Penangkapan Romy di Kanwil Kemenag Jatim Dibantah, Saksi Sebut di Hotel Bumi Surabaya
KANALSUMATERA.com - Humas Kanwil Kemenag Jatim, Markus, membantah OTT KPK terhadap Ketum PPP Romahurmuziy dilakukan di kantor Kanwil Kemenang Jatim Jalan Juanda, Sidoarjo. Sebab, pagi tadi seluruh staf tengah mengikuti senam dan kerja bakti.
"Kami pastikan, tidak ada penangkapan siapapun di kemenag, di kanwil maupun di Sidoarjo," kata Markus saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (15/3/2019).
Pria yang juga Kepala Sub Bagian Informasi ini menyakinkan jika pagi tadi seluruh satf kanwil dan pejabat lain mengikuti senam dan bersih-bersih tiap hari Jumat. "Kami tadi bersama pak kanwil ikut senam dan aman-aman saja. Tidak ada penangkapan apapun," tambanya.
Pernyataan yang sama juga disampaikan salah satu satpam Kanwil Kemenag Jatim, Arifin. Dia mengaku sama sekali tidak mengetahui jika ada OTT KPK.
Diberitakan, lokasi penangkapan diduga di sebuah hotel yang ada di Jalan Basuki Rahmat Surabaya.
Baca: Operasi Patuh 2026 Digelar 8–21 Juni, Korlantas Polri Incar Pelanggar Plat Nomor dan ETLE
Dari penuturan seorang saksi yang mengetahui peristiwa itu, penangkapan dilakukan tim KPK sekitar pukul 08.00 Wib, Jumat (15/3/2019).
Menurut saksi yang bertugas sebagai penjaga JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) Basuki Rahmat, saat itu dia melihat ada beberapa orang yang keluar dari tempat parkir di samping kiri hotel.
"Jam 8-an ada orang keluar dari hotel. Keluar dari lobby. Ada rame-rame gitu," kata saksi mata.
Saksi yang enggan disebut namanya tersebut mengatakan, dari lokasinya yang berada di seberang jalan terlihat ada dua orang yang ditangkap. Sementara itu, ada kurang lebih lima orang yang melakukan penangkapan.
"Ada dua orang yang ditangkap. Satunya dikekep, satunya dipegang tangannya gitu. Ada rame-rame orang tapi ndak pakai seragam," lanjutnya.
Baca: Tim Gabungan Razia Angkutan Barang Besar-Besaran di Pekanbaru: Targetkan ODOL dan Surat Kendaraan
Sementara, Direktur Sales dan Marketing Hotel Bumi Surabaya Endah Retnowati membenarkan jika Ketum PPP Romahurmuziy saat itu memang menginap di Hotel Bumi. Namun pihaknya sama sekali tidak mengetahui soal penangkapan yang dilakukan oleh KPK.
"Saya tidak tahu detailnya. Dan saya tidak bisa memberikan informasi apapun karena saya tidak tahu kejadiannya. Betul, Pak Romi memang menginap di Hotel Bumi Surabaya," kata Retno kepada detikcom melalui sambungan telepon.
Sementara itu Ketua DPW PPP Jatim, Musyafa Noer, membeberkan kronologi penangkapan Ketum PPPRomahurmuziy oleh KPK. Musyafa juga mengatakan jika selama 2 hari ini Rommy tengah ada kegiatan di Jatim. Ia membantah penangkapan dilakukan di kantor Kemenag Jatim
"(Penangkapan) Bukan di Sidoarjo, itu salah beritanya, jadi perjalanan konsolidasi Rommy ke Jatim itu dua hari mulai hari Rabu dan Kamis. Rabu di Malang raya, Kamis di Blitar dan kabupaten Kediri," ungkap Musyafa saat dihubungi di Surabaya, Jumat (15/3/2019).
Usai melakukan sejumlah kegiatan di Blitar jelas Musyafa, semalam Rommy menginap di Hotel Bumi Surabaya. Dia juga mengatakan peristiwa penangkapan Rommy sekitar pukul 08.00 WIB.
Baca: Akibat Terkena Puntung Rokok saat Berkendara, Mahasiswa Hukum UMY Gugat UU LLAJ ke MK
"Kemudian tadi malam, bermalam di Surabaya di Hotel Bumi Surabaya. Peristiwanya (penangkapan KPK) tadi pagi sekitar jam 8," tambah Musyafa.
Dari kabar yang beredar, Rommy diketahui ditangkap bersama salah seorang pegawai Kemenang. Namun, Musyafa mengaku belum mengetahuinya. Karena saat penangkapan Rommy, dia tidak sedang berada di hotel.ks
