KPK Telusuri Asal-Usul Duit ‘Serangan Fajar’ Milik Bowo Politisi Golkar

Alwira Fanzary
Sabtu, 30 Maret 2019 06:53:29
Bowo Sidik Pangarso

KANALSUMATERA.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus dugaan suap distribusi pupuk yang menjerat kader Golkar Bowo Sidik Pangarso.


Teranyar, KPK seperti yang dilansir dari Rmol.co menggeledah kantor perusahaan milih Bowo, PT Inersia yang berada di Salihara, Pasar Minggu, Jakarta, Jumat (29/3).

Kantor Inersia merupakan tempat KPK menemukan puluhan kardus berisi uang total Rp 8 miliar dalam 84 kardus saat melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bowo.


Pada penggeledahan kali ini, KPK menyita sejumlah dokumen tentang kepemilikan perusahaan.

Baca: Pesantren Kampar Desak Propam Periksa Dugaan Intimidasi Santriwati di Sukoharjo

"Kita baru sita dokumen ya. Di situ lokasi perusahaan dimana kami menemukan sejumlah uang sekitar 84 kardus itu. Saat kami temukan, uang disusun rapi pada sekitar enam lemari besi PT Inersia,“ kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan Jakarta, Jumat (29/3).

Febri memastikan bahwa pihaknya kini tengah mendalami asal-usul uang Bowo yang diduga bakal dijadikan serangan fajar di hari pencoblosan 17 April mendatang, lantaran duit sudah dimasukkan dalam amplop dengan pecahan Rp 20 ribu dan Rp 50 ribu.

"Dalam artian penerimaannya berasal dari siapa saja dan yang kedua informasi-informasi lain yang terkait dengan itu," tegasnya. Kso



Terkait
Dua Tahun Prabowo-Gibran, DPR Soroti Pemulihan Aset dan Integritas Penegak Hukum
Dua Tahun Prabowo-Gibran, DPR Soroti Pemulihan Aset dan Integritas Penegak Hukum
Dirjenpas Mashudi Mundur, Polemik Lapas Cibinong Beruju
Kanwil DJP Jabar I Bekukan 275 Rekening Penunggak Pajak
KUHP berlaku 2 Januari 2026, Salah satunya Pelaku Hubun
Lainnya
Mentan Amran Copot 14 Pejabat Kementan, Dugaan Penyimpangan Uang Miliaran Diperiksa
Mentan Amran Copot 14 Pejabat Kementan, Dugaan Penyimpangan Uang Miliaran Diperiksa
Tokoh Perempuan Aceh Sarina Aini, Puji PKS Partai Palin
Barang Milik 6 Anggota Laskar FPI Tidak Dikembalikan ke
Pembanguna 50 Unit Rumah Bantuan Relokasi Abrasi dan Ra
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Budaya
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
69 TAHUN RIAU: KETIKA KEMAJUAN HARUS BERNAFAS MELAYU
Bandar Jaya Beraksi: Harmoni Tari dan Gendang Satukan B
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Nasional
Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Suyudi Turut Mendampingi
Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Suyudi Turut Mendampingi
Pramono Anung Tegaskan Jakarta Tidak Siaga 1, Pengeraha
Mike Johnson Mundur dari Pimpinan Partai Republik Usai
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Kriminal
Eks Napiter Diduga Jadi Otak Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Polisi Tangkap Buronan
Eks Napiter Diduga Jadi Otak Pembakaran Warung Mi Babi di Sukoharjo, Polisi Tangkap Buronan
Pembunuhan Ibu dan Anak di Madiun, Keluarga Korban Desa
Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin di Belawan,