Ratusan Karyawan PT HKL di Kampar Mogok Kerja, Tuntut Kenaikan Upah

Mawardi Tombang
Kamis, 17 Januari 2019 13:41:35

KANALSUMATERA.com - Sudah Bertahun tahun kerja di perusahaan PT Hervenia Kampar Lestari (HKL) namun merasa tidak mendapatkan gaji yang layak, untuk itu ratusan karyawan menuntut kenaikan upah yang layak dan manusiawi.

Mereka merasa haknya tidak sesuai dengan Upah Minimum Karyawan (UMK) dari pemerintah dan terindikasi sesama karyawan ada perlakukan yang berbeda dari perusahaan.

Untuk menyampaikan aspirasi nya ratusan karyawan melakukan mogok kerja dan membentang spanduk bertuliskan kekecewaan mereka di halaman kantor perusahaan, Kamis (17/01/19).

Mogok Kerja yang dilakukan sudah berlangsung selama tiga hari dan akan terus berlanjut jika tuntutan mereka tidak dikabulkan oleh perusahaan milik warga negara keturunan ini.

Baca: Tong Biru Berisi Rp 934 Juta Jadi Barang Bukti OTT Bupati Klaten, KPK Ungkap Asal Uang

Bahkan perusahaan sudah semena-mena melakukan pemberhentian oleh karyawan sebelumnya sebanyak 54 orang tanpa adanya pesangon. Padahal masa kerja mereka sudah dia atas lima tahun.

Dan sebagai karyawan hak mereka untuk keselamatan kerja tidak diperhatikan sama sekali oleh perusahaan sepeti sepatu dan alat keamanan lainnya.

Ini juga yang menjadi tuntutan oleh karyawan karena sudah banyak kejadian karyawan yang alami kecelakaan hingga jari sampai putus.

Tentunya ini harus menjadi perhatian oleh perusahaan agar tidak terjadi lagi kepada karyawan lain. Tetapi hal itu selalu di abaikan bahkan hanya kesadaran karyawan lah untuk menjaga dirinya dengan membeli alat keselamatan secara pribadi dan menggunakan uang pribadinya pula.

Baca: Lima Pejabat Lapas Cibinong Dinonaktifkan, Kalapas Ikut Diperiksa

Miris sungguh karyawan pun di dalam tidak tergabung juga dalam sebuah organisasi seperti FSPTI SPSI atau oraganisasi lainnya.

Tentu ini harus menjadi perhatian oleh dinas ketenagakerjaan dan pemerintah daerah kabupaten kampar agar perusahaan sehat masyarakat dapat bekerja dengan selamat dan menerima upah yang layak.

Selanjutnya Pihak kepolisian tampak hadir dari mapolsek tambang pun tampak hadir dan langsung konfirmasi ke pihak perusahaan.

Sementara itu pimpinan perusahaan Husin Ong Mulia memberikan keterangan kepada kepolisian dan awak media dengan beberapa point permintaan dari karyawan yang mogok dan satu per satu, Husin menjelaskan:

Baca: Golkar Respons Fahd A Rafiq Kena OTT KPK, Tunggu Kejelasan Kasus

1. Bahwa kenaikan upah tidak bisa di kabulkan oleh perusahaan.
2. Masalah cuti sudah kami sepakati dan akan dilaksanakan sesuai kesepakatan
3. Transportasi itu khusus untuk karyawan dari Pekanbaru dan untuk tenaga ahli saja.
4.Pesangon yang berhenti itu tidak pernah dilakukan sejauh ini. Yang di PHK di luar karyawan.

Di akhir pertemuan itu Husin bahkan mengancam kalau mogok sampai lima hari berarti otomatis mengundurkan diri dari perusahaan.

Oleh karena itu pihak perusahaan meminta agar karyawannya tetap masuk kembali bekerja seperti biasanya. hen



Terkait
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Unsoed Hormati Proses Hukum, Tunggu Kejelasan KPK Usai
Pasca Kasus Korupsi Pakan, Pemkot Surabaya Perketat Tat
TAPAK Riau Desak Polisi Usut Tuntas Bos PT Assyifa, Did
Lainnya
Saat Launching Forum DPR RI, Syahrul Aidi Tawarkan Kerja Sama Ekonomi dengan Negara Sahabat
Saat Launching Forum DPR RI, Syahrul Aidi Tawarkan Kerja Sama Ekonomi dengan Negara Sahabat
Rakor Dengan Mendagri, Dr. Kamsol: Pasokan Pangan Untuk
Pemkab Pelalawan Garis Terdepan Memutus Mata Rantai Cov
Gubernur Jawa Tengah: Kalau Ada yang Korupsi Saya Sembe
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Pendidikan
Bupati Ahmad Yuzar Dorong Wisudawan STIE Bangkinang Kuasai Teknologi dan Ciptakan Lapangan Kerja
Bupati Ahmad Yuzar Dorong Wisudawan STIE Bangkinang Kuasai Teknologi dan Ciptakan Lapangan Kerja
Gelar Karya PPG Universitas Pahlawan 2026 Tampilkan Ino
Politeknik Mulia Rokan Resmi Hadir, Karmila Sari Dorong
Kriminal
Eks Napiter Diduga Jadi Otak Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Polisi Tangkap Buronan
Eks Napiter Diduga Jadi Otak Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Polisi Tangkap Buronan
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desa
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan,
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Hukum
Empat Jam Diburu Polisi, Dua Terduga Pelaku Tambang Emas Ilegal di Kampar Ditangkap
Empat Jam Diburu Polisi, Dua Terduga Pelaku Tambang Emas Ilegal di Kampar Ditangkap
Hasto PDIP Sebut Dugaan Penyadapan Prabowo oleh Listyo
UGM Tegaskan Hormati Proses Hukum Usai Jokowi Tunjukkan
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar