Warga Siak ini Divonis Penjara 10 Hari Karena Mencoblos 2 Kali

Mawardi Tombang
Rabu, 29 Mei 2019 10:55:55

Siak, KANALSUMATERA.com - 2 (Dua) orang Warga Kampung Kandis, Kecamatan Kandis Kabupaten Siak menerima getah atas perbuatannya yang mencoblos hingga 2 kali pada Pemilu yang lalu. Dia divonis penjara 10 Hari oleh Pengadilan Negeri Siak yang berlangsung pada Selasa (28/5/2019).

2 (Dua) orang warga dengan inisial RR dan LN adalah warga kelurahan Kandis, Kecamatan Kandis yang telah melakukan 2 kali pencoblosan di 2 TPS yang berbeda.

Mereka mendapatkan formulir C6 pada TPS 10 dan TPS 12 di Kelurahan Kandis sebelum tanggal 17 April 2019 silam.

Permasalahan ini diketahui Bawaslu Kabupaten Siak setelah mendapatkan informasi dari salah seorang warga yang melaporkan masalah tersebut kepada pengawas TPS.

Kronologisnya, sekitar lukul 09.00 WIB tanggal 17 April lalu, kedua tersangka melakukan pencoblosan surat suara pada TPS 12 dan kemudian pada pukul 10.00 WIB mereka mencoblos di TPS 10 dengan nama yang berbeda dengan membawa formulir C6.

Baca: Kasus Rektor Unsoed Jadi Sorotan, Komisi X DPR Dorong Evaluasi Sistem Penerimaan Maba

Kasus ini berawal dari informasi dari masyarakat, Ahmad Dardiri, SE Koordinator Divisi Penindakkan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Siak melakukan penelusuran dengan mengundang Ketua KPPS serta Pengawas TPS di dua TPS tersebut untuk mendapatkan keterangan serta bukti-bukti yang lebih kuat.

Pada senin 22 April 2019, Bawaslu Kabupaten Siak meregister kasus tersebut menjadi temuan. Pada hari yang sama Bawaslu Kabupaten Siak, bersama Kepolisian dan Kejaksaan Kabupaten Siak yang tergabung dalam Sentra Gakumdu melakukan Pembahasan SG1.

Berdasarkan hasil SG1, Sentra Gakumdu menyatakan perlu melakukan klarifikasi kepada warga yang melapor, Ketua dan anggota KPPS dan Pengawas TPS dari TPS 10 dan TPS 12.

Bawaslu Siak didampingi oleh 3 Orang penyidik dari Sentra Gakumdu meminta keterangan kepada 2 tersangka RR dan LN pada SG2 tanggal 27 April 2019.

Hasil dari SG2 tersebut, Bawaslu Kabupaten Siak bersama Sentra Gakkumdu melakukan pembahasan untuk menentukan kelanjutan permasalahan tersebut.

Baca: Bos Planet Batam Yuwanky Jadi DPO Bareskrim, Diduga Kabur ke Singapura

Dan sekitar tanggal 9 Mei 2019, masalah tersebut dilimpahkan ke pihak Polres Dayun Siak dengan menyerahkan bukti-bukti yang telah terkumpul.

11 (Sebelas) hari pasca pelimpahan berkas, tepatnya tanggal 20 Mei 2019 penyidik melimpahkan perkara ke pihak Kejaksaan Siak untuk melakukan P21 dan menyerahkan ke pihak pengadilan pada tanggal 24 Mei 2019 untuk dilakukan persidangan di pengadilan.

Sekitar pukul 11.00 WIB bertempat di Pengadilan Negeri Siak, Komplek Perkantoran Tanjung Agung, Siak Sri Indrapura sidang putusan diselenggarakan.

Rozza El Afrina, SH., Kn., MH selaku Ketua majelis sidang putusan bersama 2 anggota majelis lainnya Risca Fajarwaty, SH., MH dan Hj. Yuanita Tarid, SH., MH memvonis 2 tersangka dengan hukuman pidana penjara 10 Hari denda 1 juta rupiah dengan Subsider 3 hari kurungan.

Berdasarkan pasal 516 UU 7 tahun 2017 yg berbunyi " Setiap orang yang dengan sengaja pada waktu pemungutan suara memberikan suara lebih dari satu kali di satu TPS/TPSLN atau lebih, akan di pidana penjara paling lama 18 bulan dan denda paling banyak Rp. 18.000.000." tutur Dardiri Kordiv Penindakkan Pelanggara Bawaslu Kabupaten Siak.

Baca: Pria Bugil Pukul Pemotor di Lenteng Agung, Yosua Mengaku Depresi Usai Ibu Meninggal

Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan mengapresiasi putusan majelis yang menurutnya sudah berlaku adil.

"Saya mengapresiasi putusan Majelis persidangan yang telah memberikan vonis adil dan bijaksana dalam perkara ini," ujar Rusidi singkat. rls



Terkait
Polisi Pengintimidasi Satpam Bundaran HI Ternyata Sedang BKO di Kemendagri, Propam Dalami Kasus
Polisi Pengintimidasi Satpam Bundaran HI Ternyata Sedang BKO di Kemendagri, Propam Dalami Kasus
KPK Buka Peluang Banding Usai Vonis 2 Tahun Abdul Wahid
Puluhan Karyawan Gugat PT Bina Karya, Perusahaan Pengem
KKP Pastikan Investasi di KITB Tetap Berjalan, Penyegel
Lainnya
STIKES Yarsi Ukir Prestasi pada Uji Kompetensi Nasional
STIKES Yarsi Ukir Prestasi pada Uji Kompetensi Nasional
Puskesmas Langsat akan Diusulkan PRAP tingkat Nasional
Magribi Pelaku Pencoblos 20 Surat Suara Divonis PN Bang
Polisi Sebut Tak ada BB, Kasus Narkoba Andi Arief Dihen
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hukum
RUU Perampasan Aset Dibahas, Advokat Soroti Integritas Aparat Penegak Hukum
RUU Perampasan Aset Dibahas, Advokat Soroti Integritas Aparat Penegak Hukum
Sebelum Jual Konten Asusila, Dua Pria di Bogor Ternyata
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen
Pendidikan
Prabowo Izinkan Dana BOS Dipakai Bayar Gaji Guru Non-ASN
Prabowo Izinkan Dana BOS Dipakai Bayar Gaji Guru Non-ASN
Prabowo Siapkan Pendidikan Gratis SD hingga PTN, Anggar
Bupati Kampar Tekankan Mutu Pendidikan, Korwil Diminta
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I