GEMA Keadilan Riau Desak Polda Usut Tuntas 22 Kasus Mafia BBM Bersubsidi

Kanama
Kamis, 5 November 2026 07:21:29

KANALSUMATERA.com - PEKANBARU – GEMA Keadilan Riau mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengusut tuntas praktik penyalahgunaan dan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang terungkap sepanjang 2026. Organisasi tersebut meminta penegakan hukum tidak hanya menyasar pelaku di lapangan, tetapi juga membongkar jaringan dan pihak-pihak yang diduga berada di balik bisnis ilegal tersebut. Kamis (05/11/2026).

Desakan itu disampaikan menyusul pengungkapan 22 kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi oleh Polda Riau bersama jajaran Polres di sejumlah wilayah Provinsi Riau.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam pernyataan sikap GEMA Keadilan Riau, aparat telah menetapkan 32 orang sebagai tersangka serta menyita 28.826 liter BBM bersubsidi.

Baca: Pesantren Kampar Desak Propam Periksa Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo

Barang bukti tersebut terdiri atas 26.201 liter Bio Solar dan 2.625 liter Pertalite. Jumlah itu memperlihatkan bahwa penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi masih menjadi persoalan yang membutuhkan pengawasan dan penanganan serius.

GEMA Keadilan Riau menilai praktik penimbunan dan penyelewengan BBM bersubsidi bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga merugikan masyarakat yang seharusnya menjadi penerima manfaat kebijakan subsidi pemerintah.

Baca: Dua Tahun Prabowo-Gibran, DPR Soroti Pemulihan Aset dan Integritas Penegak Hukum

Nelayan, petani, pelaku usaha kecil, serta masyarakat berpenghasilan rendah merupakan kelompok yang membutuhkan akses terhadap BBM bersubsidi untuk menunjang aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari.

Karena itu, penyalahgunaan subsidi untuk kepentingan pribadi dinilai sebagai tindakan yang bertentangan dengan prinsip keadilan sosial.

GEMA Keadilan Riau Minta Jaringan Penyelewengan BBM Dibongkar

Baca: Kasus Korupsi Motor Listrik BGN Memasuki Babak Baru, Lima Tersangka Segera Disidang

Dalam pernyataan sikapnya, GEMA Keadilan Riau menyampaikan apresiasi terhadap langkah Polda Riau dan jajaran kepolisian yang telah mengungkap puluhan kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Namun, organisasi tersebut mengingatkan agar proses penegakan hukum tidak berhenti pada tersangka yang berperan sebagai pelaku lapangan.

Baca: Dirjenpas Mashudi Mundur, Polemik Lapas Cibinong Berujung Pergantian Pimpinan

Aparat diminta menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan yang lebih luas, termasuk pihak penampung, pemasok, serta aktor lain yang diduga mengambil keuntungan dari distribusi BBM bersubsidi secara ilegal.

Menurut GEMA Keadilan Riau, pengungkapan jaringan menjadi bagian penting untuk mencegah praktik serupa terus berulang.

Pengawasan SPBU dan Distribusi BBM Harus Diperketat

Baca: Tiga Hakim MK Soroti Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran, KPU Diminta Buka Dokumen

Selain penegakan hukum, GEMA Keadilan Riau mendesak pemerintah, Pertamina, dan aparat penegak hukum memperkuat pengawasan distribusi BBM bersubsidi.

Pengawasan dinilai perlu dilakukan mulai dari proses penyaluran di SPBU hingga BBM diterima masyarakat yang berhak.

Baca: Hendry Munief Soroti Abrasi dan Privatisasi Pulau: Harus Jadi Perhatian dalam RUU Daerah Kepulauan

Sejumlah praktik yang menjadi perhatian antara lain pengisian BBM berulang, penggunaan kendaraan dengan tangki modifikasi, serta dugaan penyalahgunaan barcode untuk memperoleh BBM bersubsidi secara tidak semestinya.

