Bawaslu Riau Selidiki Dugaan M Nasir Gunakan 'Pangkalan Gas' Sebagai Alat Kampanye

Mawardi Tombang
Kamis, 31 Januari 2019 10:35:21
Rusidi Rusdan

KANALSUMATERA.com - Banyak cara dilakukan untuk memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan politik. Salah satunya diduga dilakukan oleh Muhammad Nasir, Caleg DPR RI Dapil Riau 2, asal Partai Demokrat.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau saat menyelidiki dugaan pelanggaran Pemilu dilakukan oleh anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) Riau II dari Partai Demokrat, M Nasir.

Dugaan pelanggaran tersebut menindaklanjuti laporan terkait adanya dugaan penggunaan fasilitas negara untuk kepentingan elektoral dalam Pemilu Legislatif (PIleg).

"Kita cek lapangan dulu, kita lihat dan telusuri, apakah ada pejabat Pertamina ikut memfasilitasi. Karena ini mengarah ke netralitas karyawan BUMN," ujar Ketua Bawaslu Riau, Rusidi Rusdan, Rabu, (30/1/2019) saat dihubungi oleh riauonline.

Baca: Bawaslu-KPI- KPU Riau Teken MOU Pengawasan Penyiaran Iklan Kampanye

Dugaan pelanggaran Pemilu ini dengan cara intimidasi para pemilik Pangkalan Gas 3 Kg untuk kepentingan politik, memanfaatkan jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi VII membidangi Energi.

Rusidi Rusdan mengatakan, Bawaslu Riau terlebih dahulu akan melihat dan menelusuri apakah ada pejabat Pertamina ikut memfasilitasi kampanye tersebut.

Selain itu, Rusidi akan mencari tahu apakah ada upaya intimidasi dari Caleg ataupun Pertamina bagi pemilik pangkalan yang tidak mau bekerjasama.

Meskipun begitu, Bawaslu tidak melarang apakah pemilik pangkalan ingin menjadi tim sukses karena itu memang hak mereka sebagai warga negara.

Baca: Empat Jam Diburu Polisi, Dua Terduga Pelaku Tambang Emas Ilegal di Kampar Ditangkap

"Untuk menyebut jaringan sebetulnya kan kita tidak tahu apakah ada hubungan pribadi pemilik pangkalan dengan caleg, kecuali ada bukti rapat pemilik pangkalan dan di dalamnya ada kampanye, baru tidak boleh. Alasannya kampanye menggunakan fasilitas negara," jelasnya.

Setelah mengumpulkan informasi dibutuhkan, Bawaslu akan memanggil Muhammad Nasir guna mengklarifikasi temuan dengan keterangan Nasir.

"Kita akan datangi pangkalannya, baru kemudian kita minta klarifikasi yang bersangkutan," tutupnya.

Seperti diketahui, Muhammad Nasir, anggota DPR RI asal Riau, diduga telah menyalahgunakan jabatannya selaku Wakil Ketua Komisi VII, dengan “mengintervensi” Pertamina untuk kepentingan pencalegan dirinya dan keluarga.

Baca: Kasus Korupsi Motor Listrik BGN Memasuki Babak Baru, Lima Tersangka Segera Disidang

Caranya, melalui para pemilik pangkalan gas LPG 3 Kg di Riau diduga difasilitasi Pertamina untuk diberi target mencari 100 “pembeli terbaik” dan rumah mereka dijadikan Posko Pemenang Pencalegannya.

Target 100 orang per pangkalan ini harus terdaftar di Daftar Pemilih Tetap (DPT). Akibatnya, banyak para pemilik pangkalan dimarahi pembeli.



Terkait
Masinis KA Anggrek Jadi Tersangka, Polisi Soroti Pengereman 263 Meter Sebelum Tabrakan KRL
Masinis KA Anggrek Jadi Tersangka, Polisi Soroti Pengereman 263 Meter Sebelum Tabrakan KRL
BNN Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Narkotika Cair di Pe
Kanwil DJP Jabar I Bekukan 275 Rekening Penunggak Pajak
Tim Gabungan Razia Angkutan Barang Besar-Besaran di Pek
Lainnya
Gubri Syamsuar Serahkan Bantuan Kapal Kepada Dua Kelompok Nelayan
Gubri Syamsuar Serahkan Bantuan Kapal Kepada Dua Kelompok Nelayan
SPS Riau Semangati Redaksi Majalah Aklamasi UIR Kembang
Kebakaran Lahan 20 Hektar Terjadi di Perusahaan Sawit d
Air Asia Komentari, Penjualan Tiketnya Hilang di Travel
Hukum
Empat Jam Diburu Polisi, Dua Terduga Pelaku Tambang Emas Ilegal di Kampar Ditangkap
Empat Jam Diburu Polisi, Dua Terduga Pelaku Tambang Emas Ilegal di Kampar Ditangkap
Hasto PDIP Sebut Dugaan Penyadapan Prabowo oleh Listyo
UGM Tegaskan Hormati Proses Hukum Usai Jokowi Tunjukkan
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Nasional
Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Suyudi Turut Mendampingi
Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Suyudi Turut Mendampingi
Pramono Anung Tegaskan Jakarta Tidak Siaga 1, Pengeraha
Mike Johnson Mundur dari Pimpinan Partai Republik Usai
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar