Pembebasan Ustadz Ba'asyir, Yusril: Kita Tunggu Momentumnya

Alwira Fanzary
Selasa, 5 Februari 2019 19:32:00
Yusril Ihza Mahendra

KANALSUMATERA.com - Pengacara pasangan calon presiden Jokowi-Ma'aruf Amin, Yusril Ihza Mahendra menyatakan, pembebasan Ustaz Abu Bakar Ba'asyir tinggal menunggu waktu. Saat ini, pihaknya masih melakukan konsolidasi dengan sejumlah pihak demi mencapai pembebasan bersyarat tersebut.

"Kita tunggu momentumnya, nantilah ketika tidak ada lagi pro kontranya," kata Yusril dalam keteranganya, Selasa (5/2).

Sebelumnya rencana pembebasan Ustaz Abu Bakar Baasir menimbulkan pro kontra. Presiden Jokowi kemudian meminta Yusril untuk mendatangi Abu Bakar Ba'asyir di Lapas Gunung Sindur, Bogor demi mempercepat itu.

Di sisi lain, Menkopolhukam, Jenderal TNI (Purn) Wiranto tak sependapat dengan hal itu. Ia menilai pembebasan Ba'asyir perlu mempertimbangkan beberapa aspek lain, seperti Pancasila, NKRI, maupun hukum.

Baca: Golkar Respons Fahd A Rafiq Kena OTT KPK, Tunggu Kejelasan Kasus

Yusril, seperti diberitakan Liputan6.com, enggan berkomentar lebih mengenai pendapat Wiranto. Ia tidak mengetahui maksud dari Wiranto. Baginya segala adminstrasi untuk membebaskan Ustaz Abu Bakar Ba'asyir sudah rampung dan tinggal menunggu momentum yang tepat. Hal tersebut sudah ia sampaikan ke Jokowi.

"Kalau tidak disinggung Pancasila, mungkin dia sudah bebas. Semua orang tahu, siapa yang taat kepada Islam, dia taat pada Pancasila," kata Yusril.

Meskipun demikian, terhadap pembebasan Ba'asyir pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pemerintah. Menurutnya, tugas Presiden untuk membantu melengkapi persyaratan sudah ia selesaikan.

"Mungkin nanti kita obrolin lagi dengan Presiden dan pak Wiranto," tutupnya. Kso



Terkait
Ruben Onsu Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Investasi, Polisi Siapkan Pemeriksaan
Ruben Onsu Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Investasi, Polisi Siapkan Pemeriksaan
Pasca Kasus Korupsi Pakan, Pemkot Surabaya Perketat Tat
Kejagung Periksa Sekretaris Kepala BGN, Kasus Dugaan Ko
Polda Riau Geledah Kantor PUPR Rohil, Usut Dugaan Korup
Lainnya
Bupati Kampar Matangkan Penerapan Manajemen Talenta ASN, Perkuat Reformasi Birokrasi
Bupati Kampar Matangkan Penerapan Manajemen Talenta ASN, Perkuat Reformasi Birokrasi
Pemkab Bengkalis Pastikan Bapokting Hadapi MTQ ke-43 Be
HUT ke-17 KPK, Firli Bahuri: Intimidasi dan Ancaman Ada
Ribuan Orang Turun ke Jalan, Kepung TV Pemerintah
Pendidikan
Bupati Kampar Tekankan Mutu Pendidikan, Korwil Diminta Perkuat Pengawasan
Bupati Kampar Tekankan Mutu Pendidikan, Korwil Diminta Perkuat Pengawasan
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, PJJ Siswa Diperpanja
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Siswa Tak B
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Politik
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fraksi
PDIP Respons Wacana Capres Minimal Didukung Dua Fraksi
Zulhas Tak Mau Nyapres 2029, PAN Tegaskan Tetap Dukung
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind