BPK Dapati 10 Temuan Dalam Laporan Keuangan Pemkab Bengkulu 2017

Amar
Sabtu, 3 November 2018 20:16:31

KANALSUMATERA.com - Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara mendapat catatan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Bengkulu. Dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Utara 2017, laporan hasil pemeriksaan atas sistem pengendalian intern, sebanyak 10 temuan disampaikan BPK RI.

1. Penyusunan APBD Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara Tahun Anggaran 2017 Belum Sepenuhnya Sesuai dengan Pedoman Penyusunan Anggaran dan Terdapat Klasifikasi Belanja Belum Tepat Sebesar Rp 102.736.031.633.
2. Fungsi Verifikasi dan Pengelolaan Kas pada Sepuluh OPD Belum
3. Penyajian dan Penatausahaan Aset Tetap Pada Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara Belum Optimal
4. Penyajian Aset Lain-Lain dalam Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara Belum Memadai
5. Penyajian Aset Tak Berwujud dalam Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara Belum Sesuai Ketentuan
6. Pengelolaan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama di Kabupaten Bengkulu Utara Belum Memadai
7. Pengelolaan Dana BOS Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belum Memadai
8. Pengelolaan Pemberian Hibah Kepada Yayasan Ratu Samban Belum Memadai
9. Pengendalian Pekerjaan atas Kontrak Konsultan Pengawasan Belum Dilakukan Secara Memadai
10.Pelaksanaan Pekerjaan Peliputan/Publikasi Media pada Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, dan BPKAD Belum Didukung Mekanisme yang Baku

Sementara hasil pemeriksaan atas kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, seperti dilansir bengkulutoday, terdapat 9 temuan BPK RI. Diantaranya adalah :

1. Kelebihan Pembayaran Uang Harian Perjalanan Dinas untuk Bimbingan Teknis pada BPKAD, Sekretariat Daerah, dan Sekretariat DPRD sebesar Rp 244.771.000.
2. Realisasi Belanja Perjalanan Dinas pada Sekretariat DPRD dan BPKAD Terindikasi Tidak Senyatanya Rp 165.882.300.
3. Kelebihan Pembayaran Biaya Penginapan pada Kegiatan Akreditasi Puskesmas Sebesar Rp 17.400.000.
4. Pertanggungjawaban Belanja Kegiatan Penyediaan Sarana/Prasarana Penyelenggaraan Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah di Bappeda Tidak Memadai.
5. Realisasi Belanja Barang dan Jasa Terindikasi Tidak Senyatanya Sebesar Rp 243.311.400 Diragukan Kewajarannya Sebesar Rp 257.373.400 dan Tidak Sesuai Peruntukannya Sebesar Rp 892.575.000.
6. Pertanggungjawaban Belanja Perjalanan Dinas dan Pembayaran Honorarium Pada Bappeda Belum Memadai
7. Pelaksanaan Pekerjaan Tidak Sesuai Kontrak pada Enam Pekerjaan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataaan Ruang (PUPR) sebesar Rp 425.744.445,13.
8. Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Gedung Bangunan RS Pratama Tidak Sesuai Kontrak sebesar Rp 64.597.314,22
9. Empat Pekerjaan Infrastuktur pada Dinas DPUR Belum Dilakukan Pengendalian Secara Memadai, Kelebihan Pembayaran Sebesar Rp 1.512.648.932,80, Jaminan Pelaksanaan Belum Terealisir dan Denda Yang Belum Diterima sebesar Rp 1.122.150.200,00.

Baca: Polisi Usut Pengeroyokan Anggota Satpol PP oleh Pekerja Proyek di Jakarta Selatan

Atas temuan BPK RI itu, sebagian telah ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara berupa pengembalian kelebihan bayar ataupun pengembalian kerugian negara. Namun, indikasi kegiatan fiktif belum ada tindak lanjut dari aparat penegak hukum.

Terkait LHP BPK RI tahun 2017, beberapa aset tanah bernilai puluhan miliar juga bermasalah. Selain itu, ditemukan juga beberapa kendaraan dinas yang tidak diketahui keberadaannya.

Selain aset dan kendaraan dinas, aset berupa peralatan kerja seperti komputer, laptop dan notebook senilai lebih dari Rp 900 juta juga tidak jelas keberadaannya.

Menurut aktivis Serikat Rakyat Bengkulu Utara (Serbu), Lulus Triyono, atas laporan hasil pemeriksaan BPK RI itu, aparat penegak hukum harus mengusut tuntas temuan itu. Sebab, temuan aset, kendaraan dinas dan aset kerja itu bernilai puluhan miliar. "Dulu Bupati Mukomuko Ichwan Yunus saja menjadi tersangsangka korupsi gara-gara aset daerah 1 unit mobil fortuner, ini temuan aset cukup banyak, aparat harus turun tangan," kata Lulus Triyono, Sabtu (3/11/2018). ks



Terkait
Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, Polisi Amankan 24 Orang dan Sita Narkoba
Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, Polisi Amankan 24 Orang dan Sita Narkoba
Polda Riau Geledah Kantor PUPR Rohil, Usut Dugaan Korup
225 Hektare Lahan Petani Dikuasai Agrinas, Warga Bengka
Respon Laporan Masyarakat, Satpol PP Kampar Turun Ke lo
Lainnya
Sempat Dievaluasi, Pemberangkatan Jamaah Umrah Digelar Lagi
Sempat Dievaluasi, Pemberangkatan Jamaah Umrah Digelar Lagi
Gaet Minat Pengguna LRT Palembang, Mahasiswa Dapat Tari
Bamsoet: Kemenhub Harus Panggil Pihak Maskapai Perihal
Oknum Caleg di Rohil Bagi Sembako, Bawaslu Riau Lakukan
Politik
Tiga Partai Koalisi Belum Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Demokrat, PKS, NasDem Masih Menunggu
Tiga Partai Koalisi Belum Dukung Prabowo di Pilpres 2029, Demokrat, PKS, NasDem Masih Menunggu
Wacana Pemakzulan Gibran Menguat, Demokrat hingga PKS B
JEJAK POLITIK EDI BASRI: Dari Politik sebagai Ibadah M
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Pendidikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan I
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda