257 Napi Positif Covid-19 di Riau, Achmad Minta Menkumham Ambil Tindakan Emergency

Mawardi Tombang
Kamis, 5 November 2020 09:59:53
Achmad MSi

KANALSUMATERA.com - JAKARTA - Anggota DPR RI, Achmad, MSi mendesak Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly untuk turun langsung memastikan keselamatan nyawa narapidana di Lapas Kelas II A Pekanbaru pasca merebaknya penyebaran dan penularan Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan.

Berdasarkan laporan yang ia terima, sebanyak 1.502 narapidana yang dilakukan tes swab masal, dari hasil sementara yang telah keluar tercatat 257 orang dinyatakan positif Covid-19 dan angka ini akan bisa terus bertambah. "Saya mendesak Menteri Hukum dan HAM harus turun ke Riau memastikan keselamatan warga Lapas. Kalau ini dibiarkan terus dan tidak cepat diatasi. Bisa mati semua orang itu didalam. Karena kita gak tau tingkat kerentanan orang itu," kata Achmad kepada wartawan, Rabu (5/11/2020).

Jika melihat kondisi sekarang dengan penularan virus yang masif dan tidak ditangani dengan cepat dan tepat, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi situasi yang buruk lagi dan lebih membahayakan orang banyak.

"Dari hasil tes swab sementara sudah 257 orang yang positif, ini akan bertambah lagi karena belum semuanya (tes swab,red). Ini kan mengancam keselamatan para penghuni Lapas dan juga warga sekitar itu," tegasnya.

Dia menilai, anjuran pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan 3M (Menggunakan masker, Mencuci Tangang dan Menjaga jarak) memang sudah bagus. Namun dalam hal ini sudah tidak efektif dan memungkinkan lagi cara itu, pasalnya kondisi saat ini dalam Lapas Kelas II A Pekanbaru sudah darurat karena kasus positif terus bertambah dan juga upaya isolasi mandiri juga tidak bisa dilakukan karena Lapas sudah melebihi kapasitas.

Baca: Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule

"Saya sudah hubungi Kakanwil Kemenkumham Riau. Mereka hanya menyarankan untuk menerapkan 3M. Saya bilang itu sudah tidak mungkin lagi, karena ini sudah emergency. Kalau diminta untuk isolasi mandiri, mau bagaimana, tempatnya penuh," ujarnya.

Dia menyarankan langkah cepat untuk mengantisipasi kondisi ini adalah dengan cara menerapkan kembali program asimilasi atau bebas bersyarat terutama bagi narapidana lanjut usia (Lansia) dan yang rentan tertular Covid-19 khususnya di Lapas Kelas II A Pekanbaru.

Achmad menuturkan, selain memperhatikan skala prioritas, pemberian bebas bersyarat ini juga bisa dipertegas dengan lama menjalani masa hukuman.

"Saya meminta kepada Kemenkumham bagaimana mereka ini yang sudah menjalani 2/3 masa hukuman untuk bisa dilakukan bebas bersyarat dengan prioritas usia di atas 60 tahun atau memiliki penyakit bawaan atau komorbid," kata Achmad.

Harapan saya, lanjutnya, Menteri Hukum dan HAM itu turun langsung ke Pekanbaru dan mengambil langkah ini. Kalau ini bisa dilaksanakan, sehingga over kapasitas bisa dikurangi dan keluarganya yang di luar itu tidak stres.

Baca: KPK OTT Rektor Unsoed, Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru Diselidiki

Lebih jauh, kata mantan Bupati Rokan Hulu dua periode ini adalah bentuk tanggung jawab negara terhadap jaminan kehidupan rakyatnya. Bukan berarti melanggar Undang-Undang atau hukum yang berlaku. Karena kata dia, hukum tertinggi adalah menyelamtakan nyawa manusia tak terkecuali ancaman bahaya Covid-19.

Ia pun mengingatkan tanggung jawab negara untuk menjaga seluruh rakyatnya. Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa ada tindakan yang tepat dari pemerintah. Maka negara harus bertanggung jika terjadi hal yang terburuk, karena hak semua warga negara Indonesia adalah sama.

"Ini murni demi kemanusiaan. Kemanusian yang nilainya bersifat universal tanpa memandang etnis, agama, golongan daerah dan lainnya. Yang terpenting segera selamatkan nyawa warga binaan dari ancaman virus Covid-19, jangan sampai terjadi kematian masal di Lapas Kelas IIA Pekanbaru dan jangan anggap remeh dan enteng ini masalah yang sangat sangat serius," tegasnya. *



Terkait
Bos Tambang Akui Serahkan Rp1 Miliar untuk Atur LHP Ombudsman, Fakta Baru Terungkap di Sidang
Bos Tambang Akui Serahkan Rp1 Miliar untuk Atur LHP Ombudsman, Fakta Baru Terungkap di Sidang
TAPAK Riau Desak Polisi Usut Tuntas Bos PT Assyifa, Did
BASMI Desak Kejati Riau Segera Tetapkan Tersangka Dugaa
Operasi Patuh 2026 Digelar 8–21 Juni, Korlantas Polri
Lainnya
KH Muhammad Mursyid Lolos Verfak DPD Riau, Siap Menangkan Pemilu 2024
KH Muhammad Mursyid Lolos Verfak DPD Riau, Siap Menangkan Pemilu 2024
Disbudpar Batam Bakal Pindahkan Cerobong Asap Batam Bri
Taktik Ketua Umum PPP Lobi Abdul Somad Agar Tak ke Prab
Takut Dimata-matai, Inggris Blokir Perusahaan Cina
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Nasional
Perpres 82/2026 Terbit, Kopdes Merah Putih Dikebut Beroperasi di Desa
Perpres 82/2026 Terbit, Kopdes Merah Putih Dikebut Beroperasi di Desa
Puluhan Ribu Buruh Konvoi Motor Padati Jalan Sudirman,
Daratan Baru 30,3 Hektare Muncul Dekat Anak Krakatau, I
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I