Pengusaha Kain Asal Ciodeng Dimutilasi di Malaysia

Alwira Fanzary
Minggu, 10 Februari 2019 20:09:33
Ilustrasi

KANALSUMATERA.com - Nuryanto (37), pengusaha kain yang berdomisili di Rancamanyar, Kecamatan Ciodeng, Kabupaten Bandung diduga menjadi korban mutilasi yang dilakukan oleh rekan kerjanya di Malaysia, Januari lalu. Tidak hanya itu, teman perempuannya, Ai Munawaroh yang mendampingi korban turut menjadi korban mutilasi.

Pengacara korban, Hermawan seperti yang diberitakan Republika.co.id mengungkapkan, 17 Januari lalu, kliennya berangkat ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk mengambil uang Rp 2 miliar dari rekan kerjanya, M Ikbal dan M Abas yang sering menjual barang perusahaan korban. Kemudian pada 23 Januari dijadwalkan korban kembali lagi ke Indonesia. Namun hingga tanggal tersebut korban tidak kembali.

"Tanggal 21 Januari udah gak ada komunikasi dan sampai 23, klien kami gakbalik-balik. Waktu itu kita buat surat kehilangan tanggal 25 ke kepolisian setempat bersama rekan kerjanya," ujarnya saat dihubungi, Ahad (10/2).

Ia menuturkan, sebelum berangkat ke Malaysia, korban sempat memberitahukan ia dan istrinya bahwa akan berangkat ke Malaysia sendiri. Namun, saat bersangkutan hilang dan belum kembali, ia mengecek ke maskapai penerbangan yang digunakannya. Diketahui korban berangkat bersama teman perempuan, Ai.

Baca: Warga Bengkalis Datangi Inspektorat Tagih Kejelasan Laporan Eks Kades Darul Aman atas Sejumlah Kasus

Menurutnya, rekan kerja korban pun mengakui jika Nuryanto datang ke Malaysia dengan teman perempuan. Sekitar 27-28 Januari pihaknya kemudian mendapatkan informasi dari Kepolisian Sungai Buloh, Kuala Lumpur, Malaysia.

Kepolisian menemukan mayat laki-laki dan perempuan dengan kondisi termutilasi. Pihaknya menduga mayat tersebut kliennya karena warga Malaysia tidak ada yang melaporkan ke kepolisian keluarganya hilang.

"Saat ditelusuri (polisi) ke hotel (Nuryanto) menginap, terdapat kecocokkan bajunya yang dipakai tanggal 21 saat keluar hotel dengan mayat yang ditemukan," ungkapnya.

Masing-masing pihak keluarga korban sudah berangkat ke Malaysia untuk memastikan apakah mayat tersebut adalah Nuryanto dan Ai.

Baca: 225 Hektare Lahan Petani Dikuasai Agrinas, Warga Bengkalis Minta Penjelasan Hukum

"Identifikasi itu harus lewat DNA. Soalnya tubuhnya sudah hancur dan terpisah-pisah. Keluarga ingin memastikan saja, kalau sudah pasti (Nuryanto) apakah mau dimakamkan disana atau di Indonesia," katanya.

Hermawan yang sudah menjadi pengacara korban satu tahun terakhir memperoleh informasi jika pihak kepolisian telah mengamankan rekan kerja korban yaitu M Ikbal alias Jimmy dan M Abas.

Meski belum pasti, menurutnya, pengamanan dilakukan sebab mereka berdua yang terakhir kali bertemu dengan korban dan diduga melakukan tindak pidana pembunuhan tersebut. Kso

Terkait
Diduga 225 Hektare Lahan Kelompok Masuk Kawasan Kelolaan Agrinas, Petani Minta Kejelasan
Diduga 225 Hektare Lahan Kelompok Masuk Kawasan Kelolaan Agrinas, Petani Minta Kejelasan
KKP Pastikan Investasi di KITB Tetap Berjalan, Penyegel
Bupati Kampar Fasilitasi Penyelesaian Konflik Desa Koto
Pemerintah Resmi Berlakukan Hukuman Pidana Kerja Sosial
Lainnya
Ribuan Warga Terima Bantuan Beras, Bupati Ahmad Yuzar Tegaskan Negara Hadir untuk Masyarakat
Ribuan Warga Terima Bantuan Beras, Bupati Ahmad Yuzar Tegaskan Negara Hadir untuk Masyarakat
Operasi Patuh Toba 2019 Akan Digelar, Ada Delapan Sasar
Bupati Meranti Tinjau Bangunan Pelabuhan RORO Desa Insi
Merokok Dalam Mobil Sambil Bawa Anak, Siap-Siap Kena De
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt
Nasional
Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Ekonomi Utara, Singgung Ketimpangan Destinasi dan Industri
Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Ekonomi Utara, Singgung Ketimpangan Destinasi dan Industri
Ribuan Warga Meranti Bekerja di Malaysia, Hendry Munief
Pemerintah Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 p
Pendidikan
BKMT Kampar Resmikan Sekolah Lansia, Wujudkan Lansia Aktif, Kreatif dan Mandiri
BKMT Kampar Resmikan Sekolah Lansia, Wujudkan Lansia Aktif, Kreatif dan Mandiri
Bunda PAUD Kampar Tinjau MPLS Ramah, Pastikan Sekolah A
Plt Gubri SF Hariyanto Lepas Dua Capaska Riau, Siap Emb
Olahraga
Camat Cup Kampar Kiri Bergulir, Eko Apresiasi Semangat Kebersamaan Masyarakat
Camat Cup Kampar Kiri Bergulir, Eko Apresiasi Semangat Kebersamaan Masyarakat
Wabup Misharti Resmi Buka Camat Cup I Kampar Kiri, Diik
PSPS Pekanbaru Perkuat Lini Belakang, Datangkan Dua Kip
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Global
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal Dipungut Biaya 20 Persen
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal Dipungut Biaya 20 Persen
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembuny
Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Kham
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga