Polisi Usut Pengeroyokan Anggota Satpol PP oleh Pekerja Proyek di Jakarta Selatan

Kanama
Selasa, 13 Oktober 2026 08:41:39

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Polisi mengusut dugaan pengeroyokan terhadap seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Insiden yang terjadi saat penertiban parkir liar tersebut kini ditangani aparat kepolisian setelah korban melaporkan kejadian itu. Selasa (13/10/2026).

Penyidik telah memeriksa lima orang saksi untuk mengungkap kronologi kejadian sekaligus mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis (08/10/2026), ketika petugas gabungan melakukan penertiban trotoar dan kendaraan yang parkir tidak sesuai aturan di sekitar Kolam Renang Bulungan.

Baca: Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, Polisi Amankan 24 Orang dan Sita Narkoba

Kegiatan tersebut melibatkan Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru, Dinas Perhubungan, petugas sosial, TNI, serta kepolisian.

Berawal dari Penertiban Parkir Liar

Baca: Bareskrim Bekuk Buron Impor HP Bekas Ilegal Senilai Rp253 Miliar

Penertiban dilakukan menyusul adanya keluhan masyarakat mengenai kendaraan yang parkir sembarangan di kawasan tersebut. Dalam operasi itu, petugas Dinas Perhubungan melakukan tindakan cabut pentil terhadap sejumlah kendaraan yang melanggar aturan parkir.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, situasi kemudian memanas setelah muncul dugaan provokasi dari sejumlah pekerja proyek yang berada di sekitar lokasi.

"Dan ketika dilakukan di kolam renang Bulungan di daerah itu, kemudian bersama-sama dengan Dinas Perhubungan melakukan penertiban, mencabut pentil ban supaya orang tidak parkir sembarangan," ujar Pramono, Senin (12/10/2026).

Baca: Dirjenpas Mashudi Mundur, Polemik Lapas Cibinong Berujung Pergantian Pimpinan

Ia juga mengungkapkan bahwa ketegangan bermula ketika penertiban tersebut memicu perselisihan antara petugas dan sejumlah pekerja proyek.

"Tetapi dalam suasana itu kemudian ada yang memprovokasi. Terutama para pekerja yang ada di tempat itu. Dan akibat provokasi itu kemudian ada bentrokan awal antara Dishub dengan para pekerja yang ada," sambungnya.

Baca: Modus Investasi Proyek, Polisi Ungkap Kerugian Korban Capai Rp7,1 Miliar

Anggota Satpol PP Mengalami Luka

Kericuhan berlanjut ketika rombongan petugas bergerak menuju wilayah Kelurahan Selong. Saat melintas di Jalan Kyai Maja, kendaraan truk yang berada di bagian belakang rombongan dilaporkan menjadi sasaran pelemparan oleh sejumlah pekerja proyek.

Pada saat bersamaan, petugas yang berada di bagian depan mendengar teriakan seorang perempuan yang meminta pertolongan terkait dugaan pencurian sepeda motor.

Baca: Bos Planet Batam Yuwanky Jadi DPO Bareskrim, Diduga Kabur ke Singapura

Petugas kemudian berhenti untuk memeriksa keadaan dan mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri.

"Petugas kemudian berhenti dan turun untuk memastikan situasi serta mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri oleh massa," kata Kepala Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru, Diki Zulkarnain.

Baca: BNN Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Narkotika Cair di Perairan Kepri

Setelah memeriksa situasi, petugas mengetahui bahwa kerumunan tersebut melibatkan pekerja proyek yang kendaraannya sebelumnya terkena operasi cabut pentil saat penertiban parkir liar.

Ketegangan kembali meningkat setelah sejumlah orang berdatangan ke lokasi. Insiden tersebut berujung pada pelemparan dan kekerasan terhadap petugas.

Seorang anggota Satpol PP mengalami luka ketika berusaha melindungi rekannya yang terjatuh dan berpotensi menjadi sasaran pengeroyokan. Korban kemudian mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Kelurahan Selong dan dilaporkan menerima enam jahitan.

Baca: KPK Periksa Guru Besar UIN Riau, Seleksi Jabatan Pemkab Kuansing Didalami

Lima Saksi Diperiksa, Polisi Identifikasi Terduga Pelaku

Pihak Satpol PP Kebayoran Baru memutuskan membawa kasus dugaan kekerasan tersebut ke jalur hukum. Laporan telah disampaikan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan.

Baca: Kurir Sabu 1 Kg Ditangkap di Bandara Pekanbaru, Disembunyikan dalam Celana Jeans

Kepolisian menyatakan masih mendalami keterlibatan pihak-pihak yang berada di lokasi kejadian. Banyaknya orang yang terlibat dalam kerumunan menjadi salah satu hal yang perlu ditelusuri untuk memastikan identitas terduga pelaku.

"Sementara belum bisa kita identifikasi pelakunya, karena waktu itu ramai, dan berapa orang yang melakukan kita juga belum bisa pastikan. Betul (pelaku dicari) masih kita koordinasikan juga dengan pihak terkait," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi.

Sejauh ini, lima saksi telah diperiksa untuk membantu mengungkap peristiwa tersebut. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak terkait guna menelusuri orang-orang yang diduga melakukan kekerasan.

Baca: Direktur Travelina Indonesia Ditangkap, Polisi Usut Dugaan Penelantaran 64 Jemaah Umrah

Sementara itu, perwakilan manajemen PT PP telah mendatangi pihak Kecamatan Kebayoran Baru untuk menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Pihak perusahaan juga menyatakan kesediaan untuk bertanggung jawab terhadap dampak kejadian, termasuk kerusakan dan biaya pengobatan petugas yang terluka.

Meski demikian, penanganan dugaan tindak pidana tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Polisi masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan kronologi, identitas pihak yang terlibat, serta pertanggungjawaban hukum sesuai hasil penyelidikan. (SM)



Terkait
Eksepsi Dibacakan, Tim Hukum Rida K Liamsi Nilai Dakwaan Kasus PT Riau Pos Kabur dan Keliru
Eksepsi Dibacakan, Tim Hukum Rida K Liamsi Nilai Dakwaan Kasus PT Riau Pos Kabur dan Keliru
KPK Buka Peluang Banding Usai Vonis 2 Tahun Abdul Wahid
Polda Riau Geledah Kantor PUPR Rohil, Usut Dugaan Korup
Galian C Ilegal Kembali Digerebek Polda Riau, Kali ini
Lainnya
Serangan AS di Iran Tewaskan Sedikitnya 19 Orang, Korban Luka Capai 142
Serangan AS di Iran Tewaskan Sedikitnya 19 Orang, Korban Luka Capai 142
Harga TBS Kelapa Sawit Riau Naik Lagi Untuk Periode 28
Sikapi Nama Rumah Makan Nyeleneh di Padang, Inilah yang
Di Medan, Menaker Minta BLK Lebih Inovatif Dan Kreatif
Kriminal
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Dipancing ke Kos, Wanita 19 Tahun Dibunuh Dua Pria di Jaktim
Densus 88 Tangkap 11 Tersangka Terorisme di Enam Provin
Pusdokkes Polri Tingkatkan Kemampuan Personel Polda Ria
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Nasional
Prabowo Jamu El-Sisi di Istana Negara, Hubungan Historis Indonesia-Mesir Jadi Sorotan
Prabowo Jamu El-Sisi di Istana Negara, Hubungan Historis Indonesia-Mesir Jadi Sorotan
Presiden Mesir Dikawal Pasukan Berkuda ke Istana, Prabo
BMKG Peringatkan 15 Wilayah Berpotensi Hujan Lebat, Ria
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik