Di Sumatera dan Kalimantan Disebut Paling Banyak Tumpang Tindih Izin Lahan

Alwira Fanzary
Selasa, 26 Maret 2019 19:11:27
Lahan HTI di Riau

KANALSUMATERA.com - Badan Informasi Geospasial menyebut, permasalahan penggunaan lahan, terutama soal izin yang tumpang tindih paling banyak ditemukan di Pulai Sumatera dan Kalimantan. Tahun ini, BIG menargetkan agar masalah tumpang tindih itu bisa diselesaikan.

“Paling banyak kasus tumpang tindih (izin) di Kalimantan dan Sumatera. Kita mencoba menyelesaikan masalah ini secepat mungkin,” kata Kepala BIG, Hasanuddin Abidin usai Rapat Koordinasi One Map Policy di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Selasa (26/3).

Hasanuddin memerinci, terdapat 13,3 persen lahan dari total luas pulau Sumatera 473.481 kilometer persegi yang izinnya tumpang tindih. Sedangkan di Kalimantan, tumpang tindih lahan mencapai 19,3 persen dari total luas pulau 743.339 kilometer persegi. Ia menyebut, akibat tumpang tindih itu, Kebijakan Satu Peta atau One Map Policy mengalami kendala.

Tumpang tindih itu diketahui sudah terjadi dalam waktu yang cukup lama. Ia mencontohkan, tumpang tindih yang terjadi, semisal izin suatu wilayah adalah izin perkebunan, namun juga tercantum dalam izin pertambangan.

“Nah, ini siapa yang punya. Siapa yang dimenangkan? Itu yang sedang kita cari prosedur penyelesaiannya. Bagaimana langkah dan mekanismenya,” katanya seperti yang dilansir dari Republika.co.id.

Baca: Polisi Dalami Dugaan Dana Kelompok Anarko Berkedok Kegiatan Sosial

Contoh lain, ada suatu lahan yang telah memiliki surat Hak Guna Usaha (HGU) sejak 1994. Namun, seiring berjalannya waktu, lahan itu diklaim melalui Surat Keputusan Menteri KLHK sebagai area hutan produksi. Tak hanya itu, tumpang tindih juga kerap kali terjadi antara izin daerah dan izin pusat.

BIG memastikan, tahun ini peta indikatif untuk lahan yang tumpang tindih itu bisa diselesaikan. BIG juga sembari menganalisis dan menyelesaikan persoalan tumpang tindih lahan yang terjadi di pulau-pulau lain.

“Presiden juga sudah meminta agar One Map Policy bisa dimanfaatkan secepat mungkin. Bahkan, kalau bisa skalanya diturunkan menjadi 1:5000 agar peta lebih detail,” ujarnya.

Seperti diketahui, peta dalam One Map Policy yang sudah ada saat ini memiliki skala 1:50.000. Namun, perbandingan tersebut dinilai Presiden Joko Widodo masih terlalu besar sehingga perlu didetailkan untuk mendapatkan akurasi peta. Kso



Terkait
UIN Jakarta dan Sekolah Islam Pamulang Memanas, Sengketa Pengelolaan Berujung Ketegangan
UIN Jakarta dan Sekolah Islam Pamulang Memanas, Sengketa Pengelolaan Berujung Ketegangan
KPK Buka Peluang Banding Usai Vonis 2 Tahun Abdul Wahid
Akibat Terkena Puntung Rokok saat Berkendara, Mahasiswa
Adanya Dugaan Klaim Fiktif BPJS Kesehatan, Polda Kepri
Lainnya
Awasi Penerapan UU ASN Terbaru, Anggota DPD RI Kyai Mursyid Koordinasi dengan BKD Pemprov Riau
Awasi Penerapan UU ASN Terbaru, Anggota DPD RI Kyai Mursyid Koordinasi dengan BKD Pemprov Riau
Penantian 27 Tahun, Tim Voli Sumbar Pastikan Tiket PON
Menko PMK: Presiden Minta Libur Akhir Tahun dan Penggan
Penurunan Jumlah Produksi CPO Kerek Harga TBS Kelapa Sa
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad
Nasional
BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
BMKG Rilis Peringatan Dini 21 September, Hujan Lebat Mengintai Sejumlah Wilayah
Peringati Hari Ozon Sedunia, Lampu Sejumlah Jalan dan I
Mendagri Kaji Peluang Petugas Damkar dan Satpol PP Jadi
Kriminal
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Polri Selidiki Pengusaha RI, 34 Lembar Uang Palsu Dolar Singapura Disorot
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Pen
Polda Riau Tetapkan 55 Tersangka Karhutla, Luas Lahan T
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I