TNI AL Tangkap Kapal Ikan Asal Malaysia di Selat Malaka

Alwira Fanzary
Rabu, 6 Februari 2019 06:33:03
Kapal Ikan asal Malaysia yang diamankan

KANALSUMATERA.com - KRI Lemadang-632 Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I menangkap kapal ikan asal Malaysia di Perairan Selat Malaka.

Seperti yang diberitakan Liputan6.com, penangkapan berawal saat KRI Lemadang-632 melaksanakan patroli sektor, mendapatkan kontak kapal yang mencurigakan tepatnya pada posisi 04 30 00 U - 099 25 27 T di sekitar perairan Selat Malaka, pada Senin 4 Februari 2019.

Menindaklanjuti hal tersebut, KRI Lemadang-632 melakukan pengejaran, penangkapan, dan penyelidikan (Jarkaplid) yang dilanjutkan dengan peran pemeriksaan dan penggeledahan terhadap muatan, anak buah kapal dan dokumen kapal tersebut.

Dari hasil pemeriksaan diketahui kapal ikan asal Malaysia itu bernama PKFB 1593, Tonage 67 GT, Kebangsaan Malaysia, Jenis Kapal Ikan Asing, Nahkoda MR. Montree Sama Ae, dengan jumlah ABK 4 orang (termasuk Nahkoda).

Baca: Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan dan 1 Warga Tewas

Di dalam kapal terdapat warga negara asing (WNA) asal Thailand dan Kamboja. Isi kapal bermuatan ikan Sotong seberat 100 Kilogram," ucap omandan KRI Lemadang-632 Mayor Laut (P) Pungki dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/2/2019).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kapal tersebut diduga melakukan pelanggaran karena melaksanakan penangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia tanpa dilengkapi dokumen SIUP.

"Kapal tersebut melanggar UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan Pasal 92 Jo Pasal 26 ayat (1), dan dokumen SIPI melanggar UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan Pasal 93 Jo Pasal 27 ayat (2),”. Kso



Terkait
Bos Planet Batam Yuwanky Jadi DPO Bareskrim, Diduga Kabur ke Singapura
Bos Planet Batam Yuwanky Jadi DPO Bareskrim, Diduga Kabur ke Singapura
Bongkar Mafia BBM Subsidi di Rohil, Polda Riau Tangkap
Kanwil DJP Jabar I Bekukan 275 Rekening Penunggak Pajak
Respon Laporan Masyarakat, Satpol PP Kampar Turun Ke lo
Lainnya
Fahmil Pertanyakan ke Pemkab Kampar Minimnya Penerimaan Guru Agama Islam Dibanding Agama Lain
Fahmil Pertanyakan ke Pemkab Kampar Minimnya Penerimaan Guru Agama Islam Dibanding Agama Lain
32 Kios Ludes Terbakar di Pasar Kuok Batang Kapas
Diduga Korsleting Listrik, Satu Rumah dan Dua Motor Ter
Alay, Koruptor APBD Lampung Timur Rp 108 Miliar Ditangk
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Politik
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PDIP Respons Wacana Capres Minimal Didukung Dua Fraksi
Zulhas Tak Mau Nyapres 2029, PAN Tegaskan Tetap Dukung