Menkumham Malu Indonesia Masih Gunakan KUHP Zaman Kompeni

Alwira Fanzary
Kamis, 28 Maret 2019 14:48:25
Yasonna Hamonangan Laoly

KANALSUMATERA.com - Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Hamonangan Laoly mengungkapkan, hukum pidana yang digunakan di Indonesia saat ini, merupakan warisan masa kolonial Belanda. Dengan perkembangan zaman hingga saat ini, menurutnya, KUHP sudah waktunya disesuaikan. Ia pun mengungkapkan, pemerintah bersama DPR sedang melakukan revisi KUHP lama tersebut.

“Saya berharap, tahun ini kita bisa selesaikan. Malu kita sebagai bangsa, kalau masih menggunakan hukum pidana yang 100 tahun lalu masuk, tahun 1915 masuk Indonesia. Sekarang sudah 2019, sudah 104 tahun ini,” kata Yasona, saat Seminar Nasional Arah Kebijakan Pembaruan Hukum Pidana, di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Kamis 28 Maret 2019 seperti yang dilansir dari viva.co.id.

Menurutnya, pemerintah dalam hal ini Menkumham menyadari secara politis dan sosiologis hukum pidana zaman kompeni yang masih diterapkan hingga saat ini menimbulkan masalah tersendiri.

“Karena itu, pembaruan hukum pidana yang bersifat komprehensif, yang telah dipikirkan oleh para ahli hukum pidana sejak tahun 1960-an dimaksudkan, guna menciptakan suatu kodifikasi hukum pidana nasional untuk menggantikan hukum pidana warisan kolonial," katanya.

Baca: KPK Ungkap Uang Gratifikasi Rektor Unsoed Dipakai Beli Tiga Bidang Tanah

Menurutnya, revisi KUHP saat ini dilakukan dengan semangat visioner dan mampu menjawab kebutuhan hukum nasional. Dengan mengakomodir nilai-nilai dari bangsa Indonesia, yang mempunyai banyak suku, adat, dan bahasa.

“Sistem nilai kita juga harus terakomodasi, nilai-nilai masyarakat juga harus dianut di dalam hukum kita. Tapi pada saat yang sama, jangkauan ke depannya jenis-jenis perbuatan pidana yang mungkin terjadi ke depan seperti apa,” paparnya.

Selain itu, Yasonna mengungkapkan, pembaharuan hukum pidana harus mampu adaptif dengan pergaulan hukum internasional. Serta, beriringan dengan era revolusi industri 4.0.

"Pembaharuan hukum pidana harus mempertimbangkan hal-hal lain di luar rumah hukum pidana yang berkembang secara dinamis, bahkan acap kali sulit diramalkan dan lintas batas negara, seiring dengan kemajuan teknologi, yang saat ini telah memasuki era revolusi industri 4.0," katanya. Kso



Terkait
Pria di Pelalawan Bunuh Wanita, Kematian Korban Direkayasa Seolah Bunuh Diri
Pria di Pelalawan Bunuh Wanita, Kematian Korban Direkayasa Seolah Bunuh Diri
Bareskrim Tangkap 3 Wanita di Pekanbaru, 10 Kg Sabu Sen
Tiga Pelaku Pembalakan Liar di Suaka Margasatwa Kerumut
Waksabi Perkuat Pengawasan Lapas Pekanbaru, Kalapas Tek
Lainnya
Menuju Pembangunan Berkelanjutan, Pemkab Bengkalis dan Jepang Saling Sinergi
Menuju Pembangunan Berkelanjutan, Pemkab Bengkalis dan Jepang Saling Sinergi
Keluhkan Air Kotor, Pantai Trikora Bintan Diduga Tercem
Meriahkan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H, Pemko Par
Terkuaknya Kebohongan Pendeta Hidupkan Orang Mati
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hukum
RUU Perampasan Aset Dibahas, Advokat Soroti Integritas Aparat Penegak Hukum
RUU Perampasan Aset Dibahas, Advokat Soroti Integritas Aparat Penegak Hukum
Sebelum Jual Konten Asusila, Dua Pria di Bogor Ternyata
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen