Kasus Hutan Lindung, Wagub Sumut Klarifikasi Posisinya

Alwira Fanzary
Kamis, 31 Januari 2019 20:52:05
Musa Rajekshah

KANALSUMATERA.com - Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah (Ijeck) mengklarifikasi posisi dirinya terkait kasus alih fungsi hutan lindung menjadi perkebunan kelapa sawit yang melibatkan PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM). Musa mengaku sudah lama tak lagi masuk dalam struktur jabatan di perusahaan milik keluarganya itu.

"Sudah lama (menjabat di PT ALAM). Sekarang sudah enggak, jadi pejabat," kata Musa Rajekshah di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Kamis (31/1).

Saat ditanyakan sejak kapan melepaskan jabatan di PT ALAM, Musa meminta agar wartawan menanyakan langsung ke perusahaan tersebut.

"Sudah lama, lupa. Sekarang ini sudah enggak (sebagai pemilik). Saya sudah jadi pejabat. Kita ikuti aturan hukum saja. Jadi tanya PT ALAM-nya saja ya," ucapnya

Baca: Pria Bugil Pukul Pemotor di Lenteng Agung, Yosua Mengaku Depresi Usai Ibu Meninggal

Musa juga mengaku belum pernah dipanggil Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara itu.

"Belum (diperiksa). Gini ya, saya ini sebagai Wakil Gubernur. Saya enggak bisa bicara mengenai itu, tanyakan ke perusahannya saja langsung," ujar Musa enggan menanggapi pertanyaan wartawan.

Begitu juga saat ditanyakan mengenai komitmennya jika diperiksa penyidik sebagai saksi, Musa mengatakan akan mengikuti aturan hukum.

"Ya kita harus mengikuti aturan hukum, ikuti juga aturan jabatan saya," ujar dia.

Baca: Pria di Pelalawan Bunuh Wanita, Kematian Korban Direkayasa Seolah Bunuh Diri

Musa meminta agar penyidikan kasus itu tak hanya menjerat PT Alam. Sebab pengelolaan lahan tersebut bukan hanya dilakukan PT Alam.

"Begini saja, semua kan ada aturan hukumnya. Kalau memang menurut Dinas Kehutanan seperti apa, tanyakan. Kalau bisa diterapkan juga kan di lokasi sana kan banyak pekebun, tidak hanya PT Alam, banyak juga masyarakat," kata Musa Rajekshah.

Dia berharap penegakan hukum bisa dilakukan secara merata. Artinya semua yang terlibat harus diusut

"Kalau memang itu mau diberlakukan secara hukum yang meratalah semuanya, kenapa mestinya muncul satu perusahaan saja, coba tanyakan Dinas Kehutanan saja," kata dia.

Baca: Kurir Sabu 1 Kg Ditangkap di Bandara Pekanbaru, Disembunyikan dalam Celana Jeans

Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut telah menetapkan adik kandung Wagub Sumut itu, Musa Idishah alias Dody, sebagai tersangka dalam kasus alih fungsi hutan lindung menjadi perkebunan kelapa sawit yang melibatkan PT Anugerah Langkat Makmur (ALAM). Penyidik juga akan memintai keterangan Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah terkait masalah perusahaan keluarganya itu.

"Akan kita telusuri sampai ke sana (Wagub Sumut). Yang jelas semua pihak yang berkaitan dalam mengusahai dari pada kawasan hutan ini pasti kita mintai keterangan," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes Ronny Samtana, seperti yang diberitakan CNNIndonesia, Kamis (31/1).

Hutan lindung di Kecamatan Sei Lepan, Kecamatan Berandan Barat dan Kecamatan Besitang yang luasnya lebih dari 366 hektare itu telah berubah menjadi perkebunan kelapa sawit sejak sekitar tahun 1990. Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, polisi tak melakukan penahanan terhadap Musa Idishah.

"Penyidik memandang bahwa yang bersangkutan tidak akan mengulangi perbuatannya, tidak melarikan diri dan tidak menghilangkan barang bukti. Dan tidak melakukan penghambatan jadi artinya yang bersangkutan kooperatif ya," ujar Ronny. Kso



Terkait
Eksepsi Dibacakan, Tim Hukum Rida K Liamsi Nilai Dakwaan Kasus PT Riau Pos Kabur dan Keliru
Eksepsi Dibacakan, Tim Hukum Rida K Liamsi Nilai Dakwaan Kasus PT Riau Pos Kabur dan Keliru
Diduga Buang Puntung Rokok, Pria di Inhu Diamankan usai
Bongkar Mafia BBM Subsidi di Rohil, Polda Riau Tangkap
Dugaan Penipuan oleh Oknum KNES, DPRD Riau Sarankan Ang
Lainnya
JMGR: Pemerintah Terlalu Tunduk ke Korporasi, Salahkan Petani di Lahan Gambut
JMGR: Pemerintah Terlalu Tunduk ke Korporasi, Salahkan Petani di Lahan Gambut
Ratusan Orang Keracunan, KFC Mongolia Ditutup Sementara
Terlibat Edar Narkoba, Mantan Kalapas Kalianda Divonis
Tes CPNS Maret 2019 untuk Isi Lowongan di Pusat dan Dae
Hukum
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ruben Onsu Lunasi Kerugian Rp3,5 Miliar, Kasus Penipuan Berakhir Damai
Ricuh Demo 27 Agustus di Jakarta, 322 Orang Diamankan d
Karhutla Riau Kian Mengkhawatirkan, Roni Agustian Minta
Politik
Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Masuk Masa Transisi Kepemimpinan
Ridho Rahmadi dan Taufik Hidayat Mundur, Partai Ummat Masuk Masa Transisi Kepemimpinan
Elektabilitas Eisenkot Ungguli Netanyahu, Partai Smotri
Survei Median: KDM Tembus 19,8 Persen, Elektabilitas Gi
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad