KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai Kudus, Usut Penyidikan Baru

Kanama
Rabu, 28 Oktober 2026 17:12:47

KANALSUMATERA.com - KUDUS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di kantor PT Djarum dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Kudus, Jawa Tengah, Rabu (28/10/2026).

Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari pengembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan bahwa penyidik melakukan penggeledahan di kedua lokasi tersebut. Langkah ini berkaitan dengan pengembangan perkara yang ditindaklanjuti melalui penerbitan surat perintah penyidikan (sprindik) baru pada Oktober 2026.

Baca: KPK Gelar OTT di BNPB, Sejumlah Pihak Diamankan dan Diperiksa

"Dalam pengembangan penyidikan ini, penyidik melakukan penggeledahan di Kantor Bea Cukai Kudus. Selain itu, tim melakukan penggeledahan di Kantor PT Djarum," kata Budi, sebagaimana diberitakan Metro TV dengan mengutip Antara.

Budi juga menjelaskan bahwa pengembangan penyidikan terbaru tersebut berbeda dari dua pengembangan perkara yang telah diumumkan KPK pada 21 Juli 2026.

Baca: Polisi Usut Pengeroyokan Anggota Satpol PP oleh Pekerja Proyek di Jakarta Selatan

"Benar, di luar itu," kata Budi.

Penggeledahan Berlangsung di Dua Lokasi

Berdasarkan laporan di lapangan, rombongan penyidik KPK mendatangi kantor Bea Cukai Kudus sekitar pukul 10.00 WIB dengan menggunakan lima unit mobil.

Baca: Korupsi MBG Masuk Babak Baru, Dadan Hindayana Segera Disidang, TNI Aktif Jadi Tersangka

Sejumlah petugas yang mengenakan rompi KPK terlihat memasuki beberapa ruangan kantor, termasuk ruang kerja Kepala KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus.

Selain kantor Bea Cukai, penyidik juga melakukan penggeledahan di kantor PT Djarum yang berada di Jalan Ahmad Yani, Kudus.

Baca: Tiga Hakim MK Soroti Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran, KPU Diminta Buka Dokumen

Penggeledahan di kedua lokasi tersebut dilakukan untuk mendukung proses penyidikan. Namun, hingga informasi terakhir yang diberitakan pada Rabu, KPK belum mengumumkan penetapan tersangka dalam pengembangan perkara terbaru ini.

Pengembangan Kasus Korupsi Bea Cukai

Penyidikan terbaru tersebut merupakan perkembangan dari rangkaian penanganan dugaan korupsi di lingkungan Bea dan Cukai yang sebelumnya mencuat setelah operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Februari 2026.

Baca: KPK Geledah Kementerian ATR/BPN, Bidik Bukti Kasus Suap HGB Summarecon

Dalam perkembangan perkara sebelumnya, KPK menerbitkan dua sprindik pada Juli 2026. Sejumlah pejabat Bea Cukai dan pihak swasta turut ditetapkan sebagai tersangka dalam rangkaian penyidikan tersebut.

Mereka antara lain pejabat Bea Cukai Rizal, Sisprian Subiaksono, Orlando Hamonangan, Budiman Bayu Prasojo, dan Gatot Heroe Hernanda, serta tiga pihak yang terkait dengan perusahaan jasa logistik Blueray Cargo.

Baca: Golkar Respons Fahd A Rafiq Kena OTT KPK, Tunggu Kejelasan Kasus

Meski demikian, penggeledahan kantor PT Djarum tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan perusahaan tersebut dalam tindak pidana korupsi. Proses penyidikan masih berjalan, dan kesimpulan mengenai keterlibatan pihak tertentu harus didasarkan pada bukti serta proses hukum yang berlaku.

Perkembangan kasus ini menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan pengawasan kepabeanan dan cukai, termasuk upaya penegakan hukum terhadap dugaan penyimpangan dalam sektor tersebut.

KPK diharapkan menyampaikan hasil penggeledahan dan perkembangan penyidikan lebih lanjut setelah proses pemeriksaan serta pengumpulan bukti selesai dilakukan. (SM)



Terkait
KPK Telusuri Selisih 2.000 SGD dari Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut
KPK Telusuri Selisih 2.000 SGD dari Amplop Bupati Kuansing untuk Menhut
Kasus Jembatan Air Hitam Rohil Memanas, Polda Riau Peri
BASMI Desak Kejati Riau Segera Tetapkan Tersangka Dugaa
PETI Ilegal Makin Marak, Ratusan Hektar Sawah Terancam
Lainnya
Beda Chipset HP Mahal dan HP Murah, Ini 5 Faktor yang Menentukan Performa
Beda Chipset HP Mahal dan HP Murah, Ini 5 Faktor yang Menentukan Performa
Bertepatan Rakernas, 10 Jendral Purnawirawan TNI Gabung
Abu Janda Penuhi Panggilan Penyidik Bareskrim
Ringgit Dominasi Penukaran Mata Uang di Lhokseumawe
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Politik
Bawaslu Ingatkan Larangan Libatkan Anak dalam Kampanye Politik, Ini Sanksinya
Bawaslu Ingatkan Larangan Libatkan Anak dalam Kampanye Politik, Ini Sanksinya
Ahmad Yuzar Pimpin PKB Kampar 2026–2031, Siap Besarka
Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI di
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Kriminal
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desak Pelaku Dihukum Mati
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan,
Bharada Andika Jadi Tersangka Kasus Polisi Tembak Polis
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Nasional
Mendagri dan Menkeu Pastikan Anggaran Pemulihan Bencana Sumatra 2027 hingga 2028
Mendagri dan Menkeu Pastikan Anggaran Pemulihan Bencana Sumatra 2027 hingga 2028
Operasi Patuh 2026 Resmi Dimulai, Ini 11 Pelanggaran ya
Prabowo Bahas P3MD dan Pembangunan Kampus URI, 384 Pese