Polisi Usut Pengeroyokan Anggota Satpol PP oleh Pekerja Proyek di Jakarta Selatan
KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Polisi mengusut dugaan pengeroyokan terhadap seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Insiden yang terjadi saat penertiban parkir liar tersebut kini ditangani aparat kepolisian setelah korban melaporkan kejadian itu. Selasa (13/10/2026).
Penyidik telah memeriksa lima orang saksi untuk mengungkap kronologi kejadian sekaligus mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (08/10/2026), ketika petugas gabungan melakukan penertiban trotoar dan kendaraan yang parkir tidak sesuai aturan di sekitar Kolam Renang Bulungan.
Baca: Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, Polisi Amankan 24 Orang dan Sita Narkoba
Kegiatan tersebut melibatkan Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru, Dinas Perhubungan, petugas sosial, TNI, serta kepolisian.
Berawal dari Penertiban Parkir Liar
Baca: Bareskrim Bekuk Buron Impor HP Bekas Ilegal Senilai Rp253 Miliar
Penertiban dilakukan menyusul adanya keluhan masyarakat mengenai kendaraan yang parkir sembarangan di kawasan tersebut. Dalam operasi itu, petugas Dinas Perhubungan melakukan tindakan cabut pentil terhadap sejumlah kendaraan yang melanggar aturan parkir.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan, situasi kemudian memanas setelah muncul dugaan provokasi dari sejumlah pekerja proyek yang berada di sekitar lokasi.
"Dan ketika dilakukan di kolam renang Bulungan di daerah itu, kemudian bersama-sama dengan Dinas Perhubungan melakukan penertiban, mencabut pentil ban supaya orang tidak parkir sembarangan," ujar Pramono, Senin (12/10/2026).
Baca: Dirjenpas Mashudi Mundur, Polemik Lapas Cibinong Berujung Pergantian Pimpinan
Ia juga mengungkapkan bahwa ketegangan bermula ketika penertiban tersebut memicu perselisihan antara petugas dan sejumlah pekerja proyek.
"Tetapi dalam suasana itu kemudian ada yang memprovokasi. Terutama para pekerja yang ada di tempat itu. Dan akibat provokasi itu kemudian ada bentrokan awal antara Dishub dengan para pekerja yang ada," sambungnya.
Baca: Modus Investasi Proyek, Polisi Ungkap Kerugian Korban Capai Rp7,1 Miliar
Anggota Satpol PP Mengalami Luka
Kericuhan berlanjut ketika rombongan petugas bergerak menuju wilayah Kelurahan Selong. Saat melintas di Jalan Kyai Maja, kendaraan truk yang berada di bagian belakang rombongan dilaporkan menjadi sasaran pelemparan oleh sejumlah pekerja proyek.
Pada saat bersamaan, petugas yang berada di bagian depan mendengar teriakan seorang perempuan yang meminta pertolongan terkait dugaan pencurian sepeda motor.
Baca: Bos Planet Batam Yuwanky Jadi DPO Bareskrim, Diduga Kabur ke Singapura
Petugas kemudian berhenti untuk memeriksa keadaan dan mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri.
"Petugas kemudian berhenti dan turun untuk memastikan situasi serta mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri oleh massa," kata Kepala Satpol PP Kecamatan Kebayoran Baru, Diki Zulkarnain.
Baca: BNN Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Narkotika Cair di Perairan Kepri
Setelah memeriksa situasi, petugas mengetahui bahwa kerumunan tersebut melibatkan pekerja proyek yang kendaraannya sebelumnya terkena operasi cabut pentil saat penertiban parkir liar.
Ketegangan kembali meningkat setelah sejumlah orang berdatangan ke lokasi. Insiden tersebut berujung pada pelemparan dan kekerasan terhadap petugas.
Seorang anggota Satpol PP mengalami luka ketika berusaha melindungi rekannya yang terjatuh dan berpotensi menjadi sasaran pengeroyokan. Korban kemudian mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Kelurahan Selong dan dilaporkan menerima enam jahitan.
Baca: KPK Periksa Guru Besar UIN Riau, Seleksi Jabatan Pemkab Kuansing Didalami
Lima Saksi Diperiksa, Polisi Identifikasi Terduga Pelaku
Pihak Satpol PP Kebayoran Baru memutuskan membawa kasus dugaan kekerasan tersebut ke jalur hukum. Laporan telah disampaikan kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan.
Baca: Kurir Sabu 1 Kg Ditangkap di Bandara Pekanbaru, Disembunyikan dalam Celana Jeans
Kepolisian menyatakan masih mendalami keterlibatan pihak-pihak yang berada di lokasi kejadian. Banyaknya orang yang terlibat dalam kerumunan menjadi salah satu hal yang perlu ditelusuri untuk memastikan identitas terduga pelaku.
"Sementara belum bisa kita identifikasi pelakunya, karena waktu itu ramai, dan berapa orang yang melakukan kita juga belum bisa pastikan. Betul (pelaku dicari) masih kita koordinasikan juga dengan pihak terkait," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi.
Sejauh ini, lima saksi telah diperiksa untuk membantu mengungkap peristiwa tersebut. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak terkait guna menelusuri orang-orang yang diduga melakukan kekerasan.
Baca: Direktur Travelina Indonesia Ditangkap, Polisi Usut Dugaan Penelantaran 64 Jemaah Umrah
Sementara itu, perwakilan manajemen PT PP telah mendatangi pihak Kecamatan Kebayoran Baru untuk menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. Pihak perusahaan juga menyatakan kesediaan untuk bertanggung jawab terhadap dampak kejadian, termasuk kerusakan dan biaya pengobatan petugas yang terluka.
Meski demikian, penanganan dugaan tindak pidana tetap menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Polisi masih mendalami kasus tersebut untuk memastikan kronologi, identitas pihak yang terlibat, serta pertanggungjawaban hukum sesuai hasil penyelidikan. (SM)
