4 Pengojek Online Ditangkap, Raup Rp 10 Juta per Hari Bobol Sistem Gojek

Amar
Rabu, 13 Februari 2019 21:27:36
polisi menunjukkan barang bukti hp yang dgunakan untuk menjebol sistem aplikasi gojek

Jakarta, KANALSUMATERA.com - Subdit IV Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jayameringkus 4 orang terkait tindak pidana penipuan bermodus membuat orderan penumpang fiktif dalam aplikasi jasa transportasi online GoJek .

Keempatnya kedapatan membuat piranti lunak alias software tambahan khusus di ponsel genggam, untuk membobol agar dapat menerima order penumpang fiktif.

Empat pelaku tersebut adalah RP, RW, CP, dan KA. Modus operandi yang dilakukan oleh para pelaku adalah, mengoperasikan puluhan akun sopir GoJek untuk mendapatkan keuntungan bersumber dari orderan fiktif .

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, keempatnya memunyai software agar tak terdeteksi sistem daring GoJek bahwa orderan yang masuk adalah fiktif.

modus penipuan tersebut dilakukan para pelaku agar tidak terdeteksi oleh sistem Gojek. Software itu digunakan di ponsel para pelaku menunjukkan sedang menarik penumpang melalui orderan.

Baca: Gatot Heroe Akui Terima Rp3,25 Miliar dari Bos Blueray, Uang Dikembalikan ke KPK

"Para tersangka ini melakukan order fiktif seakan-akan ada penumpangnya, padahal tidak ada," kata Argo di Polda Metro Jaya, Rabu (13/2/2019).

Masing-masing pelaku, tambah Argo, memiliki lebih dari satu akun dalam melancarkan aksinya, yakni 15 sampai 25 akun.

Dari satu akun, masing-masing pelaku mampu merampungkan perjalanan tanpa penumpang sebanyak 24 kali.

Keuntungannya fantastis, mereka bia mendapatkan Rp 350 ribu per akun. Argo menyebut, para pelaku dapat meraup keuntungan sebanyak Rp 10 juta per hari.

"Dalam sehari, satu akun mendapat keuntungan 350 ribu. Akan tetapi, setiap orang memiliki 15 hingga 25 akun. Mereka mendapatkan keuntungan berkali-kali lipat. Kalikan saja per akun 350 ribu, ada empat orang, dan dilakukan setiap harinya," jelasnya.

Baca: Kajari Konawe Fachrizal Ditangkap, Kini Jalani Pemeriksaan di Kejagung

Pihak GoJek akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya. Gojek mengungkap dan menemukan ada satu aplikasi yang tak dikenal masuk ke dalam sistemnya.

Akhirnya, polisi melacak keberadaan para pelaku dan meringkusnya di kompleks Ruko Duta Mas, Jelambar, Jakarta Barat, pada Jumat (1/2/2019).

Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa puluhan ponsel yang digunakan untuk mengorder dan bertransaksi fiktif, puluhan kartu ATM, sejumlah modem, dan kartu identitas.

Saat diinterogasi, keempat pelaku mengku telah melancarkan aksinya sejak November 2018. Namun, penyidik akan mendalami kembali apakah benar empat pelaku itu hanya menjalankan tindak penipuannya selama tiga bulan.

"Tim penyidik masih mendalami, dan dengan kemampuan teknologi, Subdit Cybercrime akan melacaknya. Termasuk mencari jumlah total kerugian yang dialami GoJek," ungkap Argo.

Baca: PT Riau Vonis Eks Kadis PUPR 4 Tahun, Uang Pengganti Rp510 Juta

Chief Operation Officer GoJek Hans Patuwo mengatakan, pihaknya mendeteksi GPS palsu masuk ke sistemnya, sehingga kasus ini bisa terungkap.

"Kami mengapresiasi keberhasilan Polda Metro Jaya dalam mengungkap kasus ini. Laporan dan bukti-bukti yang diberikan diproses dengan cepat sehingga para pelaku bisa segera ditangkap," jelasnya.

Atas perbuatannya para pelaku dikenakan Pasal 35 juncto Pasal 51 Ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman pidana 12 tahun penjara atau denda paling banyak Rp 12 miliar.sc/ks



Terkait
RUU Perampasan Aset Dibahas, Advokat Soroti Integritas Aparat Penegak Hukum
RUU Perampasan Aset Dibahas, Advokat Soroti Integritas Aparat Penegak Hukum
Sengketa Lahan Sawit di Bengkalis, Koperasi BBDM Minta
TAPAK Riau Desak Polisi Usut Tuntas Bos PT Assyifa, Did
Akibat Terkena Puntung Rokok saat Berkendara, Mahasiswa
Lainnya
Cuaca 6 Provinsi Rawan Karhutla 10 Oktober 2026, Riau dan Sumsel Wajib Waspada
Cuaca 6 Provinsi Rawan Karhutla 10 Oktober 2026, Riau dan Sumsel Wajib Waspada
Bupati Kampar Nobar Bersama Bapenda, Perkuat Sinergi BR
Polresta Pekanbaru Berhasil Tangkap Tahanan Narkoba Yan
Biasa Jadi Tempat Belajar Berenang, Aliran Sungai Musi
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Pendidikan
80 Sekolah di Rohil Terima Revitalisasi, Disdikbud Tegaskan Pengawasan dan Bantah Dugaan Pungutan
80 Sekolah di Rohil Terima Revitalisasi, Disdikbud Tegaskan Pengawasan dan Bantah Dugaan Pungutan
Wisuda Umri ke-31 Tahun 2026, 1.351 Lulusan Dikukuhkan,
Kursus Kepramukaan Pekanbaru 2026 Resmi Ditutup, Irwan
Politik
Bawaslu Ingatkan Larangan Libatkan Anak dalam Kampanye Politik, Ini Sanksinya
Bawaslu Ingatkan Larangan Libatkan Anak dalam Kampanye Politik, Ini Sanksinya
Ahmad Yuzar Pimpin PKB Kampar 2026–2031, Siap Besarka
Hendry Munief Bedah Program Mitra Komisi VII DPR RI di
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Hukum
Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 Miliar
Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 Miliar
Jokowi Pilih Pengadilan untuk Uji Polemik Ijazah, PSI T
PC PMII Pekanbaru Kecam Dugaan Aktivitas Tak Pantas di