Hindari Hukum Rajam, Komunitas LGBT Kabur dari Brunei

Alwira Fanzary
Selasa, 2 April 2019 17:16:30
Kota Bandar Seri Begawan

KANALSUMATERA.com - Ketika Brunei Darussalam mengumumkan bakal mengadopsi Syariat Islam ketat, komunitas LGBT di negara itu langsung mencari cara untuk melarikan diri karena salah satu hukum yang akan diterapkan adalah rajam mati homoseksual.

Gelombang kaum LGBT yang kabur kian deras setelah pemerintah Brunei menetapkan akan menerapkan hukum ketat tersebut terhitung mulai Rabu (3/4).

Seorang pemuda gay bernama alias Khairul, misalnya, rela meninggalkan kehidupannya di Brunei hanya agar dapat hidup menjadi dirinya sendiri.

Kegalauan Khairul awalnya sebatas ketakutan tidak dapat diterima lingkungan dan keluarga. Namun, kegalauan itu berubah menjadi ketakutan karena negaranya menerapkan hukum yang sangat "tidak manusiawi."

Baca: 225 Hektare Lahan Petani Dikuasai Agrinas, Warga Bengkalis Minta Penjelasan Hukum

"Semua lebih buruk dari yang saya pikirkan karena hukum rajam itu membuat saya merasa ingin pergi. Hukum itu tidak manusiawi," tutur Khairul kepada CNN.

Dengan lirih, Khairul kemudian berkata, "Hukuman itu sangat agresif. Seorang manusia seharusnya tidak menderita seperti itu hanya karena menjadi homoseksual."

Berbeda dengan Khairul, seorang warga transgender, Zain, sudah memikirkan untuk kabur dari Brunei sejak lama. Pada akhir 2018, ia sudah di Kanada, menanti suaka dari negara tersebut.

"Saya ingin hidup tanpa fundamentalisme keagamaan, konservatisme, jadi saya meninggalkan negara itu. Di bawah hukum Syariat, saya akan didenda, dicambuk, dan dipenjara," ucap Zain.

Baca: Bupati Kampar Fasilitasi Penyelesaian Konflik Desa Koto Aman dengan PT Buana Wira Lestari

Zain juga mendorong warga Brunei lain untuk mengikuti jejaknya karena hukum itu tak hanya menyasar LGBT, tapi juga masyarakat pada umumnya.

Ia kemudian membahas salah satu pasal dalam hukum tersebut yang memperbolehkan hukum rajam hingga mati bagi pelaku zinah.

"Semua orang terkena dampaknya. Kehidupan akan mengerikan di sana, meskipun kalian bukan LGBT. Perempuan terutama, akan dirugikan jika tinggal di sana," tuturnya.

Kini, Zain mengaku lebih tenang hidup di Kanada. Di sana, juga tinggal satu warga homoseksual dari Brunei, Shahiran S. Shahrani.

Baca: Adanya Dugaan Klaim Fiktif BPJS Kesehatan, Polda Kepri Periksa Kepala Dinkes Tanjung Pinang

Shahrani kabur ke Kanada pada Oktober lalu, ketika menanti vonis atas kasus hasutan karena kritik yang ia lontarkan terhadap pemerintah melalui Facebook.

"Saya tidak dapat membayangkan hidup di bawah Syariat Islam. Menjadi di Brunei sudah cukup sulit tanpa hukum Syariat. Sulit membayangkan hanya menjadi dirimu sendiri saja bisa dirajam sampai mati," ucap Shahrani.

Senada dengan Zain, Shahrani pun mengajak kaum LGBT lainnya untuk lari dari Brunei demi kehidupan yang lebih leluasa.

"Saya rasa kalian dalam bahaya. Saya rasa Brunei tidak akan berubah dalam waktu dekat dan saya tidak ingin mereka terus menanti perubahan. Saya tidak mau negara saya bertanggung jawab atas kematian teman saya," katanya. Kso

Terkait
Masyarakat Adat Rantau Kasai Tidak Terima Disebut Penjarah Lahan: Akan Lapor ke Polisi
Masyarakat Adat Rantau Kasai Tidak Terima Disebut Penjarah Lahan: Akan Lapor ke Polisi
PETI Ilegal Makin Marak, Ratusan Hektar Sawah Terancam
Dugaan Penipuan oleh Oknum KNES, DPRD Riau Sarankan Ang
160 Juta Batang Rokok Ilegal di Pekanbaru Senilai Rp 39
Lainnya
Anggota DPR Hendry Munief Minta Pemerintah Amankan Rantai Pasok dan Harga Bahan Baku Jelang Lebaran
Anggota DPR Hendry Munief Minta Pemerintah Amankan Rantai Pasok dan Harga Bahan Baku Jelang Lebaran
Sempat Terkendala Covid-19 Riau Expo 2022 Akan Digelar
Aliansi Petani Gambut Riau: Badan Restorasi Gambut Hadi
Sabarudi Minta Gubri dan Wako Realisasikan Janjinya Ata
Daerah
Walikota Ingatkan Kepsek dan Komite Jangan 'Main Mata' di SPMB
Walikota Ingatkan Kepsek dan Komite Jangan 'Main Mata' di SPMB
Dinkes Riau Dorong Penguatan Anggaran Daerah dan Desa C
TVRI Riau dan Pemprov Riau Perkuat Sinergi, Matangkan R
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Pariwara
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thailand, Vietnam, dan Malaysia
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Pj Wako Apresiasi Insan Pariwisata di Pekanbaru Majukan
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Politik
Hendry Munief Serap Aspirasi Komunitas MTB FORBIS Riau, Dorong Penguatan UMKM
Hendry Munief Serap Aspirasi Komunitas MTB FORBIS Riau, Dorong Penguatan UMKM
TOP PKS Riau 2026 Perkuat Mesin Pemenangan, Siapkan Sak
DPD PKS Inhil Laksanakan Penyembelihan Hewan Kurban, Pe
Pendidikan
Didominasi Jalur Domisili, Jalur Prestasi Minim Peminat pada SPMB SMP Negeri Pekanbaru
Didominasi Jalur Domisili, Jalur Prestasi Minim Peminat pada SPMB SMP Negeri Pekanbaru
Pelepasan dan Perpisahan Siswa Siswi Kelas VI UPT SDN 0
Hasil TKA SD SMP 2026 Disorot Kritis, Pakar: Numerasi I
Nasional
293 Anggota Hadir, DPR RI Gelar Rapat Paripurna Bahas Sejumlah Agenda Strategis
293 Anggota Hadir, DPR RI Gelar Rapat Paripurna Bahas Sejumlah Agenda Strategis
Rapat Pansus Daerah Kepulauan, Hendry Munief Soroti Pes
Pemerintah Hentikan Latsarmil Manajer Kopdes, Pelatihan