RUU Perampasan Aset Dibahas, Advokat Soroti Integritas Aparat Penegak Hukum

Kanama
Rabu, 23 September 2026 16:44:55

KANALSUMATERA.com - JAKARTA – Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset kembali mendapat perhatian. Dalam pemaparan di Komisi III DPR RI, advokat Luthfi Yazid menilai keberadaan aturan yang kuat harus dibarengi dengan kualitas manusia yang menjalankannya.

Luthfi yang merupakan bagian dari Dewan Pergerakan Advokat Republik Indonesia menekankan pentingnya faktor manusia atau the men behind the gun dalam upaya pemberantasan korupsi.

Pandangan tersebut disampaikan Luthfi saat mengikuti pemaparan mengenai RUU Perampasan Aset di Komisi III DPR, Jakarta, Rabu (23/09/2026).

Baca: UGM Tegaskan Hormati Proses Hukum Usai Jokowi Tunjukkan Ijazah di Sidang Roy Suryo

Ia kemudian menceritakan pengalamannya ketika berdiskusi dengan seorang advokat asal Jepang. Dalam pertemuan tersebut, Luthfi mempertanyakan alasan tingkat korupsi di Jepang relatif rendah.

"Kemarin saya berjumpa dengan seorang advokat dari Jepang kebetulan saya juga menjadi salah satu pendiri dari Japan-Indonesia Lawyers Association saya bertemu dengan Mitamayama Sosaboro Kawata, saya tanya kenapa di Jepang ini tingkat korupsinya sangat rendah bahkan di Jepang itu kalau orang malu dia akan lakukan senpoku dia bunuh diri dengan sobek-sobek perutnya," kata Luthfi saat pemaparan RUU Perampasan Aset di Komisi III DPR, Jakarta, Rabu (23/09/2026).

Baca: PT Riau Vonis Eks Kadis PUPR 4 Tahun, Uang Pengganti Rp510 Juta

Menurut Luthfi, advokat Jepang tersebut kemudian menjelaskan bahwa kepatuhan terhadap hukum tidak semata-mata bergantung pada ada atau tidaknya pengawasan manusia.

"Dia bilang 'Pak Luthfi tahu kan di Jepang itu meskipun malam hari dan jalan itu traffic light itu merah, itu mereka nggak akan nyeberang Pak Luthfi, jadi kami tidak akan melakukan kejahatan, baik dilihat orang maupun tidak dilihat orang, karena matahari menyaksikan kami, jadi dia takut pada matahari, karena matahari menyaksikan dia," ucap dia.

Cerita tersebut kemudian dikaitkan Luthfi dengan pembahasan RUU Perampasan Aset. Menurut dia, keberadaan regulasi perlu didukung oleh orang-orang yang memiliki integritas dalam menjalankan kewenangan.

Baca: Dirjenpas Mashudi Mundur, Polemik Lapas Cibinong Berujung Pergantian Pimpinan

"Jadi sebenarnya apa namanya peran dari manusia, the men behind the gun-nya, menjadi hal yang sangat penting," ujar dia.

RUU Perampasan Aset dan Tantangan Penegakan Hukum

Baca: Tiga Hakim MK Soroti Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran, KPU Diminta Buka Dokumen

Perhatian terhadap RUU Perampasan Aset tidak hanya berkaitan dengan upaya mengembalikan aset hasil tindak pidana, tetapi juga menyangkut bagaimana kewenangan aparat dijalankan.

Sebelumnya, Komisi III DPR menyebut salah satu isu yang menjadi perhatian dalam pembahasan RUU tersebut adalah keseimbangan antara kepentingan asset recovery dan pencegahan penyalahgunaan kewenangan atau abuse of power.

DPR juga menyatakan pembahasan RUU Perampasan Aset masih melibatkan berbagai masukan dari akademisi, masyarakat sipil, organisasi masyarakat, dan praktisi hukum. RUU tersebut tercantum dalam Prolegnas Prioritas 2026 dan proses penyusunannya berada di Komisi III DPR.

Baca: Ruben Onsu Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Investasi, Polisi Siapkan Pemeriksaan

Dengan demikian, pembahasan RUU Perampasan Aset tidak hanya menyangkut substansi aturan, tetapi juga mekanisme pengawasan dan pelaksanaan kewenangan agar tujuan pemulihan aset tetap berjalan tanpa mengabaikan perlindungan terhadap hak masyarakat. (SM)



Terkait
DPO Dua Tahun Ditangkap, Polda Riau Bongkar Dugaan Pemodal Kayu Ilegal di Kampar
DPO Dua Tahun Ditangkap, Polda Riau Bongkar Dugaan Pemodal Kayu Ilegal di Kampar
Pria di Pelalawan Bunuh Wanita, Kematian Korban Direkay
Tiga Pelaku Pembalakan Liar di Suaka Margasatwa Kerumut
Tim Gabungan Razia Angkutan Barang Besar-Besaran di Pek
Lainnya
Prabowo Wacanakan Pengadilan Ad Hoc untuk Bersihkan BUMN dari Dugaan Korupsi
Prabowo Wacanakan Pengadilan Ad Hoc untuk Bersihkan BUMN dari Dugaan Korupsi
Tangan Wakapolres Bintan Nyaris Terbakar saat Musnahkan
DKPP Adili KPU dan Bawaslu Kota Batam Hari ini Dugaan P
Krisis Air Berpotensi Terjadi di Pulau Bintan
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Politik
Syahrul Aidi Maazat Gelar Sarasehan Kebangsaan MPR RI 2026 di Kampar, Bahas Peran dan Fungsi MPR
Syahrul Aidi Maazat Gelar Sarasehan Kebangsaan MPR RI 2026 di Kampar, Bahas Peran dan Fungsi MPR
Golkar Bantah Isu Bahlil Terlibat Penyadapan Ilegal Pra
Mulyanto PKS Nilai Hak Menyatakan Pendapat Mulai Mengua
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I