GEMA Keadilan Riau juga meminta agar siapa pun yang terbukti terlibat diproses sesuai ketentuan hukum tanpa memandang jabatan maupun kedudukan.

Apabila ditemukan keterlibatan oknum atau pihak yang memiliki kewenangan dalam rantai distribusi, aparat diminta menanganinya secara transparan dan profesional.

Baca: Polda Metro Bongkar Pabrik Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel, 4 Orang Ditangkap

Pemprov Riau Diminta Evaluasi Tata Kelola Subsidi Energi

GEMA Keadilan Riau turut mendorong Pemerintah Provinsi Riau bersama pemerintah kabupaten dan kota melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola distribusi BBM bersubsidi.

Baca: KPK Periksa Guru Besar UIN Riau, Seleksi Jabatan Pemkab Kuansing Didalami

Koordinasi lintas instansi perlu diperkuat agar penyaluran subsidi benar-benar tepat sasaran. Evaluasi berkala serta penyediaan saluran pengaduan masyarakat juga dinilai penting untuk mengidentifikasi dugaan penyelewengan di lapangan.

Tidak hanya pemerintah dan aparat, masyarakat juga diajak berperan aktif mengawasi penyaluran BBM bersubsidi.

Warga diharapkan berani melaporkan apabila menemukan dugaan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi kepada pihak berwenang.

Baca: Pasca Kasus Korupsi Pakan, Pemkot Surabaya Perketat Tata Kelola dan Pengawasan KBS

Subsidi BBM Harus Kembali untuk Kepentingan Rakyat

GEMA Keadilan Riau menegaskan bahwa subsidi energi merupakan amanah negara yang harus dikelola demi kepentingan masyarakat, bukan menjadi sumber keuntungan bagi segelintir pihak.

Baca: Hukuman Mati Koruptor Kembali Mengemuka, Yusril Tegaskan Sudah Diatur dalam UU Tipikor

Organisasi tersebut berharap pengungkapan 22 kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi sepanjang 2026 menjadi momentum untuk membenahi sistem distribusi energi di Provinsi Riau.

Penindakan hukum, menurut mereka, harus memberikan efek jera sekaligus memastikan praktik penyelewengan tidak terus berulang dengan modus maupun pelaku berbeda.

GEMA Keadilan Riau juga mengingatkan bahwa keadilan sosial tidak cukup hanya menjadi amanat konstitusi, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan dan pelayanan publik yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Baca: Rumah Kadis PUPR Bengkulu Digeledah, KPK Sita Uang Rp4 Miliar

GEMA KEADILAN RIAU

Bergerak Mengawal Keadilan, Berjuang untuk Kepentingan Rakyat. (SM)



Terkait
BASMI Desak Kejati Riau Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Smartboard Rp5 Miliar
BASMI Desak Kejati Riau Segera Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Smartboard Rp5 Miliar
Kanwil DJP Jabar I Bekukan 275 Rekening Penunggak Pajak
Tim Gabungan Razia Angkutan Barang Besar-Besaran di Pek
Galian C Ilegal Kembali Digerebek Polda Riau, Kali ini
Lainnya
Ikuti Edaran Mendagri, Bupati Sebut Pemkab Kampar Siapkan Langkah-Langkah Penghematan Energi
Ikuti Edaran Mendagri, Bupati Sebut Pemkab Kampar Siapkan Langkah-Langkah Penghematan Energi
Bersilaturahmi dengan Insan Pers, Ahmad Yuzar Minta OPD
Bulan Sabit Merah Malaysia Kunjungi PMI Tanah Datar, Te
IPMI Siap Bina Ilmu Keislaman TKI di Luar Negeri
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Politik
SBY Soroti Politik Indonesia yang Kian Memanas, Minta Prabowo Kembalikan Etika Kekuasaan
SBY Soroti Politik Indonesia yang Kian Memanas, Minta Prabowo Kembalikan Etika Kekuasaan
Polemik Ijazah Gibran Memanas, PAN, Gerindra, PKB hingg
Andi Arief Bantah AHY Incar Kursi Wapres, Demokrat Pili
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad