Perjalanan Panjang Karir Nurdin Basirun, Dari Binaan Almarhum HM Sani Hingga Ditangkap KPK
Batam, KANALSUMATERA.com - Perjalanan panjang karir Nurdin Basirun bakal terhenti ketika Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencokoknya dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Rabu (10/7/2019) malam di rumah dinas sang gubernur.
Perjalanan karir politik Nurdin Basirun cukup panjang. Tokoh yang baru 3 hari yang lalu merayakan ulang tahun ke-62 itu menjadi gubernur karena menggantikan mentornya yang menjabat Gubernur, H Muhammad Sani, meninggal dunia dua tahun yang lalu. Saat itu Nurdin Basirun menjabat sebagai Wakil Gubernur Kepri.
Nurdin sempat memimpin Provinsi Kepulauan Riau seorang diri selama sekitar dua tahun. Setelah itu, ia mendapat pendamping Isdianto, disokong PDI Perjuangan dan beberapa partai lainnya. Isdianto sendiri merupakan adik kandung HM Sani.
Karir Nurdin di politik cukup lama dan panjang. Ia pernah dua kali menjadi Wakil Bupati Karimun mendampingi HM Sani, kemudian dua periode menjabat Bupati Karimun.
Baca: Respon Laporan Masyarakat, Satpol PP Kampar Turun Ke lokasi Tambang Galian C Empat Balai
Setelah itu, Nurdin mencoba peruntungan menjadi pendamping HM Sani sebagai Wakil Gubernur di periode kedua birokrat senior tersebut. Baru tiga bulan bersama, HM Sani wafat. Nurdin naik kursi gubernur. Nurdin digadang-gadangkan menjadi calon kuat Gubernur Kepri diantara beberapa calon lainnya.
Ada beberapa calon lainnya yang mencuat diantaranya Soerya Respationo, Ansar Ahmad, Rudi, Brigjen Yan Fitri, Asman Abnur, Apri Sujadi, Aunur Rafiq, Huzrin Hood, Ismeth Abdullah, serta beberapa tokoh lainnya.
Belakangan kontestasi pemilihan Gubernur Kepulauan Riau semakin menghangat. Peta politik pemilihan gubernur mulai terlihat. Ketua DPW NasDem Kepulauan Riau itu dikabarkan akan berpasangan dengan Soerya Respationo dari PDI Perjuangan.
Sedangkan Isdianto, kini menjadi Wakil Gubernur Kepulauan Riau juga digadang-gadangkan akan maju di Pilgub Kepri. Isdianto melalui perjalanan yang alot akhirnya bisa menjadi wakil gubernur.
Baca: Adanya Dugaan Klaim Fiktif BPJS Kesehatan, Polda Kepri Periksa Kepala Dinkes Tanjung Pinang
Keluarga Miskin
Nurdin tumbuh dari keluarga miskin. Ia tinggal di gubuk kayu dengan orangtuanya dan 14 saudara kandung di Pulau Karimun. Bagi mereka uang adalah hal langka.
"Saya menjual kue Melayu, membawa air dari sumur ke rumah untuk membantu keuangan keluarga. Saya hemat dan bisa membeli rumah dan mobil sendiri," katanya saat diwawancarai media suatu saat.
OTT KPK
Baca: Masyarakat Adat Rantau Kasai Tidak Terima Disebut Penjarah Lahan: Akan Lapor ke Polisi
Selain Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap sejumlah orang. Diantaranya beberapa pejabat.
Mereka yang ditangkap diantaranya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri Edy Sofyan, seorang kepala bidang, PNS, dan seorang pengusaha.
Selain itu, KPK juga menyita barang bukti Rp 60 juta dari tangan tersangka. "Ada enam orang yang kita amankan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (10/7/2019). mt
