YKMNMT: Konflik Lahan di Riau Berawal Dari Konflik Tanah Ulayat

Mawardi Tombang
Rabu, 23 September 2020 09:14:33
DR Khairil Anwar

KANALSUMATERA.com - Pekanbaru - Provinsi Riau saat ini disibukkan dengan kejadian pertikaian antara perusahaan dan masyarakat karena penguasaan lahan. Bahkan, issue tersebut saat ini menjadi issue nasional karena telah disampaikan secara terbukan oleh anggota DPR RI Dapil Riau Syahrul Aidi Maazat di hadapan pimpinan dan seluruh anggota DPR RI dalam sebuah rapat beberapa waktu yang lalu.

Salah seorang penggiat perjuangan hak tanah masyarakat tempatan melalui Yayasan Kedatuan Melayu Nusantara Muara Takus, DR Khairil Anwar mengapresiasi langkah dari Syahrul Aidi tersebut. Karena menurutnya apa yang disampaikan oleh Syahrul Aidi merupakan suara hati masyarakat Riau saat ini. Konflik lahan menurutnya telah ada di seluruh kabupaten di Riau. Penyebabnya pun bermacam-macam.

DR Khairil menyampaikan akar persoalan dari konflik lahan ini berawal dari konflik tanah ulayat milik masyarakat adat. Konflik ini dimulai dari dikuasainya oleh perseorangan atas tanah ulayat dan diperjualbelikan secara sepihak baik kepada badan usaha atau pribadi. Sehingga ketika tanah tersebut telah dikuasai oleh orang lain muncullah konflik sosial di tengah masyarakat karena masyarakat yang notabene adalah anak kemanakan dari suatu persukuan tidak menerima atas hal itu.

"Berdasarkan advokasi dari Yayasan Kedatuan Melayu Nusantara, konflik tanah ulayat ini telah ada di seluruh daerah di Riau. Pangkal persoalannya sama, yaitu penguasaan sepihak oleh seseorang baik itu perangkat adat, tokoh masyarakat, yang kemudian dibekingi oleh orang-orang tertentu dan dijual ke pihak lain. Dan itu tanpa sepengatahuan anak kemanakan atau tokoh lainnya. Sehingga hal itu saat ini jadi persoalan," terang DR Khairil saat dihubungi pada Ahad (23/9/2020).

Baca: Diduga Buang Puntung Rokok, Pria di Inhu Diamankan usai 5 Hektare Lahan HPK Terbakar

Dia mencontohkan salah satu tanah ulayat yang diperjuangkan oleh yayasan yang dia pimpin adalah tanah ulayat yang ada di kawasan Batu Langka Kecamatan Kuok, Kampar. Persukuan Bendang desa ini memiliki lahan seluas 4.800 hektar yang saat ini dikuasai oleh orang-orang tertentu dan perusahaan. Bahkan ada salah seorang yang menguasai lahan tersebut sampai 500 hektar.

"Bahkan ada yang menguasai 500 hektar tanah ulayat di Batu Langka secara pribadi. Tentu ini miris ketika para anak kemanakan Persukuan Bendang yang kesusahan mencari kehidupan sehari-hari. Kita tidak ingin ini akan jadi bom waktu ke depannya." tambahnya.

Dia menjelaskan bahwa tanah ulayat itu pada dasarnya baik dilihat dari hukum adat atau hukum negara, itu tidak boleh diperjualbelikan. Secara hukum negara, tertuang dalam Undang-Undang Pokok Agraria nomor 4 tahun 1960. Sedangkan dalam adat istiadat di Riau khususnya, adat akan kehilangan ruhnya ketika tanah ulayat tidak ada lagi.

Dia sepakat kalau konflik lahan yang ada di Riau saat ini jadi issue nasional. Negara harus hadir dan membela kepentingan masyarakat Riau. Dan Yayasan Kedatuan Melayu Nusantara mendukung langkah upaya Syahrul Aidi untuk memperjuangkan di gedung senayan. rls



Terkait
Puluhan Karyawan Gugat PT Bina Karya, Perusahaan Pengembang IKN Terancam Sengketa Hubungan Kerja
Puluhan Karyawan Gugat PT Bina Karya, Perusahaan Pengembang IKN Terancam Sengketa Hubungan Kerja
Warga Bengkalis Datangi Inspektorat Tagih Kejelasan Lap
Tim Gabungan Razia Angkutan Barang Besar-Besaran di Pek
KUHP berlaku 2 Januari 2026, Salah satunya Pelaku Hubun
Lainnya
Revaldo Kembali Tersandung Kasus Narkoba, Polisi Ungkap Sabu Rp650 Ribu dan Kejar Pemasok
Revaldo Kembali Tersandung Kasus Narkoba, Polisi Ungkap Sabu Rp650 Ribu dan Kejar Pemasok
Penerima Kartu Prakerja Total 5,9 Juta, Banyak yang Bel
Kapolres Kampar Berikan Penghargaan Kepada Anggota Berp
Danau Bokuok Menuju Destinasi Wisata Unggulan di Kampar
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Pendidikan
Bupati Kampar Tekankan Mutu Pendidikan, Korwil Diminta Perkuat Pengawasan
Bupati Kampar Tekankan Mutu Pendidikan, Korwil Diminta Perkuat Pengawasan
Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, PJJ Siswa Diperpanja
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Siswa Tak B
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Hukum
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Pejabat Bea Cukai Akui Terima Rp1 Miliar per Bulan dari
Hendry Munief Soroti Abrasi dan Privatisasi Pulau: Haru
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda