WNA asal Cina Paling Banyak Dideportasi dari Lombok

Alwira Fanzary
Rabu, 23 Januari 2019 13:37:12
WNA yang dideportasi (Rpo)

KANALSUMATERA.com - Kantor Imigrasi Kelas I Mataram mencatat adanya 49 kasus pelanggaran keimigrasian warga negara asing (WNA) selama 2018 di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kepala Seksi (Kasi) Intelejen dan Penindakan (Inteldakim) Kantor Imigrasi Kelas I Mataram Yusriansyah Fazrin mengatakan, dari 49 kasus, seluruhnya telah dilakukan pendeportasian ke negara masing-masing.

"Tahun lalu ada 49 kasus pelanggaran WNA, seluruhnya (49 WNA) telah dideportasi," ujar Yusriansyah di Kantor Imigrasi Kelas I Mataram, NTB, Rabu (23/1).

Yusriansyah seperti yang diberitakan Republika menyebutkan, negara Cina mendominasi dari segi jumlah pelanggaran keimigrasi yang telah dideportasi. "Dari 49 WNA yang sudah kami deportasi, mayoritas memang berasal dari Cina," kata dia.

Sementara untuk tahun ini, Kantor Imigrasi Kelas I Mataram telah mendeportasi sembilan WNA dengan rincian tujuh WNA dari Cina dan tiga lainnya dari Perancis. Yusriansyah menyebutkan, mayoritas WNA yang dideportasi karena dinilai menyalahgunakan izin tinggal yang melanggar pasal 122 huruf a Jo pasal 75 ayat 1 UU nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian.

Baca: “Semprot” Perusahaan di Pelalawan Usai Insiden Kerja, DPRD: K3 itu wajib, Bukan Pilihan!

Yusriansyah menambahkan, tindakan pengawasan terhadap orang asing merupakan kerja bersama antara Kantor Imigrasi, Polda NTB, Polres, dan juga masyarakat sekitar. Ia melanjutkan, pemerintah terbuka terhadap kedatangan WNA, terlebih wisatawan mancanegara ke Lombok, namun diminta tetap mengikuti peraturan yang berlaku dengan tidak menyalahgunakan izin tinggal.

"Kita tidak pernah menolak (kedatangan) orang asing selama dokumen perizinannya lengkap," kata Yusriansyah menambahkan. Rpo/Kso

Terkait
Respon Laporan Masyarakat, Satpol PP Kampar Turun Ke lokasi Tambang Galian C Empat Balai
Respon Laporan Masyarakat, Satpol PP Kampar Turun Ke lokasi Tambang Galian C Empat Balai
Bupati Kampar Fasilitasi Penyelesaian Konflik Desa Koto
Adanya Dugaan Klaim Fiktif BPJS Kesehatan, Polda Kepri
Dugaan Penipuan oleh Oknum KNES, DPRD Riau Sarankan Ang
Lainnya
11 ABK asal Kepri Ditetapkan sebagai Tersangka kasus Pasir Timah di Bangka Belitung
11 ABK asal Kepri Ditetapkan sebagai Tersangka kasus Pasir Timah di Bangka Belitung
Seminggu Pemutihan Denda, Pajak Kendaraan yang Masuk ke
Kurir Sabu 4 Kg Budi Harianto Berdalih Hanya Terima Pak
Dua IRT Coba Selundupkan Narkoba ke Lapas Labuhan Ruku
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Nasional
293 Anggota Hadir, DPR RI Gelar Rapat Paripurna Bahas Sejumlah Agenda Strategis
293 Anggota Hadir, DPR RI Gelar Rapat Paripurna Bahas Sejumlah Agenda Strategis
Rapat Pansus Daerah Kepulauan, Hendry Munief Soroti Pes
Pemerintah Hentikan Latsarmil Manajer Kopdes, Pelatihan
Daerah
Walikota Ingatkan Kepsek dan Komite Jangan 'Main Mata' di SPMB
Walikota Ingatkan Kepsek dan Komite Jangan 'Main Mata' di SPMB
Dinkes Riau Dorong Penguatan Anggaran Daerah dan Desa C
TVRI Riau dan Pemprov Riau Perkuat Sinergi, Matangkan R
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Hukum
225 Hektare Lahan Petani Dikuasai Agrinas, Warga Bengkalis Minta Penjelasan Hukum
225 Hektare Lahan Petani Dikuasai Agrinas, Warga Bengkalis Minta Penjelasan Hukum
Diduga 225 Hektare Lahan Kelompok Masuk Kawasan Kelolaa
KKP Pastikan Investasi di KITB Tetap Berjalan, Penyegel
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind