Taman Nasional Kerinci Seblat Rawan Jadi Lokasi Perburuan Satwa Liar

Alwira Fanzary
Kamis, 28 Maret 2019 07:53:09
Taman Nasional Kerinci Seblat

KANALSUMATERA.com - Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), berpotensi menjadi lokasi perburuan dan perdagangan satwa liar dilindungi. Beberapa daerah di sekitar kawasan TNKS dan di bentang alam Bukit Balai Rejang Selatan diyakini menjadi lokasi penampungan, penyembunyian dan lokasi transaksi perdagangan satwa liar dilindungi seperti harimau sumatera, gajah sumatera, atau trenggiling.

Kepala Balai KSDA Bengkulu Lampung Donal Hutasoit seperti yang dilansir dari Liputan6.com, menyatakan sejak 2015 hingga Desember 2018 tercatat 18 kasus perdagangan dan kepemilikan satwa liar dilindungi yang berhasil dibongkar oleh aparat penegak hukum di Provinsi Bengkulu dengan melibatkan 21 tersangka.

“Dari serangkaian kasus yang ada, tuntutan pidana dan putusan pengadilan yang diterima tersangka sangat bervariasi. Salah satu contoh kasus pedagang organ harimau sumatera dengan barang bukti kulit harimau dan bagian lainnya memperoleh hukuman tertinggi yaitu vonis empat tahun penjara, denda limapuluh juta rupiah, dan subsider dua bulan kurungan oleh Hakim Pengadilan Negeri Bengkulu Utara,” jelas Donal.

Donal menambahkan bahwa pada beberapa kasus serupa masih mendapatkan vonis yang terbilang sangat ringan jika dibandingkan dengan kerugian yang ditimbulkan sehingga tidak menimbulkan efek jera bagi para pelaku.

Baca: KPK Geledah Kementerian ATR/BPN, Bidik Bukti Kasus Suap HGB Summarecon

Tingkat perburuan di alam yang masih tinggi juga masih terjadi di kawasan TNKS. Perburuan di alam dapat dilihat pada saat kegiatan monitoring dan patroli. Tim patroli dapat menghitung jumlah jerat yang ditemui selama tim berada di dalam hutan.

Administrator Pelestarian Harimau Sumatera, Fauna & Flora International Indonesia Programme Iswadi menjelaskan dalam kurun waktu 2016 hingga 2018, tim patroli di Bengkulu menemukan 20 jerat untuk harimau dan 113 jerat mangsa. Di antara penemuan jerat selama patroli, tim menghitung ada enam harimau yang terkena jerat tersebut.

“Kami sering menemukan pemburu saat kami melakukan patroli bersama BKSDA Bengkulu. Tidak segan-segan kami memberikan sanksi kepada mereka berupa surat peringatan bahkan kami tahan untuk segera diadili,” jelas Iswadi.

Demi mendukung penyelamatan satwa liar dan memberikan efek jera kepada pemburu dan pedagang satwa liar, maka diadakan kerjasama antara aparat penegak hukum, khususnya jaksa dan hakim yang menangani kasus-kasus tersebut. Kerjasama tersebut termasuk dalam peningkatan pengetahuan, kapasitas serta kepedulian aparat penegak hukum.

Baca: KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus Suap HGB Bogor, Ada Fahd A Rafiq dan Bos Summarecon

Ketua Satuan Tugas Sumber Daya Alam Lintas Negara Kejaksaan Agung Republik Indonesia Ricardo Sitinjak saat ditemui pada in house training penanganan perkara kejahatan di Bengkulu pada 26 Maret 2019 mengapresiasi pelatihan ini sebagai bentuk dukungan pengetahuan dan prioritas penanganan kejahatan untuk satwa liar bagi jaksa yang memiliki sertifikat.

“Bila berbicara masalah unsur pasal, jaksa sudah sangat mengerti. Namun mereka perlu diberi pengetahuan mengapa harus melindungi satwa liar dan fungsi satwa liar di alam. Perlu juga diberikan pengetahuan bahwa pada saat satwa liar tertangkap dan sisi liarnya masih terlihat, maka harus segera dibuat berita acara dengan dokumentasi sebagai tanda bukit untuk segera dilepasliarkan untuk mengurangi stres pada satwa tersebut,” jelas Ricardo.

Ricardo menambahkan bahwa kegiatan serupa perlu diadakan di kejaksaan tinggi pada setiap ibukota Provinsi agar lebih efektif dan dapat dipahami oleh setiap jaksa berwenang. Kso



Terkait
Golkar Respons Fahd A Rafiq Kena OTT KPK, Tunggu Kejelasan Kasus
Golkar Respons Fahd A Rafiq Kena OTT KPK, Tunggu Kejelasan Kasus
Polres Bengkalis Sita 28,9 Kg Sabu dan 122.629 Ekstasi,
LBH FSBSI Riau Soroti Vendor dan KSO PT. Agrinas, Desak
Warga Bengkalis Datangi Inspektorat Tagih Kejelasan Lap
Lainnya
Bupati Kasmarni Merajut Silaturahmi dengan Masyarakat Pinggir
Bupati Kasmarni Merajut Silaturahmi dengan Masyarakat Pinggir
312 Konflik Lahan di Riau Dilaporkan Syahrul Aidi di Si
DPW PKS Riau Lakukan Penyemprotan Disinfektan Sebagai U
Kemungkinan Kembali Diserang Isu Pelanggaran HAM, Kubu
Politik
Poltracking Rilis Survei Terbaru, Gerindra Unggul Jauh dari PDIP dan Golkar
Poltracking Rilis Survei Terbaru, Gerindra Unggul Jauh dari PDIP dan Golkar
Bawaslu Kampar Perketat Pengawasan Pemutakhiran Data Pa
PKS Buka Suara soal Wacana Syarat Capres Minimal Dua Fr
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Ekonomi
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Harga Emas Anjlok 2,9%, Sinyal Kevin Warsh Picu Kekhawatiran Kenaikan Suku Bunga The Fed
Indonesia Bidik Industri Chip Global, 15.000 Tenaga Ker
BGN Coret 80 Sekolah Swasta Elite dari Penerima MBG, Ad