waksabi, Lapas Kelas IIA Pekanbaru berharap hubungan antara petugas dan warga binaan semakin harmonis, sekaligus memperkuat terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, berintegritas, serta mendukung terwujudnya sistem pemasyarakatan yang berkeadilan dan berorientasi pada perubahan positif. (SM)
